MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Sudah 100 Nelayan Aceh Ditahan di Tiga Negara

Masa Kini by Masa Kini
12 Maret 2020
in Headline
0

Ilustrasi: nelayan Aceh melaut saat kabut asap.[dok:BPBA]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sedikitnya 100 nelayan tradisional Aceh ditahan di sejumlah negara Asia. Para nelayan tersebut ditangkap atas dugaan ilegal fishing di negara tersebut.

“Para nelayan Aceh mengambil ikan di rumponnya, tanpa sadar rumponnya telah masuk perairan negara lain,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek pada masakini.co, Rabu (11/3).

RelatedPosts

Breaking News: Ruang Mesin KMP Aceh Hebat 2 Meledak Saat Bersandar di Ulee Lheue, 14 Orang Terluka

Harga Pertamax Melonjak, Pengguna di Aceh Besar Mulai Beralih ke Pertalite

Tujuh Dapur MBG di Banda Aceh Tutup Sementara Akibat Dana Operasional Belum Cair

Ia menyebutkan para nelayan yang ditahan tersebut saat ini berada di India, Myanmar dan Thailand. Negara gajah putih, Thailand terbanyak menahan nelayan Aceh.

“Di Thailand ada 62 orang, India 37 nelayan, dan Myanmar 1 orang. Itu sudah termasuk tiga orang yang dibebaskan India beberapa waktu lalu,” jelas Miftah.

Panglima Laot Aceh mencatat, India menahan empat kapal, dua kapal diantaranya berbobot 7 GT dan dua lainnya 59 GT.

Sementara Thailand menahan tiga kapal, diantaranya berbobot 95 GT, 9 GT dan 45 GT. Berikutnya Myanmar dua kapal berbobot masing-masing 59 GT.

“Para nelayan kita tidak tahu mana batas wilayah Myanmar, India, Thailand. Pakai kompas, di kompas-kan tidak ditulis batas wilayah ini dan itu. Jadi nelayan kita tidak tahu sudah masuk wilayah negara orang,” jelasnya.

Ia mengakui butuh sosialisasi untuk para nelayan terkait batas perairan, namun menurutnya hal tersebut memiliki tantangan.

“Waktu kita berikan pendidikan tidak mau datang, soalnya sekali datang hilang uang mereka akibat tidak melaut. Sebenarnya kita sangat butuh sosialisasi,” sebutnya.

“Beda di laut dan darat. Kalau di darat kita mau ke Medan, di jalan ditulis selamat datang di Sumatera Utara. Kalau di lautkan tidak ada begitu,” sambungnya.[Ridho]

Tags: IndiaMyanmarNelayan AcehNelayan DitahanPanglima Laot AcehThailand
Previous Post

Pemko Banda Aceh Sosialisasikan QRIS

Next Post

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Related Posts

Aceh Catat Surplus Perdagangan USD7,74 Juta, Ditopang Ekspor Batubara

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat neraca perdagangan luar negeri Aceh kembali surplus pada April 2026. Surplus tersebut...

Muara Dangkal Hambat Nelayan, KKP Turun Tangan Survei 13 Pelabuhan di Aceh

by Riska Zulfira
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pendangkalan muara sungai dan pelabuhan perikanan di Aceh mulai berdampak serius terhadap aktivitas nelayan. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian...

Sebulan Hilang, Nelayan Pulo Aceh Ditemukan Terdampar di Sri Lanka

by Aininadhirah
14 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, diketahui terdampar di Sri...

Next Post

Nova Imbau Masyarakat Aceh Hentikan Perjalanan ke Luar Negeri

Tahun Lalu, Investasi Masuk Banda Aceh Capai 101 Miliar

Tahun Lalu, Investasi Masuk Banda Aceh Capai 101 Miliar

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co