MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, April 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Hebat! Pasangan Suami Istri ini Jadi Guru Besar Unsyiah

Masa Kini by Masa Kini
26 Februari 2020
in Headline
0
Hebat! Pasangan Suami Istri ini Jadi Guru Besar Unsyiah
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala kembali mengukuhkan tiga guru besar atau profesor pada Rabu 26/02. Hebatnya, kali ini dua orang yang berhasil meraih predikat prestisius itu adalah pasangan suami istri, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M. Eng dan
Prof. Dr. Fitri Arnia, S.T., M. Eng. Sc.
Sementara satu lagi adalah Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si., M. Tech.

Profesor Khairul dan Profesor Fitri bahkan berasal yang sama, Fakultas Teknik dan sama-sama dari Jurusan Teknik Elektro. Sementara Prof. Taufik Fuadi Abidin berasal dari FMIPA Unsyiah.

RelatedPosts

Banda Aceh Siap Terapkan WFH ASN Setiap Jumat, Wali Kota Tunggu Aturan Teknis Pusat

Lonjakan Wisatawan ke Sabang, Trip Kapal Ditambah hingga Malam

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

“Setelah hari ini, beberapa profesor baru sudah kembali menunggu untuk dikukuhkan dalam waktu dekat. Sementara itu, beberapa calon profesor lainnya sedang melengkapi persyaratan atau bahkan sedang menunggu keputusan dari Jakarta,” ucap Rektor Unsyiah, Profesor Samsul Rizal.

Rektor mengatakan, jumlah profesor Unsyiah menjadi 76 orang. Jumlah ini hanya 4,8% dari jumlah total dosen di Unsyiah.

Meskipun demikian, Rektor bersyukur karena pertumbuhan jumlah profesor Unsyiah dalam setahun terakhir cukup menggembirakan. Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah profesor Unsyiah hanya 58 orang. Hal ini berarti, dalam 3 setahun telah terjadi pertumbuhan sebanyak 31%.

Rektor juga menilai kepakaran ketiga Profesor ini sangat penting. Misalnya Prof. Khairul Munadi yang risetnya tentang pencitraan termal, yang merupakan metode pengamatan terhadap suatu objek melalui sensor termal, atau kamera termal, tanpa menyentuh objek yang diamati.

Gagasan utama dari Prof. Khairul Munadi adalah membangun perangkat cerdas dengan mengintegrasikan teknik thermography dan Deep Learning untuk mendeteksi dini penyakit, yang simtomanya terkait dengan perubahan suhu tubuh manusia. Gagasan ini cukup potensial menjadi alternatif solusi untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus Corona.

“Target riset ini adalah menghasilkan perangkat deteksi dini, untuk penyakit kronis berbahaya dengan akurasi yang tinggi. Maka temuan ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk membantu paramedis, atau individu untuk melakukan pengecekan penyakit secara mandiri,” ucap Rektor.

Begitu pula kepakaran Prof. Taufik Fuadi Abidin, yang risetnya mengenai pemanfaatan machine learning dan teknologi big data. Hal ini sudah pernah diuji dalam proses penentuan halaman web dengan cepat dan akurat, meskipun dengan halaman web yang jumlahnya miliaran.

Prof. Taufik bahkan berhasil membangun web classifier, yang dimanfaatkan untuk menentukan secara cepat dan akurat halaman web tentang penyakit tropis menggunakan algoritma machine learning Support Vector Machine.

Salah satu kontribusi kepakaran Prof. Taufik di bidang machine learning, yang secara langsung diaplikasikan di Unsyiah yaitu penentuan kategori Uang Kuliah Tunggal Berkeadilan (UKTB) mahasiswa, yang sesungguhnya adalah masalah klasifikasi atau supervised machine learning problem.

Seiring perkembangan dan kebutuhan era, kajian serta pemanfaatan machine learning dan big data akan berkembang sangat cepat di masa mendatang, karena bagaimanapun, volume data di segala bidang akan terus bertambah secara signifikan.

“Kepakaran Prof. Taufik semakin diperlukan di masa mendatang. Dan Unsyiah sangat beruntung memiliki beliau yang kepakarannya tentang machine learning serta big data, sedikit banyak telah diinduksikan kepada seluruh mahasiswa kita,” ucap Rektor.

Lalu kepakaran Prof. Fitri Arnia juga sangat penting untuk memahami latar belakang sejarah dari semua kejadian hari ini. Dokumen kuno mengandung informasi penting di masa lalu yang dapat membantu manusia untuk lebih memahami sejarah sebelumnya.

Prof. Fitri Arnia berhasil mendigitalkan naskah-naskah kuno, membinerisasikannya serta mengaplikasikan sistem pengenalan karakter optic untuk proses rekognisinya. Beliau menawarkan penggunaan asumsi histogram multipeak untuk mengantisipasi noise dan keabuan dokumen-dokumen kuno tersebut.

Beliau juga menawarkan teknik baru untuk pengenalan karakter Jawi, yaitu menggunakan Algoritme Tree Root. Sistem algoritme ini tidak menggunakan perhitungan matematika yang rumit, tetapi menggunakan proses klasifikasi sederhana, dan membutuhkan lebih sedikit memori penyimpanan.

“Bidang kajian ini memiliki urgensi yang tinggi, terutama untuk Aceh yang konon memiliki sejarah luar biasa, namun belum dieksplorasi secara optimal menggunakan teknologi informasi. Hal ini dapat dimulai dengan merestorasi dokumen dan naskah kuno yang sudah tersedia,” ucap Rektor. []

Tags: Guru Besar UnsyiahPasangan Guru BesarSuami-Istri Jadi Profesor
Previous Post

Manajemen Persiraja Tunjuk Effendi HT Pelatih Kepala U-20

Next Post

Balai PWI Pidie Jaya Terbentuk, Ikhsan Jabat Ketua

Related Posts

No Content Available
Next Post

Balai PWI Pidie Jaya Terbentuk, Ikhsan Jabat Ketua

Bhayangkara FC Tiba di Aceh, Langsung Menuju Penginapan

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co