MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pilu Nasib Anak di Tanah Serambi Mekkah

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
18 April 2021
in Daerah, Headline
0
Pilu Nasib Anak di Tanah Serambi Mekkah

Direktur Flower Aceh, Riswati. (foto: masakini.co/Missanur Refasesa)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Aceh laksana fenomena gunung es. Kasus yang terungkap hanya sebagian kecil, lantaran korban atau keluarga korban kebanyakan memilih bungkam. 

Direktur Flower Aceh, Riswati menilai faktor ‘mendiamkan’ tersebut dipengaruhi oleh beragam sebab. Sering, korban atau keluarga korban takut jika melapor nantinya akan menimbulkan persoalan baru. Belum lagi ditambah soal stereotipe yang hadir di komunitas korban.

RelatedPosts

Nyaris 200 Anak Diduga Keracunan MBG di SP Mamplam, Polisi Segel Lokasi

Peukan Raya Ramadan 2026 Resmi Dibuka, Illiza Targetkan 10 Ribu Pengunjung per Hari

Wali Kota Lepas 50 Petugas Satpol PP/WH ke 5 Kecamatan di Banda Aceh

Kerap juga, kata Riswati, keengganan melapor kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di Aceh itu, lantaran si korban atau keluarga tak tahu harus mengadu ke mana. Kasus yang demikian kerap terjadi pada korban dari latar belakang keluarga pra-sejahtera.

Sementara penyebab lain, banyak korban enggan melapor karena pelakunya tidak lain adalah orang terdekat korban, alias keluarga sendiri. 

Riswati menyebut, berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (p2tp2a) Aceh serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kasus kekerasan seksual pada anak tahun 2020 mencapai 159 kasus.

Angka ini memang turun beberapa digit dari tahun sebelumnya, yakni 166 kasus. 

“Tapi data-data ini jangan kita pikir kalau itu sudah turun, bisa jadi orang khawatir melakukan pelaporan kasus-kasus,” katanya pada masakini.co, Sabtu (18/4/2021). 

Riswati menyoroti kasus kekerasan seksual terhadap anak, dan maupun kepada perempuan, mestinya tak terjadi di Aceh. Katanya, itu karena daerah berjuluk Serambi Mekkah ini menerapkan hukum syariat Islam. 

Harusnya penerapan hukum syariat Islam mewujudkan kemaslahatan dan rahmatan lil’alamin untuk semua masyarakat Aceh. “Tapi saat ini tidak dirasakan maksimal oleh perempuan dan anak,” ujarnya. 

Dia mendorong semua pihak untuk menatap kasus ini secara serius dan mencari solusi bersama. Katanya, upaya pemulihan korban kekerasan seksual baik terhadap anak maupun perempuan, menjadi tanggung jawab semua. 

Sebab menurut Riswati, kasus-kasus tersebut sangat berkaitan dengan dimensi Sosial, Hukum, Budaya dan Hak Asasi Manusia. 

Saat ini Flower Aceh dan LSM terkait lainnya sedang mengawal pembentukan Rancangan Aksi Daerah (RAD) Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (P3AKS). 

Kata Riswati, banyak pihak berkeinginan RAD P3AKS itu agar segera dijadikan Peraturan Gubernur atau Pergub.

“Ini bisa menjadi payung hukum untuk menangani kasus soal kekerasan terhadap anak dan perempuan, termasuk di Aceh. Di nasional sudah disahkan, tinggal di Aceh ini didorong untuk dipergubkan,” pungkasnya. 

Reporter: Missanur Refasesa

Tags: anakFlower Acehkasus kekerasan anak dan perempuanp2tp2a AcehperempuanRAD P3AKSRiswati
Previous Post

AJI Banda Aceh Gelar Pelatihan Jurnalisme Terkait Isu Perempuan & Anak

Next Post

Safari Ramadan Keurukon Katibul Wali Nanggroe, dari Meuseuraya sampai Ibadah

Related Posts

Flower Desak Pemerintah Respons Cepat Bencana Banjir di Aceh

by Ulfah
29 November 2025
0

MASAKINI.CO - Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat...

Ancaman KBGO bagi Perempuan, Lindungi Ruang Digital dari Kekerasan

by Ulfah
27 November 2025
0

MASAKINI.CO - Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) saat ini semakin mengancam ruang aman perempuan Indonesia, termasuk di Aceh. Padahal,...

Remaja di Aceh Dilatih Jadi Pemimpin Muda Bidang Kesehatan Lewat Bootcamp

Remaja di Aceh Dilatih Jadi Pemimpin Muda Bidang Kesehatan Lewat Bootcamp

by Ulfah
19 September 2025
0

MASAKINI.CO – Puluhan perwakilan remaja dari seluruh kabupaten/kota se-Aceh dilatih menjadi pemimpin muda di bidang kesehatan, melalui Youth Health Leadership...

Next Post
Safari Ramadan Keurukon Katibul Wali Nanggroe, dari Meuseuraya sampai Ibadah

Safari Ramadan Keurukon Katibul Wali Nanggroe, dari Meuseuraya sampai Ibadah

Menteri Kesehatan: Vaksinasi di Aceh Berjalan Lambat

Menteri Kesehatan: Vaksinasi di Aceh Berjalan Lambat

Discussion about this post

CERITA

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co