MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Cegah Covid-19, Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Contoh Rasulullah

Redaksi by Redaksi
23 Oktober 2020
in Nasional, News
0
Cegah Covid-19, Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Contoh Rasulullah

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA . Foto: Satgas Covid-19

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO — Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA menyatakan metode yang dilakukan pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid-19 itu sama seperti protokol Nabi Muhammad saat menghadapi virus di eranya.

Prof. Nasaruddin menyampaikan perkataan Nabi Muhammad kalau berkembang satu virus di suatu tempat jangan pernah masuk ke tempat tersebut dan kalau terlanjur berada di dalamnya jangan keluar dari tempat itu.

RelatedPosts

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

Tradisi Bukber Ramadan dan Makna Kebersamaan, Begini Penjelasan M. Quraish Shihab

Bolehkah Minum Obat Berbahan Dasar Najis? Ini Penjelasannya

“Protokol yang diterapkan itu mencontoh apa yang dilakukan Nabi. Pandemi itu ada. Kalau dibilang tidak ada itu melakukan pembodohan terhadap masyarakat. Tanggung jawab itu nantinya,” ungkap Pro. Nasaruddin dalam talkshow “Santri Sehat Indonesia Kuat” dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Kamis (22/10) pagi.

Sementara itu Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Dr. Masdalina Pane, M.Si (Han) mengatakan metode pengendalian virus di zaman Nabi Muhammad SAW itu masih relevan dengan saat ini yang dikenal dengan istilah masa karantina.

Dr. Masdalina menyebut pandemi ini bukan sesuatu yang baru.

Menurut Dr. Masdalina santri yang tinggal dalam satu populasi cukup lama seperti di pesantren berisiko terpapar virus corona lebih tinggi. Tapi kalau tidak banyak terhubung dengan dunia luar, justru relatif lebih aman. Begitu juga dengan melakukan penanganan karantina di pesantren jauh lebih mudah di banding di lingkungan rumah.

“Santri yang memiliki gejala ringan mohon segera melaporkan pada pengurus agar segera mendapat tindakan. Dan kalau ada petugas kesehatan dari puskesmas setempat melakukan pengecekan, mohon didukung,” kata Dr. Masdalina yang melakukan talkshow ini via Zoom karena sedang bertugas di Ambon, Maluku, dengan perbedaan waktu dua jam lebih cepat dibanding waktu Jakarta.[]

Tags: cucitangancucitangandengansabuningatpesanibuingatpesanibucucitanganingatpesanibujagajarakingatpesanibupakaimaskerjagajarakjagajarakhindarikerumunanpakaimaskersatgascovid19
Previous Post

INFOGRAFIS | Menteri Ketenagakerjaan Luncurkan MangCovid

Next Post

Pangdam IM Beri APD ke Posko Covid-19 di Perbatasan Subulussalam-Sumut

Related Posts

MasakiniTalks | Joel’s Bungalow, Potensi Wisata Saat Pandemi

MasakiniTalks | Joel’s Bungalow, Potensi Wisata Saat Pandemi

by Redaksi
25 Februari 2021
0

5.080 Vaksin Sinovac Tiba di Aceh Besar

MPU Aceh: Vaksin Covid-19 Suci dan Halal

by Masa Kini
14 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sependapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat terkait kesucian dan kehalalan vaksin covid-19....

Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi

10 Warga Banda Aceh Konfirmasi Positif Covid-19

by Masa Kini
11 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Delapan pasien Covid-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Empat diantaranya merupakan warga Kota Langsa sebanyak empat orang. Menurut Jubir...

Next Post
Pangdam IM Beri APD ke Posko Covid-19 di Perbatasan Subulussalam-Sumut

Pangdam IM Beri APD ke Posko Covid-19 di Perbatasan Subulussalam-Sumut

Paripurna Usulan Hak Angket DPRA 27 Oktober 2020

Paripurna Usulan Hak Angket DPRA 27 Oktober 2020

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co