MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Prof Azyumardi Sebut Banda Aceh Sentral Peradaban Islam

Masa Kini by Masa Kini
17 Februari 2020
in Headline, News
0

Suasana seminar nasional Aceh Pusat Peradaban Islam

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Penetapan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai titik nol pusat peradaban Islam di Nusantara pada tahun 2017 lalu dinilai politis.

Bahkan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra menganggap penetapan itu tidak berlandaskan kajian akademik.

RelatedPosts

Diduga Gelapkan Uang Transaksi Kios Rp68,6 Juta, Pemuda Asal Pidie Jaya Diamankan Polisi

Trainer Parenting Ingatkan Orang Tua Perkuat Komunikasi Anak untuk Cegah Kekerasan Seksual

Mahasiswa USK Ditemukan Meninggal di Asrama, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ditambah lagi keputusan Presiden Jokowi tersebut tidak dilengkapi dengan Keputusan Presiden (Keppres).

“Kalau itu menjadi keputusan politik harus ada Kepresnya. Ada nggak Kepresnya? Setahu saya belum ada Kepresnya,” kata Prof Azyumardi usai menjadi pembicara Seminar Nasional, Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara, Senin (17/2).

Seminar nasional itu berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Kota Banda Aceh, Senin (17/2).

Menurut Azyumardi, harusnya Aceh yang menjadi titik nol peradaban Islam di Nusantara sebab banyak bukti yang telah ditemukan para pakar sejarah.

“Kalau Aceh sebagai pusat peradaan Islam, itu sudah banyak buktinya. Kalau kesultanan Aceh ada darahnya (keturunan), ada naskahnya, ada ulama, yang itu semua bisa dibuktikan tanpa harus melebih-lebihkan,” ujarnya.

Dirinya menyebut, titik sentral peradaban Islam di Aceh itu ada di Banda Aceh. Walaupun sebelumnya ada Samudera Pasai di Aceh Utara, atau Peureulak di Aceh Timur.

Namun yang paling lengkap dan paling berjaya itu kesultanan Aceh Darussalam yang didirikan Sultan Ali Mughayat Syah dan berpusat pada Koetaradja atau Banda Aceh yang sekarang.

“Ya di Banda Aceh Darussalam ini titik sentralnya. Tempat duduknya para raja, para sultan, para sultanah, para ulama di sini,” sebutnya.

Selain itu, Kata Azyumardi, Banda Aceh kala itu juga menjadi pusat pengembangan intelektualisme Islam, perdagangan, pelayaran, pertahanan dan pusat kemiliteran besar yang dikendalikan kesultanan Aceh Darussalam.

Prof Azyumardi menyebutkan, sejarah memang kerapkali dikemukakan, ditulis, atau diteliti untuk beberapa kepentingan, termasuk untuk kepentingan politik.

“Pernyataan presiden Joko Widodo bahwa Barus sebagai titik nol Islam di Nusantara itu tidak bisa dibuktikan secara akademis,” pungkasnya.[Ahlul Fikar]

Tags: Banda AcehProf Azyumardi AzraPusat Peradaban IslamUIN AR RANIRYUIN Syarif Hidayatullah
Previous Post

Operator Excavator Temukan Mortir di Tambak Gampong Jawa

Next Post

Angka Kemiskinan Menurun, IPPEMAS Apresiasi Kinerja Pemko Sabang

Related Posts

Warga Rasakan Manfaat SALEUM, Laporan Warga Direspon Cepat

by Redaksi
19 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Kanal pengaduan Pemerintah Kota Banda Aceh, SALEUM (Sarana Aduan Layanan Elektronik untuk Masyarakat), mulai dimanfaatkan warga untuk menyampaikan...

Mahasiswa Disabilitas UIN Ar-Raniry Bella Salsabila Tembus Layar Lebar Film Nasional “Istimewa”

by Riska Zulfira
18 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO — Mahasiswa penyandang disabilitas Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Bella Salsabila, mencatat prestasi di dunia perfilman nasional....

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

by Redaksi
5 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Tim Riset MORA Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mendorong penguatan perlindungan Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) sebagai...

Next Post

Angka Kemiskinan Menurun, IPPEMAS Apresiasi Kinerja Pemko Sabang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Sabu Asal Malaysia

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co