MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Mei 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Prof Azyumardi Sebut Banda Aceh Sentral Peradaban Islam

Masa Kini by Masa Kini
17 Februari 2020
in Headline, News
0

Suasana seminar nasional Aceh Pusat Peradaban Islam

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Penetapan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sebagai titik nol pusat peradaban Islam di Nusantara pada tahun 2017 lalu dinilai politis.

Bahkan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra menganggap penetapan itu tidak berlandaskan kajian akademik.

RelatedPosts

Pasar Tani Aceh Pangkas Rantai Distribusi, Harga Daging dan Ayam Lebih Murah saat Meugang

Bukan Membela, Orang Tua Ini Minta Anak yang Terjaring Razia Dibina dengan Tegas

Tak Hanya Daging, Bumbu Rendang dan Santan Laris Manis Saat Meugang

Ditambah lagi keputusan Presiden Jokowi tersebut tidak dilengkapi dengan Keputusan Presiden (Keppres).

“Kalau itu menjadi keputusan politik harus ada Kepresnya. Ada nggak Kepresnya? Setahu saya belum ada Kepresnya,” kata Prof Azyumardi usai menjadi pembicara Seminar Nasional, Aceh pusat peradaban Islam terawal di Asia Tenggara, Senin (17/2).

Seminar nasional itu berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Kota Banda Aceh, Senin (17/2).

Menurut Azyumardi, harusnya Aceh yang menjadi titik nol peradaban Islam di Nusantara sebab banyak bukti yang telah ditemukan para pakar sejarah.

“Kalau Aceh sebagai pusat peradaan Islam, itu sudah banyak buktinya. Kalau kesultanan Aceh ada darahnya (keturunan), ada naskahnya, ada ulama, yang itu semua bisa dibuktikan tanpa harus melebih-lebihkan,” ujarnya.

Dirinya menyebut, titik sentral peradaban Islam di Aceh itu ada di Banda Aceh. Walaupun sebelumnya ada Samudera Pasai di Aceh Utara, atau Peureulak di Aceh Timur.

Namun yang paling lengkap dan paling berjaya itu kesultanan Aceh Darussalam yang didirikan Sultan Ali Mughayat Syah dan berpusat pada Koetaradja atau Banda Aceh yang sekarang.

“Ya di Banda Aceh Darussalam ini titik sentralnya. Tempat duduknya para raja, para sultan, para sultanah, para ulama di sini,” sebutnya.

Selain itu, Kata Azyumardi, Banda Aceh kala itu juga menjadi pusat pengembangan intelektualisme Islam, perdagangan, pelayaran, pertahanan dan pusat kemiliteran besar yang dikendalikan kesultanan Aceh Darussalam.

Prof Azyumardi menyebutkan, sejarah memang kerapkali dikemukakan, ditulis, atau diteliti untuk beberapa kepentingan, termasuk untuk kepentingan politik.

“Pernyataan presiden Joko Widodo bahwa Barus sebagai titik nol Islam di Nusantara itu tidak bisa dibuktikan secara akademis,” pungkasnya.[Ahlul Fikar]

Tags: Banda AcehProf Azyumardi AzraPusat Peradaban IslamUIN AR RANIRYUIN Syarif Hidayatullah
Previous Post

Operator Excavator Temukan Mortir di Tambak Gampong Jawa

Next Post

Angka Kemiskinan Menurun, IPPEMAS Apresiasi Kinerja Pemko Sabang

Related Posts

63 Persen Anak Banda Aceh Belum Pernah Diimunisasi, Kasus Campak dan TBC Jadi Alarm Serius

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengungkapkan rendahnya cakupan imunisasi dasar anak di Banda Aceh telah menjadi...

RSUD Sigli Disiapkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran UIN AR-Raniry

by Ahmad Mufti
22 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh...

UIN Ar-Raniry Soroti Peran Dana Sosial Syariah untuk Lindungi Ekonomi Masyarakat Saat Bencana

by Ahmad Mufti
21 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – UIN Ar-Raniry Banda Aceh mendorong penguatan dana sosial syariah sebagai instrumen perlindungan ekonomi masyarakat saat menghadapi bencana dan...

Next Post

Angka Kemiskinan Menurun, IPPEMAS Apresiasi Kinerja Pemko Sabang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Sabu Asal Malaysia

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co