MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Dam Parit Bantu Tingkatkan Produksi Padi di Toli Toli

Redaksi by Redaksi
20 Januari 2021
in Daerah, News
0
Dam Parit Bantu Tingkatkan Produksi Padi di Toli Toli

Pembangunan dam parit diprakarsai Kementerian Pertanian RI membantu petani kekurangan air di lahan pertanian di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tengah. Dok Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pentingnya ketersediaan air untuk pertanian sangat disadari oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

Pembangunan dam parit telah mengatasi kekurangan air di lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas di Desa Ogomoli, Kecamatan Galang, Kabupaten Toli Toli, Sulawesi Tengah.

RelatedPosts

UIN Ar-Raniry Siapkan 2.000 Paket Iftar per Hari, Terbuka untuk Mahasiswa dan Warga Sekitar

Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan, Ustaz Razi: Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

Tubuh Terasa Berenergi atau Lelah saat Puasa? Ini Penyebabnya

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pembangunan embung atau dam parit untuk mengantisipasi kemungkinan adanya El-Nino atau musim kering.

Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

“Pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber-sumber mata air di tempat lain. Luas layanan minimal 25 Ha (tanaman pangan), 20 Ha (hortikultura, perkebunan, dan peternakan),” ujar Mentan SYL, Selasa (19/1).

Menurut Mentan SYL, pembuatan dam parit untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif.

“Masyarakat dan para petani diharapkan bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah,” pintanya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, program dan bantuan dam parit yang dijalankan Kementan bertujuan untuk meningkatkan luas areal tanam dan peningkatan angka produksi pertanian.

Pasalnya, air irigasi merupakan faktor utama berhasil dan tidaknya usaha pertanian dan kunci meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas dan perluasan areal tanam baru sehingga produksi pangan terus meningkat.

“Dengan adanya dam parit air sungai dapat ditahan dan ditampung untuk selanjutnya dapat dialirkan ke lahan pertanian. Untuk itu yang menjadi skala prioritas alokasi kegiatan embung pertanian adalah pada lokasi yang rawan terdampak bencana kekeringan akibat anomali iklim,” beber Sarwo Edhy.

Bupati Toli Toli, Saleh Bantilan sangat mengapresiasi bantuan pusat ini. Menurutnya, dengan adanya dam parit, selama ini pertanaman menjadi sangat mudah mendapatkan air.

“Dengan adanya bantuan tersebut tentu kami berharap IP ditingkatkan, agar di masa pandemic ini pertanaman dan panen jalan terus,” ujar Bupati Saleh.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan Gayus Balawera mengungkapkan, program Kementan dalam meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas dan bertambahnya luas tanam melalui bantuan dam parit sangat memberikan solusi nyata bagi petani di Kabupaten Toli Toli khususnya petani di Poktan Tunas Harapan.

Pembangunan dam parit telah mengatasi kekurangan air di lahan pertanian yang selama ini merupakan masalah klasik yang dihadapi petani pada musim kemarau.

“Para petani melalui ketua kelompok dan penyuluh pertanian menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo dan Dirjen PSP Sarwo Edhy yang sudah mengalokasikan bantuan pembangunan dam parit. Dulu untuk peroleh air irigasi cukup susah dan produksi padi tidak banyak, tapi kini lahan terairi bertambah luas dan produksi naik,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dalam mempercepat pembangunan dam parit bantuan Kementan tersebut, para petani sangat antusias melakukan swadaya tenaga sehingga dam parit dengan cepat selesai dibangun.

Alhasil, luas lahan yang terairi bertambah luas dan produksi padi pun meningkat karena tanaman mendapatkan asupan air irigasi yang cukup bahkan melimpah.

“Sebelum adanya pembangunan dam parit produktivitas padi hanya mencapai 4,7 ton perhektar, tapi sekarang bisa mencapai 5,7 ton. Luas lahan yang terairi sekarang bisa mengairi hingga 125 hektar,” jelasnya.[]

Tags: dam paritDirjen PSP Sarwo Edhykementerian pertanianMenteri Pertanian Syahrul Yasin LimpoPoktanToli Toli
Previous Post

Tongkat Komando Lanud Sultan Iskandar Muda Diserahterimakan

Next Post

KPK : Baru 15 Persen Penyelenggara Negara yang Laporkan Hartanya

Related Posts

Alokasi Pupuk Bersubsidi Sumut 2021 Bertambah Jadi 361.861 Ton

Kementan Tambah Alokasi Pupuk Subsidi untuk Aceh

by Alfath Asmunda
31 Maret 2024
0

MASAKINI.CO - Kementerian Pertanian menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk Aceh. Tambahan tersebut meliputi pupuk organik sebanyak 14.643 ton dari yang...

Mentan Syahrul Yasin Limpo ‘Hilang’, Dirjen Imigrasi: Belum Ada Perintah Cekal

Mentan Syahrul Yasin Limpo ‘Hilang’, Dirjen Imigrasi: Belum Ada Perintah Cekal

by Alfath Asmunda
4 Oktober 2023
0

MASAKINI.CO - Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM), Silmy Karim, menyatakan belum ada perintah cegah...

Petani Aceh Besar dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

Petani Aceh Besar dapat Bantuan Alsintan dari Kementan

by Alfath Asmunda
26 November 2022
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 11 kelompok tani di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian...

Next Post
KPK : Baru 15 Persen Penyelenggara Negara yang Laporkan Hartanya

KPK : Baru 15 Persen Penyelenggara Negara yang Laporkan Hartanya

PGRI : Peniadaan Seleksi Guru CPNS Tindakan Diskriminasi

PGRI : Peniadaan Seleksi Guru CPNS Tindakan Diskriminasi

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co