MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, November 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Sudah 100 Nelayan Aceh Ditahan di Tiga Negara

Masa Kini by Masa Kini
12 Maret 2020
in Headline
0

Ilustrasi: nelayan Aceh melaut saat kabut asap.[dok:BPBA]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sedikitnya 100 nelayan tradisional Aceh ditahan di sejumlah negara Asia. Para nelayan tersebut ditangkap atas dugaan ilegal fishing di negara tersebut.

“Para nelayan Aceh mengambil ikan di rumponnya, tanpa sadar rumponnya telah masuk perairan negara lain,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek pada masakini.co, Rabu (11/3).

RelatedPosts

Yusril Sebut Dugaan Penyadapan Presiden Mengarah pada Indikasi Makar

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851,9 Juta

Lima Sekolah Rakyat di Aceh Beroperasi, Sudah Tampung 1.932 Siswa

Ia menyebutkan para nelayan yang ditahan tersebut saat ini berada di India, Myanmar dan Thailand. Negara gajah putih, Thailand terbanyak menahan nelayan Aceh.

“Di Thailand ada 62 orang, India 37 nelayan, dan Myanmar 1 orang. Itu sudah termasuk tiga orang yang dibebaskan India beberapa waktu lalu,” jelas Miftah.

Panglima Laot Aceh mencatat, India menahan empat kapal, dua kapal diantaranya berbobot 7 GT dan dua lainnya 59 GT.

Sementara Thailand menahan tiga kapal, diantaranya berbobot 95 GT, 9 GT dan 45 GT. Berikutnya Myanmar dua kapal berbobot masing-masing 59 GT.

“Para nelayan kita tidak tahu mana batas wilayah Myanmar, India, Thailand. Pakai kompas, di kompas-kan tidak ditulis batas wilayah ini dan itu. Jadi nelayan kita tidak tahu sudah masuk wilayah negara orang,” jelasnya.

Ia mengakui butuh sosialisasi untuk para nelayan terkait batas perairan, namun menurutnya hal tersebut memiliki tantangan.

“Waktu kita berikan pendidikan tidak mau datang, soalnya sekali datang hilang uang mereka akibat tidak melaut. Sebenarnya kita sangat butuh sosialisasi,” sebutnya.

“Beda di laut dan darat. Kalau di darat kita mau ke Medan, di jalan ditulis selamat datang di Sumatera Utara. Kalau di lautkan tidak ada begitu,” sambungnya.[Ridho]

Tags: IndiaMyanmarNelayan AcehNelayan DitahanPanglima Laot AcehThailand
Previous Post

Pemko Banda Aceh Sosialisasikan QRIS

Next Post

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Related Posts

Gelombang Capai 2,5 Meter Intai Perairan Aceh, Nelayan dan Kapal Tongkang Diminta Waspada

by Alya Ulfa
4 November 2026
0

MASAKINI.CO - BMKG memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Aceh pada 4–7 November 2026....

Harga Ikan Dencis di Banda Aceh Turun Rp5.000 per Kilogram

by Alya Ulfa
22 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Harga ikan dencis di Banda Aceh turun Rp5.000 menjadi Rp25.000 per kilogram, Kamis (22/10/2026). Di tengah cuaca yang...

DPO Judi Online Rp1 Triliun Ditangkap di Thailand, Dibawa Pulang ke Indonesia

by Ahlul Fikar
26 September 2026
0

MASAKINI.CO – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap tersangka berinisial FP yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam...

Next Post

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Tahun Lalu, Investasi Masuk Banda Aceh Capai 101 Miliar

Tahun Lalu, Investasi Masuk Banda Aceh Capai 101 Miliar

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co