MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Marak Galian C, Sumur Warga Keumala Kering

Masa Kini by Masa Kini
24 Agustus 2020
in Daerah, Headline, News
0

Kondisi sumur warga di Keumala, Pidie yang kering.[Zian Mustaqin]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Puluhan sumur warga di sejumlah gampong di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Baro, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie mengalami kekeringan.

Dampaknya warga sulit mendapatkan air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

RelatedPosts

GenBI Aceh Didorong Jadi Penggerak Edukasi Ekonomi di Ruang Digital

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

Mantan ART Diduga Curi 13 Mayam Emas

Menurut Keuchik Gampong Kumbang, Kecamatan Keumala, Muhammad, pada masakini.co, mengatakan sumur warga kering sejak dua tahun terakhir.

“Kalau sudah musim kemarau, hampir semua sumur warga yang berada di pinggiran DAS Krueng Baroe, pasti kering. Untuk kebetuhan air, warga pakai sumut warga lainnya yang belum kering, kedalaman sumur juga telah mencapai 8-10 meter dan semakin dalam baru ada air,” ungkap Muhammad, Senin (24/8).

Warga Keumala lainnnya, Muhammad Noer, menyatakan pihaknya sangat kesulitan akibat keringnya sumur.

Ia menduga salah satu penyebabnya aktivitas galian c di sekitar aliran sungai. Sebelumnya sumur warga di pinggiran sungai tak pernah kering, baru terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

“Ada sekitar empat lokasi galian pasir di kawasan Keumala, dikhawatirkan semakin bertambah. Ini bahaya, karena pengaruh ada debit dan ketersediaan air kepada masyarakat,” sebutnya.

Ia juga meminta Pemkab Pidie tidak sembarangan memberikan izin galian dan menertibkan galian yang tidak berizin.

Hal serupa juga disampaikan Anggota DPRK Pidie asal Keumala, Zamzami. Menurutnya sejak beberapa tahun lalu, sumur warga kekeringan setiap musim kemarau.

Ia menduga kejadian tersebut terjadi karena semakin banyak aktifitas galian pasir yang berada di Keumala.

“Kita minta keuchik, jangan sembarangan memberikan izin galian pada perusahaan yang ingin mengambil pasir di sungai. Karena sungai semakin dikeruk, maka air akan semakin dalam,” ungkapnya.

Namun, kata Zamzami bukan berarti tak bisa mengambil pasir sungai, tapi ada lokasi yang tidak boleh.

Ia meminta Pemkab meninjau kembali rekomendasi pertambangan non logam, sehingga pusat tidak dapat mengeluarkan izin sembarangan.

“Dinas hentikan dulu rekomendasi izin tambang atau sejenisnya di sungai Keumala. Kalau yang sudah berizin, harap meninjau kembali. Jangan sampai masyarakat menjadi korban,” tegasnya.[Zian Mustaqin]

Tags: Kecamatan KeumalaKekeringanKrueng BaroPidieSumur Kering
Previous Post

Serba Salah Penjinak Api, “Kami Takut Dipukuli !”

Next Post

Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Related Posts

Kekeringan Turunkan Debit Krueng Aceh, Lumpur Sempat Ganggu Suplai Air Bersih Tirta Mountala

by Redaksi
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Aceh Besar mulai berdampak terhadap layanan air bersih. Menurunnya debit air Sungai Krueng...

Kekeringan Meluas, Pemkab Aceh Besar Percepat Penanganan Krisis Air Bersih

by Riska Zulfira
3 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mempercepat langkah penanganan dampak kekeringan yang mulai meluas di sejumlah wilayah dengan memfokuskan upaya...

El Nino Kuat Mengintai, BMKG Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla di Indonesia

by Ahmad Mufti
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak El Nino kuat yang berpotensi...

Next Post
Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Kasus Corona Meningkat, Warga Sabang Wajib Pakai Masker

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUDZA Banda Aceh Penuh

22 RSUD di Aceh Sudah Miliki Ruang Pinere, Tinggal Simeuleu yang Belum

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co