MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Februari 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Prodi Elektro Unsyiah Gelar Pengabdian Tematik Covid-19 di Nusa

Masa Kini by Masa Kini
18 April 2020
in News
0

Suasana pengabdian mandiri tematik COVID-19 di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (18/4).

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Putuskan rantai penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19), Universitas Syiah Kuala membentuk Satgas Peningkatan Kewaspadaan di lingkungan kampus dan sekitar.

Membantu Pemerintah Aceh menanggulangi pandemi Corona, Program Studi Elektro Unsyiah gelar penelitian dan pengabdian mandiri tematik COVID-19 di Gampong Nusa, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (18/4).

RelatedPosts

Akses Terputus, Warga Gayo Setie Bangkit di Tengah Keterbatasan Pascabencana

Sampel MBG Simpang Mamplam Diuji BBPOM Aceh, Hasil Keluar 4–5 Hari

Sempat Turun, Harga Emas Banda Aceh Kembali Naik di Akhir Februari

Koordinator Pelaksana, Roslidar, S.T., M.Sc menyebutkan kegiatan itu dimulai dengan sosialisasi prototipe kendali suhu dan kelembaban berbasis logika fuzzy.

“Prototipe ini dapat dimanfaatkan untuk produksi tempe rumahan dengan biaya produksi yang murah,” sebut Roslidar.

Ia menyebutkan, selama “di rumah aja” warga dapat memenuhi kebutuhan protein secara mandiri dengan menggunakan prototipe kendali suhu dan kelembaban.

Menurut Roslidar, prototipe tersebut memungkinkan fermentasi tempe hanya dalam 24 jam. Mampu mengendalikan suhu tetap terjaga pada 37 dan kelembaban antara 60 –70 persen, yang merupakan kondisi optimum untuk proses fermentasi.

Ia menjelaskan jika suhu di bawah 25°C akan mempercepat pertumbuhan aspergillus flavus dan mycotoxin yang dapat menghasilkan racun pada tempe, sedangkan suhu yang melebihi 40°C dapat menghambat pertumbuhan kapang.

“Selama proses fermentasi akan terjadi pembentukan vitamin pada tempe yaitu, vitamin ribaflavin, niacin, asam panthothenate, thiamin, dan B12,” ujar Dosen Teknik Elektro tersebut.

Seperti diketahui, tempe dikonsumsi sebagai produk pengganti lauk dan makanan cemilan, nilai gizi yang tinggi serta cita rasa yang enak menyebabkan permintaan terhadap tempe semakin meningkat.

Selain banyak manfaat untuk kesehatan, tempe juga mudah diolah dan harganya murah. Tempe terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi menggunakan ragi agar dapat tumbuh kapang rhizopus oryzae.

Tempe merupakan makanan yang mengandung protein yang sangat tinggi, karbohidrat, asam lemak esensial, vitamin, mineral, dan kandungan anti oksidan sebagai penghambat lemak pada pembuluh darah.

Ia menyebutkan prototipe itu merupakan hasil penelitian mahasiswi Prodi Teknik Elektro pada Jurusan Teknik Elektro dan Komputer yang telah dinyatakan lulus melalui sidang yang berlangsung online, Rabu (8/4) lalu. Mahasiswi tersebut, Rauzatul Jannah, merupakan warga Gampong Nusa.

Selain Roslidar, turut hadir di lokasi tim pelaksana pengabdian mandiri tematik COVID-19 ini diantaranya Alfatirta Mufti,ST.,M.Sc, Mohd.Syaryadhi,S.T.,M.S.c, Muhammad Irhamsyah,ST.,M.T, dan Yunidar,S.Si.,M.T.

“Kegiatan diawali dengan pembagian masker bagi para peserta. Dilanjutkan dengan paparan cara membuat prototipe dan cara kerjanya,” kata Roslidar.

Berikutnya tim paparkan ilustrasi pertumbuhan kapang dalam 24 jam, mulai dari pemanasan ruang inkubasi hingga terbentuknya tempe yang siap dikonsumsi diperlihatkan dalam sebuah video.

“Antusiasme masyarakat tampak jelas terlihat pada kegiatan sosialisasi yang dilakukan. Ada 26 peserta yang hadir dengan berbagai pertanyaan dan masukan,” kata Roslidar.

Ketua PKK Gampong Nusa, Nurhayati turut menyumbang pendapat, penggunaan pembungkus tempe dari plastik sebaiknya diganti dengan daun pisang.

Mahasiswi Tehnik Elekro Unsyiah, Rauzatul Jannah.

Ada juga warga yang mengaku selama ketika membuat tempe sendiri, hasilnya tidak selalu bagus, karena suhu dan cuaca yang tidak menentu, ditambah lagi faktor kelembaban ruangan yang tidak stabil.

Tim menyarankan agar alat produksi tempe yang sudah ada dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga dapat membantu kebutuhan protein masyarakat selama pandemi.

“Ditambah lagi biaya produksi yang murah, sehingga lebih ekonomis,” kata Roslidar.[]

Tags: CoronaCovid-19Unsyiah
Previous Post

Hasil Swab Pertama di Aceh, Satu Warga Gayo Lues Positif Corona

Next Post

Rapid Test, Petugas Periksa Pengunjung Warung Kopi

Related Posts

Santos Umumkan Neymar Positif Covid-19, Liga Brasil Libur Sebulan

by Ali L
8 Juni 2025
0

MASAKINI.CO - Klub Brasil, Santos, mengonfirmasi bahwa Neymar telah dinyatakan positif Covid-19. Kabar ini diumumkan oleh klub melalui pernyataan resmi...

Pemakaman Jenazah Punya Riwayat Terpapar Covid-19 di Aceh Tenggara Sempat Ditolak Keluarga

Musk Klaim USAID Danai Penelitian Senjata Biologis

by Ahmad Mufti
3 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Elon Musk menuduh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mendanai penelitian senjata biologis. Pengusaha miliarder itu juga menyebutkan lembaga...

USK Luluskan 2.576 Wisudawan

by Ichsan Maulana
20 November 2024
0

MASAKINI.CO - Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Sidang Terbuka meluluskan sebanyak 2.576 wisudawan untuk periode Agustus – Oktober 2024 program...

Next Post

Rapid Test, Petugas Periksa Pengunjung Warung Kopi

Cerita Lawas Gang Sempit

Meugang Tetap Berjalan di Pidie, Ini Aturan Wajib Diketahui

Discussion about this post

CERITA

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...