MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Prof Azyumardi Sebut Banda Aceh Sentral Peradaban Islam

Masa Kini by Masa Kini
17 Februari 2020
in Headline, News
0

Suasana seminar nasional Aceh Pusat Peradaban Islam

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Penetapan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai titik nol pusat peradaban Islam di Nusantara pada tahun 2017 lalu dinilai politis.

Bahkan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra menganggap penetapan itu tidak berlandaskan kajian akademik.

RelatedPosts

Manfaat Konsumsi Kolang Kaling Bagi Tubuh

Pria Diduga Sebar Ujaran Kebencian di TikTok Ditangkap

57 dari 104 Hunian Tetap Korban Banjir Aceh Utara Rampung Dibangun

Ditambah lagi keputusan Presiden Jokowi tersebut tidak dilengkapi dengan Keputusan Presiden (Keppres).

“Kalau itu menjadi keputusan politik harus ada Kepresnya. Ada nggak Kepresnya? Setahu saya belum ada Kepresnya,” kata Prof Azyumardi usai menjadi pembicara Seminar Nasional, Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara, Senin (17/2).

Seminar nasional itu berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Kota Banda Aceh, Senin (17/2).

Menurut Azyumardi, harusnya Aceh yang menjadi titik nol peradaban Islam di Nusantara sebab banyak bukti yang telah ditemukan para pakar sejarah.

“Kalau Aceh sebagai pusat peradaan Islam, itu sudah banyak buktinya. Kalau kesultanan Aceh ada darahnya (keturunan), ada naskahnya, ada ulama, yang itu semua bisa dibuktikan tanpa harus melebih-lebihkan,” ujarnya.

Dirinya menyebut, titik sentral peradaban Islam di Aceh itu ada di Banda Aceh. Walaupun sebelumnya ada Samudera Pasai di Aceh Utara, atau Peureulak di Aceh Timur.

Namun yang paling lengkap dan paling berjaya itu kesultanan Aceh Darussalam yang didirikan Sultan Ali Mughayat Syah dan berpusat pada Koetaradja atau Banda Aceh yang sekarang.

“Ya di Banda Aceh Darussalam ini titik sentralnya. Tempat duduknya para raja, para sultan, para sultanah, para ulama di sini,” sebutnya.

Selain itu, Kata Azyumardi, Banda Aceh kala itu juga menjadi pusat pengembangan intelektualisme Islam, perdagangan, pelayaran, pertahanan dan pusat kemiliteran besar yang dikendalikan kesultanan Aceh Darussalam.

Prof Azyumardi menyebutkan, sejarah memang kerapkali dikemukakan, ditulis, atau diteliti untuk beberapa kepentingan, termasuk untuk kepentingan politik.

“Pernyataan presiden Joko Widodo bahwa Barus sebagai titik nol Islam di Nusantara itu tidak bisa dibuktikan secara akademis,” pungkasnya.[Ahlul Fikar]

Tags: Banda AcehProf Azyumardi AzraPusat Peradaban IslamUIN AR RANIRYUIN Syarif Hidayatullah
Previous Post

Operator Excavator Temukan Mortir di Tambak Gampong Jawa

Next Post

Angka Kemiskinan Menurun, IPPEMAS Apresiasi Kinerja Pemko Sabang

Related Posts

UIN Ar-Raniry Siapkan 2.000 Paket Iftar per Hari, Terbuka untuk Mahasiswa dan Warga Sekitar

by Redaksi
20 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry menyiapkan 2.000 paket berbuka puasa (iftar) setiap hari selama Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dipusatkan di...

Tiga Kampus Tiga Negara Gelar Misi Kemanusiaan di Pidie Jaya, 29 Dosen dan Mahasiswa Terlibat

by Redaksi
18 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry bersama Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Shah (UnIPSAS) dan Universiti Islam...

Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang Jelang Ramadan

Afdhal Tinjau Pasar Murah Daging Meugang Jelang Ramadan

by Redaksi
16 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah melakukan survei lokasi pasar murah daging meugang di sejumlah titik pada...

Next Post

Angka Kemiskinan Menurun, IPPEMAS Apresiasi Kinerja Pemko Sabang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Sabu Asal Malaysia

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co