MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Juni 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Mengenal Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Masa Kini by Masa Kini
6 Agustus 2020
in Daerah, Headline
0
Mengenal Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Kopi espresso liberika khas Tangse.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Indonesia memiliki beragam jenis kopi tersebar dari Sabang hingga Merauke. Beberapa jenis kopi dari Indonesia ini memiliki cita rasa dan aroma yang khas, dimana masing-masing daerah memiliki cara budidaya yang berbeda.

Menurut Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Pertanian, jumlah konsumen kopi pada tahun 2021 diperkirakan akan melonjak sekitar 370 ribu ton. Ini dapat diprediksikan bahwa, pasokan kopi mencapai 795 ribu ton. Sehingga Indonesia nantinya akan mengalami surplus sebesar 425 ribu ton.

RelatedPosts

Pemerintah Aceh Pertahankan Rekor WTP Ke-11 dari BPK

Sekda Aceh Terima Petugas Sensus Ekonomi 2026, Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Kebijakan

Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

Tinggi pasokan kopi membuat Indonesia nantinya akan dijuluki sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia. Ini ditandai banyaknya ekspor kopi buatan petani lokasi ke mancanegara. Salah satunya adalah kopi arabica khas Gayo yang tumbuh di Daratan Tinggi Gayo, Aceh Tengah.

Maka tak heran, varietas kopi arabika menjadi salah satu komoditi unggulan dari Tanoh Gayo yang rata-rata berada pada ketinggian 1.000 hingga 1.200 mdpl.

Selain kopi arabika, Bumi Serambi Mekkah ini juga memiliki daerah penghasil kopi lainnya, yakni kopi robusta dan liberika khas Tangse, Kabupaten Pidie.

Kopi Liberika, merupakan jenis kopi yang berasal dari Liberia yang dibudidayakan oleh masyarakat Tangse. Jenis kopi ini paling banyak diminati oleh berbagai kalangan, baik masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Bagi warga Tangse, mereka menyebutnya kopi panah (nangka).

Ini dikarenakan memiliki citarasa dan aroma khas buah nangka.  Citarasa kopi liberika ini juga tidak jauh berbeda dengan arabica. Rasanya tidak terlalu pekat dengan kadar keasamannya seimbang, sehingga menjadi salah satu jenis kopi yang juga sangat digemari, khususnya bagi mereka yang bukan penyuka kopi asam.

Karakter kopi liberika ini juga tidak jauh berbeda dengan jenis kopi lainnya di Indonesia. Hanya saja, kopi liberika ini memiliki aftertaste, atau rasa tertinggal di mulut usai mencicipinya dan cenderung lebih bersih. Kopi liberika ini juga kerap dijarikan sebagai house blend di berbagai kedai kopi kekinian.

Edy Azhari merupakan salah satu putra asli Tangse yang ikut mengharumkan nama kopi liberika. Ayah dua putra yang pernah mengenyam Pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Jogjakarta ini sangat konsen memperkenalkan kopi Tangse ke nusantara.

Pemilik kafe H2E ini juga secara khusus menjual dan sekaligus mempromosikan kopi Tangse ke masyarakat luar. Cafe letaknya sepelemparan batu di jalan Tangse – Meulaboh ini menjadi incaran warga untuk menikmati kopi khas Tangse.

Di kafe inilah, sapaan akrab Edi Tangse ini berperan penuh menjaga kualitas dan citarasa kopi Tangse. Mulai dari memilih biji kopi pilihan, proses roasting hingga menjadi barista. Ini dilakukannya semata-mata untuk menyelamatkan generasi kopi Tangse sehingga kian terjaga keasliannya.

Salah satu kopi yang sangat digemari adalah espresso madu. Disini, para pecinta kopi dapat memesannya dengan dua varian rasa, yakni espresso arabica madu maupun espresso robusta madu.

“Madu ini juga berasal dari hutan Tangse. Ini kita beli langsung dari warga disini,” kata Edy Azhari, Kamis (6/8).

Edy menjelaskan, Kecamatan Tangse  kaya akan varian jenis kopi. Mulai dari robusta, arabica hingga liberika. Umumnya, tanaman kopi tersebut merupakan jejak peninggalan masa kolonial Belanda saat melakukan ekspansi di Tanah Rencong.

“Sebenarnya Tangse ini awalnya juga salah satu sentral pengasil kopi robusta. Bahkan kopi arabica juga tumbuh di gunung Halimon dengan ketinggian 900 hingga 1.000 mdpl,” ujar Edi Azhari.

Namun  produksi kopi di Tangse mulai menurun sejak tahun 1997. Pasalnya, para petani mulai menggantikan dengan tanaman kakao. Ini dikarenakan harga kakao di pasaran saat ini kian menggiurkan.

“Padahal, kakao itu tidak dapat hidup di daerah ketinggian dan berhawa dingin seperti di Tangse. Maka sebab itulah kita selaku putra daerah Kembali mengkampanyekan kembali Tangse sebagai sentral penghasil kopi selain  di Tanoh Gayo,” pungkasnya. []

 

Tags: kopi liberika tangsekopi robustaPidie
Previous Post

Harga Emas Melonjak Lagi, Rp1.054.000 Per Gram

Next Post

Pemko Sabang dan Kejaksaan Sosialisasikan Layanan Jaga Dana Desa

Related Posts

Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah Meninggal Dunia

by Riska Zulfira
13 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, Zaini Abdullah, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA)...

RSUD Sigli Disiapkan Jadi Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran UIN AR-Raniry

by Ahmad Mufti
22 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembukaan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh...

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

by Redaksi
30 April 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau Dek Fadh meninjau langsung hasil pembangunan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) di...

Next Post
Pemko Sabang dan Kejaksaan Sosialisasikan Layanan Jaga Dana Desa

Pemko Sabang dan Kejaksaan Sosialisasikan Layanan Jaga Dana Desa

Pemerintah Kembangkan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Pesantren

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co