MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemko Banda Aceh Sosialisasikan QRIS

Masa Kini by Masa Kini
12 Maret 2020
in Daerah
0
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyebut layanan atau aplikasi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) sejalan dengan program smart city yang diterapkan Pemko Banda Aceh.

Hal itu ia sampaikan saat membuka sosialisasi QRIS di Aula Gedung Mawardy Nurdin, Balai Kota Banda Aceh, Rabu (11/3). Kegiatan itu diikuti para pimpinan perbankan dan ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

RelatedPosts

Sore Ramadan, Warga Serbu Pasar Takjil Lambaro

Road to Banda Aceh 821, RSUD Meuraxa Gelar Sunat Massal

Wali Kota Banda Aceh Instruksikan Pelayanan Publik dan Penguatan Syariat Islam Optimal Selama Ramadan

QRIS sendiri merupakan metode transaksi pembayaran dengan menggunakan scan kode QR yang sudah distandardisasi Bank Indonesia.

“Nantinya, masyarakat dapat membayar dengan scan kode QR saja di seluruh merchant termasuk UMKM yang menerima pembayaran QR berbasis QRIS,” katanya.

Sementara Banda Aceh telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu kota percontohan penerapan smart city. Dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, Banda Aceh termasuk dalam Gerakan Menuju 100 Smart City.
“Jadi, QRIS ini sangat sejalan dan mendukung Banda Aceh smart city,” katanya lagi.

Menurut Aminullah, dukungan dari semua pihak sangat berarti dalam menyukseskan Banda Aceh smart city.
“Bank Indonesia selaku otoritas keuangan sebelumnya sudah menggagas pembayaran non tunai melalui kartu, dan sekarang pembayaran digital dengan scan QR.”

Terobosan pemanfaatan TIK juga dilakukan oleh stakeholder lainnya.

“Direktorat Jenderal Pajak telah meluncurkan e-filling dan e-billing untuk pelaoran dan pembayaran pajak. Polresta Banda Aceh juga sudah membuka aduan online, perbankan dengan internet bankingnya, dan lain-lain,” katanya.

Pemko Banda Aceh sendiri telah memiliki 95 aplikasi berbasis TIK. “83 aplikasi untuk pelayanan publik seperti, dan 12 sisanya berupa layanan privat atau internal pemerintah. Jumlahnya akan terus kita tambah agar kinerja Pemko Banda Aceh semakin efektif dan efisien,” katanya.

Upaya pihaknya dalam mendorong pemanfaatan TIK juga telah menstimulus perekonomian kota. “Yang paling kentara, UMKM sebagai tulang punggung perekonomian kota tumbuh pesat. Jika di kabupaten/kota lain di Aceh jumlahnya rata-rata masih di bawah 5.000 unit, Banda Aceh sudah punya 12 ribu lebih per 2019 lalu.”

Secara kasat mata, menjamurnya UMKM di Banda Aceh dapat dilihat di area Blang Padang, Ulee Lheue, dan Car Free Day. “UMKM kini menjadi unggulan Banda Aceh, sekaligus pendukung utama sektor pariwisata di samping komplitnya paket destinasi wisata di Banda Aceh mulai dari heritage, kuliner, hingga seni budaya,” ujar Aminullah.

Di tempat yang sama, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh Zainal Arifin Lubis mengatakan QRIS merupakan langkah baru guna memudahkan masyarakat dalam transaksi. “Banda Aceh sebagai salah satu pilot project smart city di Indonesia, menurut saya sangat siap untuk menerapkanya.”

Menurut Zainal, QRIS juga merupakan tindak lanjut dari Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), sistem yang mengintegrasikan berbagai kanal pembayaran transaksi elektronik atau non tunai. “QRIS lebih simpel, satu untuk seluruh pembayaran. Dengan scan kode QR, pembayaran apapun jadi lebih efisien karena tak perlu bawa uang cash. Juga tak perlu repot lagi dengan uang kembalian,” katanya.

Kata dia lagi, penggunaan QRIS menjadi gerakan atau momentum penting bagi Banda Aceh dalam pemanfaatan teknologi agar semakin maju dan tak tertinggal dengan daerah lain. “Sosialisasi QRIS ini kita gelar 9-15 Maret 2020 dalam tajuk Pekan QRIS Nasional. Di Banda Aceh puncaknya kita gelar di area CFD pada minggu mendatang.”[]

Tags: Info Banda Aceh
Previous Post

Ruang RICU RSUZA Tangani Dua Pasien Mirip Gejala Covid-19

Next Post

Sudah 100 Nelayan Aceh Ditahan di Tiga Negara

Related Posts

BPBD Banda Aceh Kembali Semprot Disinfektan di Rumah Ibadah

by Masa Kini
24 Juli 2020
0

MASAKINI.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh kembali menyemprot disinfektan di rumah ibadah. Setelah penyemprotan di masjid-masjid,...

Angin Puting Beliung Landa Banda Aceh, Ini Pesan Kepala BPBD Kota

by Masa Kini
17 Juli 2020
0

MASAKINI.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh meminta masyarakat meningkatkan wawasan mitigasi bencana. "Agar dapat meminimalisir risiko,...

Swab Test Massal Banda Aceh Incar 1.300 Warga

by Masa Kini
4 Juni 2020
0

MASAKINI.CO - Pemko Banda Aceh menyasar 1.300 warga untuk menjalani Swab test Coronovirus Disease (COVID-19) selama sepekan. Wali Kota Banda...

Next Post

Sudah 100 Nelayan Aceh Ditahan di Tiga Negara

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co