MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Februari 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Sekda Aceh Minta Nakes Pahami Pedoman Kemenkes

Masa Kini by Masa Kini
27 Oktober 2020
in Daerah
0
Sekda Aceh Minta Nakes Pahami Pedoman Kemenkes
Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO– Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, meminta para tenaga kesehatan untuk memahami pedoman penanganan covid yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Taqwallah, pada acara pembekalan Gerakan Nakes Aceh Cegah Covid-19 atau disingkat Gencar kepada tenaga kesehatan dari Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Singkil dan Simeulue, via konferensi video di Ruang Rapat Sekda, Selasa, 27/10.

RelatedPosts

Aceh Besar Raih Penghargaan BRIN, Nilai IDSD 2025 Tembus 3,80

Kanji Glee Taron, Paduan 44 Dedaunan Hutan yang Jadi Primadona Berbuka di Aceh Besar

Sambai Oen Peugaga, Kuliner Ramadan Penuh Khasiat

“Kami mengimbau seluruh nakes Aceh agar memiliki dan terus mempelajari buku pedoman penanganan Covid-19 revisi kelima yang bersampul merah dari Kemenkes RI. Dengan demikian, ada pemahaman yang sama terkait penanganan pasien,” ujar Sekda.

Dalam sambutannya, Sekda kembali mengajak nakes Aceh untuk terus bersatu padu dan menjaga kekompakan dalam mensukseskan Gencar Covid-19, karena gerakan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Bumi Serambi Mekah.

“Mari satukan tekad, ini adalah bentuk lain dari ikhtiar kita memutus penyebaran Covid-19. Tetap saling menguatkan dan tidak saling menyalahkan demi mensukseskan Gencar. Terus pelajari pedoman penanganan. Setiap daerah tentu menemui masalah yang berbeda. Oleh karena itu, saling berbagi pengalaman tentu sangat penting.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengimbau Bupati/Wali Kota agar benar-benar mengaktifkan Satgas Covid-19. Sekda juga menegaskan, bahwa seluruh upaya yang dilakukan pemerintah adalah untuk menekan penyebaran Covid-19. Untuk itu, seluruh nakes diimbau untuk tetap fokus dan memaklumi setiap nada sumbang yang muncul.

“Apapun yang kita lakukan adalah untuk kebaikan, jika ada yang protes dimaklumi saja. Fokus kita tidak boleh berubah. Sekali lagi, tetap semangat, tetap fokus,” kata Taqwallah.

Liason Officer BNPB, Abdul Hafil Fuddin, yang turut hadir dalam kegiatan ini, mengapresiasi Gencar covid-19 yang diluncurkan Pemerintah Aceh. Mantan Pangdam Iskandar Muda itu meyakini, besarnya persentase nakes yang terlibat dalam Gencar, jika dibandingkan dengan jumlah pasien, akan memberi dampak signifikan bagi upaya memutus maya rantai penyebaran Covid-19.

“Apa yang dilakukan pemerintah Aceh sudah sangat baik. Saya juga mengapresiasi aparatur Pemerintah Aceh yang terlibat dalam upaya pencegahan covid-19 karena meski tidak ada bayaran, semua tetap berpartisipasi. Rakyat menunggu kerja-kerja kita, kami berharap semua dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mengaplikasikan hasil yang didapat. Jika bekerja dengan hati, Insya Allah pandemi ini mampu kita cegah karena persentase Nakes lebih besar dari jumlah pasien, selamat bekerja untuk kita semua,” ujar LO BNPB itu.

Sementara itu, DR Syahrul yang menjadi pemateri dalam pembekalan Gencar Covid-19 ini, kembali menegaskan pentingnya pemahaman bersama dari para nakes Aceh, agar upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 berjalan sukses.

“Tujuan utama Gencar adalah memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh. Oleh karena itu, butuh kesamaan pemahaman dari para nakes. Dengan demikian, masyarakat di seluruh Aceh memiliki pengetahuan yang sama dan turut berperan aktif dalam upaya pencegahan Covid-19,” ujar mantan Dirut RSUDZA itu.

DR Syahrul mencontohkan, keberhasilan Pakistan dalam menekan penyebaran Covid-19 adalah karena peran serta masyarakat.

“Perlu upaya masif dan menyeluruh. Pedoman penanganan covid sudah direvisi 5 kali. Revisi ini dilakukan karena perkembangan Covid-19 juga berubah seiring waktu. Ada metode-metode baru yang diformulasikan oleh para pengambil kebijakan dalam penanganan pencegahan virus ini. Pemahaman yang baik dari para nakes tentu akan mempermudah masyarakat untuk lebih tahu dan mau secara ikhlas dan sukarela terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19,” sambung DR Syahrul.

DR Syahrul menjelaskan, bahwa virus corona sangat menular. Dengan ukurannya yang hanya sebesar 0,1 mikron, maka dari 1 orang virus ini mampu menginveksi 30 orang dalam waktu singkat.

“Penularan virus ini sangat cepat. Hanya dalam waktu 4 bulan, Badan Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan virus ini sebagai pandemi global,” imbuh DR Syahrul.

Sebagaimana diketahui, sejak ditemukan pertama kali di penghujung Desember 2019, WHO menetapkan Covid-19 sebagai pandemi glibal di hulan Maret. Di Aceh, kasus Covid pertama ditemukan pada bulan Maret, 5 orang dinyatakan positif Covid. Hanya dalam tempo 7 bulan, jumlahnya telah mencapai 7 ribu kasus lebih.

“Dengan program Gencar yang melibatkan ribuan nakes se-Aceh, kita harus optimis, penyebaran virus ini mampu kita tekan. Ingat, setelah semua usaha dan ikhtiar kita lakukan, maka hal penting lain yang harus kita lakukan adalah mengingat Allah, memohon pada Allah agar Allah menunjukkan jalan bagi kita untuk menemukan penawar virus ini,” pungkas DR Syahrul. []

Tags: cucitangancucitangandengansabuningatpesanibuingatpesanibucucitanganingatpesanibujagajarakingatpesanibupakaimaskerjagajarakjagajarakhindarikerumunanpakaimaskersatgascovid19
Previous Post

Danrem 011/Lilawangsa Panen Udang Windu Budidaya Prajurit TNI

Next Post

Masuk Musim Libur, Tiga Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah

Related Posts

MasakiniTalks | Joel’s Bungalow, Potensi Wisata Saat Pandemi

MasakiniTalks | Joel’s Bungalow, Potensi Wisata Saat Pandemi

by Redaksi
25 Februari 2021
0

5.080 Vaksin Sinovac Tiba di Aceh Besar

MPU Aceh: Vaksin Covid-19 Suci dan Halal

by Masa Kini
14 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sependapat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat terkait kesucian dan kehalalan vaksin covid-19....

Salat Idul Fitri di Tengah Pandemi

10 Warga Banda Aceh Konfirmasi Positif Covid-19

by Masa Kini
11 Januari 2021
0

MASAKINI.CO - Delapan pasien Covid-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Empat diantaranya merupakan warga Kota Langsa sebanyak empat orang. Menurut Jubir...

Next Post
4.277 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh

Masuk Musim Libur, Tiga Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah

Lagi, Dua Siswa Aceh Boyong Medali di Kompetisi Internasional Macau

Lagi, Dua Siswa Aceh Boyong Medali di Kompetisi Internasional Macau

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co