Organisasi Pers di Aceh Harap Pembakar Rumah Wartawan Segera Ditangkap

Konferensi pers lintas organisasi terkait pembakaran rumah wartawan di Aceh, Selasa 11/1/2022. (foto: masakini.co/Alfath)

Bagikan

Organisasi Pers di Aceh Harap Pembakar Rumah Wartawan Segera Ditangkap

Konferensi pers lintas organisasi terkait pembakaran rumah wartawan di Aceh, Selasa 11/1/2022. (foto: masakini.co/Alfath)

MASAKINI.CO – Lintas organisasi pers di Aceh meminta Polisi Militer Kodam Iskandar Muda (Pomdam IM) segera mengungkap pelaku pembakar rumah wartawan Asnawi Luwi. Organisasi pers di Aceh juga mendesak, kasus tersebut digelar secara peradilan koneksitas. Sebab, dugaan pelaku yang membakar rumah Asnawi itu lebih dari satu orang.

“Karena pelaku diduga bukan hanya dari militer, tapi juga kemungkinan dilakukan berjejaring. Jika kasus ini terkait pemberitaan, artinya tidak boleh masuk kriminal murni, itu kuncinya harus melalui Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999. Kami mendorong supaya ada peradilan koneksitas,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, Juli Amin, Selasa (11/1/2022).

Dia menyebut, kasus yang menimpa Asnawi ini tidak dialami oleh yang bersangkutan sendiri, melainkan di dalam rumah yang dibakar itu juga ada istri dan anaknya. Aksi pelaku turut mengancam keselamatan semua nyawa yang ada di rumah tersebut.

“Bayangkan sisi trauma anak-anak beliau. Ini adalah kriminal berat, di situ dia punya anak tiga orang, logikanya jika seandainya mereka tidur di kamar utama yang dibakar itu, mereka itu habis semuanya, jadi di situ ada penyertaan, kita buka KUHP Pasal 89 sampai 94 itu menerangkan tentang koneksitas,” ujarnya.

Sementara itu, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Nasir Nurdin, mengatakan, pihaknya meminta agar pelaku pembakaran rumah Asnawi Luwi, wartawan Serambi Indonesia di Kutacane, Aceh Tenggara yang terjadi pada akhir Juli 2019 agar dihukum berat.

“Usai kasus ini dilimpahkan Polda Aceh ke Pomdam IM, kami berharap secepatnya Pomdam IM secepatnya bisa memberikan kepastian hukum terhadap korban. Sudah dua tahun lebih kasus ini tanpa ada kepastian hukum,” ujarnya.

“Kami lintas organisasi profesi wartawan di Aceh akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami juga berharap, sistem peradilannya nanti memberi akses seluas-luasnya kepada masyarakat,” kata Nasir Nurdin.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris PFI Aceh, Eko Deni Saputra. Dia berharap Pomdam IM segera mengungkap motif dan menangkap pelaku sekaligus aktor pembakaran rumah wartawan Asnawi Luwi.

“PFI sepakat bersama-sama lintas organisasi pers untuk mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Organisasi pers di Aceh yang terlibat dalam advokasi kasus pembakaran rumah wartawan Asnawi Luwi di Aceh Tenggara itu terdiri dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist