MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Safrizal Dibuntuti Aral Hingga ke Negeri Sakura

Masa Kini by Masa Kini
7 Mei 2020
in Headline, News
0
Safrizal Dibuntuti Aral Hingga ke Negeri Sakura
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Gelap. Senyap. Hanya suara bandul jam terdengar deras. Tiga titik cahaya yang sempat berkedip hilang seketika.

Ratusan mata yang penasaran, mulai menemukan jawaban setelah cahaya kuning menyinari jeruji menemukan M Safrizal duduk meratap. Serupa kerasukan.

RelatedPosts

Polisi Tetapkan Dua Tersangka dalam Kasus Pembakaran Fakultas Pertanian USK

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Tiga Orang

Mulai 1 Juli 2026, Aktivasi Nomor Baru Wajib Registrasi Biometrik

Ia meluapkan seluruh bahasa tubuh, panic disolder. Lewat tari, remaja itu menceritakan pengalaman empirisnya di masa kecil. Hidup dalam badai kekerasan dalam rumah tangga berkepanjangan.

Sejumlah gerak khas tari tradisional Aceh, seperti ratoh jaroe turut menjadi kemasan tari dinamai Frekuensi Rasa tersebut.

Tak hanya penonton, juri South Borneo Art Festival, Kalimantan Selatan turut terpukau hingga memilih Mahasiswa Prodi Seni Tari angkatan 2014 itu Penyaji terbaik II Solo Dance.

“Karya ini juga bisa menjadi tolak ukur bagi audiens sejauh mana mereka memperlakukan anak, baik secara lahir maupun batin,” kata pria yang kerap disapa Dekjal itu.

Ia memulai larut berkesenian sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Tamat dari MAN N 3 Rukoh, Dekjal melanjutkan pendidikannya di Institut Budaya Indonesia (ISBI) Aceh prodi tari pada tahun 2014 silam.

Ia terus mempelajari karya seni tari dan musik, hingga memulai debutnya sebagai koreografer.

Karyanya mulai diminati penikmat tari internasional maupun nusantara. Tak ayal, Dekjal sering mendapat undangan pertunjukkan.

Tahun 2014, ia mengisi Kemilau Seni Rumpun Melayu di Riau bersama teman sejawatnya di ISBI Aceh. Setahun sesudah itu, Ia bersama rekan-rekannya kembali tampil di Pentas Kreatifitas Mahasiswa di Solo.

Dekjal juga tampil di Binjai Expo di Medan, Festival Kesenian Indonesia ke IX di Padang Panjang, Lanjong Art Festival di Kalimantan Timur tahun 2016.

Tepat pada tahun 2017, berkat kerjasama dengan penari dari Palembang, Dekjal bersama rekan-rekannya dipercaya untuk tampil di Kagoshima Asian Youth Art Festival yang berlangsung di Jepang.

Selain Jepang, ia juga kerap tampil di Malaysia, Thailand dan Singapura. Kini selain menari, juga sering menjadi pemateri dan juri.

Nekat Gadai Motor Demi Pertunjukkan

Tak terhitung aral gendala yang dilewati M Safrizal menuju pentas demi pentas. Bahkan ia rela memilih risiko kehilangan harta demi pertunjukkan.

Ia masih menyimpan sepotong kenangan empat tahun silam, saat hendak tampil di Lanjong Art Festival di Kalimantan Timur tahun 2016.

“Saya menggandaikan motor mio sekitar 4 jutaan untuk ongkos tiket berangkat ke sana, saya tebus kembali di tahun 2017,” ungkap Dekjal mengingat masa kelamnya.

Hingga setahun kemudian sakunya masih juga tipis. Lagi-lagi demi penuhi undangan, ia terpaksa mengadaikan aset miliknya.

Saat hendak tampil di event South Borneo Art Festival tahun 2018, ia terpaksa gadaikan properti tarinya. Ia bandrol Rp 2 juta, sekedar ongkos berangkat.

“Setelah beberapa jam saya dan teman-teman memposting tangga (properti seni) untuk digadaikan, ada temen dekat saya dari Palembang, dia berbaik hati menolong saya dengan memberikan uang secara cuma-cuma 2 juta untuk ongkos saya ke sana, dan itu rejeki tanpa diduga sama sekali,” lanjutnya.

Dekjal mengakui untuk tampil di luar daerah, ia kerap kali merogoh kocek pribadi untuk biaya perjalanannya seperti ke Jakarta, Pekanbaru dan Malaysia. Itu merupakan hasil tabungannya yang ia kumpulkan dari hasil penampilannya.

“Terlepas dari itu segala kekurangan finansial, dosen saya Fitra Airiansyah selalu menutupi segala kekurangan keberangkatan saya,” sebutnya.

Sahabatnya, Akhyar M Daud mengatakan, Dekjal sangat serius menabung untuk biaya perjalanan tampil di luar daerah.

“Kalau kita periksa tasnya, pasti selalu ada mi instan karena itulah satu-satunya penghilang rasa laparnya kalau sedang berhemat,” kata Akhyar.

Apa hendak dikata, inilah kehidupan nyata berkesenian. Pengorbanan, bagian dari frekuensi rasa.[Ahlul Fikar]

Deretan prestasi M Safrizal:

– Koreografer terbaik Aceh 2016
– Salah satu Koreografer Muda Potensial “Indonesia Dance Festival” 2018
– Juara terbaik 2 event “South Borneo art festival” di Kalimantan Selatan
– Aktif menjadi juri di beberapa event di Aceh baik kampus maupun sekolah dari tahun 2018 sampai sekarang
– Pementasan tunggal karya tari di Taman Budaya Aceh 2019
– Aktif menjadi pemateri workshop di Aceh maupun di luar Aceh dari tahun 2017 sampai sekarang.

Deretan karya-karya M Safrizal:

– Rapa’i Loen (2016)
– Ata Poe (2016)
– Cet Langet (2017)
– Pasukan Hantom Manoe (2017)
– Mebut (2018)
– Getaran (2018)
– Frekuensi Rasa (2019)

Tags: ISBI AcehKoreograferM SafrizalSeni TariSeniman Aceh
Previous Post

Pemko Banda Aceh Batalkan IMB 419 Rumah KPR di Lambaro Skep

Next Post

Plt Gubernur Tinjau Posko Banjir di Aceh Besar

Related Posts

Tunarungu dan Tunanetra Jadi Bagian Penting pada Event Art Salam 2025 ISBI Aceh

by Ahmad Mufti
21 November 2025
0

MASAKINI.CO – Pameran seni rupa Art Salam: Seni Assalamu’alaikum resmi dibuka oleh Rektor ISBI Aceh, Prof Wildan, di Venue Mimbar...

Ratusan SDM Kebudayaan Aceh Laksanakan Duek Pakat

by Ichsan Maulana
15 November 2024
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 153 orang sumber daya manusia (SDM) kebudayaan dari seluruh kabupaten/kota di Aceh, hadir untuk melaksanakan Duek Pakat...

Anggota AJI Banda Aceh Isi Workshop Menulis Cerpen di Kongres Peradaban Aceh

by Ahmad Mufti
8 Mei 2024
0

MASAKINI.CO - Prodi Kajian Sastra dan Budaya Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar Workshop Penulisan Cerita Pendek dalam...

Next Post
Plt Gubernur Tinjau Posko Banjir di Aceh Besar

Plt Gubernur Tinjau Posko Banjir di Aceh Besar

Ruang Isolasi Pasien Corona Tergenang Banjir

Ruang Isolasi Pasien Corona Tergenang Banjir

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...