MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Peringati 17 Tahun Damai Aceh, Korban Konflik Tulis ‘Surat Harapan’

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
13 Agustus 2022
in News
0

Ilustrasi foto korban pelanggaran HAM pada masa konflik Aceh. (foto: masakini.co/Alfath)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sejumlah lembaga masyarakat sipil dan lintas perkumpulan anak muda di Aceh menggelar peringatan Hari Perdamaian Aceh, yang jatuh saban tahunnya di tanggal 15 Agustus. Dalam peringatan tersebut, sejumlah penyintas konflik Aceh akan membaca ‘Surat Harapan’ yang ditulis bersama-sama.

“Inisiatif merayakan perdamaian Aceh tahun ini terinspirasi dari pembacaan Dokumen Rencana Pembangunan Aceh (PRA) yang berisi 14 isu, salah satunya Perdamaian Berkelanjutan. Namun isinya berisi intervensi ekonomi terhadap tapol-napol dan korban konflik, tanpa definisi yang jelas mengenai siapa korban konflik yang dimaksud dalam dokumen tersebut. Ini tentu saja ironis,” kata akademisi sekaligus aktivis perempuan Aceh, Khairani Arifin, Sabtu (13/8/2022).

RelatedPosts

Cegah Stunting, Pidie Jaya Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Rawan Stunting

9 Wilayah Aceh Diprakirakan Hujan Malam Ini

Dua Pelajar Diamankan Terkait Dugaan Curanmor di Banda Aceh, Dua Motor Disita

Dia menuturkan, berdasarkan data yang diekspose Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh, terdapat 5.264 pernyataan korban yang telah diambil sebagai bagian dari upaya pengungkapan kebenaran. Tentu saja, katanya, belum semua korban masuk dalam database. Selain itu, ada banyak sekali permasalahan pasca perdamaian yang harusnya dicicil untuk diselesaikan.

“Dokumen panduan perencanaan tersebut perlu dikoreksi dan dipertajam. Salah satunya dengan menghelat kegiatan ini, yang memadukan aspirasi lewat surat-surat yang ditulis korban pelanggaran HAM terkait harapan mereka, sekaligus ungkapan kekecewaan dan kritik atas dokumen RPA yang tidak berperspektif korban,” ujarnya.

“Peringatan 17 tahun perdamaian Aceh ingin menegaskan betapa penting dan mendesaknya agenda pemenuhan hak korban konflik,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator KontraS Aceh, Hendra Saputra, menyoroti rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) tentang program aksi pemulihan korban dugaan pelanggaran HAM berat di Aceh. Agenda pemulihan korban ini menjadi bagian dari penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu melalui mekanisme non-yudisial, alias di luar proses hukum.

“Pada prinsipnya, langkah-langkah pemerintah mengenai reparasi korban atas peristiwa kekerasan yang dialaminya di masa lalu, merupakan hal penting dan perlu segera direalisasikan. Namun, program ini patut juga ditelisik lebih jauh,” katanya.

Menurut Hendra, aspek pemulihan korban tentunya merupakan tahapan lanjut dari serangkaian aspek-aspek lain yang saling mengikat dan tak bisa dikesampingkan satu sama lain.

Salah satu yang terpenting yakni ‘pengungkapan kebenaran’ bagi para korban sebagai satu tahapan awal untuk menguak secara utuh kekerasan semasa konflik yang dialaminya, meliputi jenis kekerasan, terduga pelaku, pola dan motif kekerasan tersebut hingga dampak yang dialaminya, baik dari sisi sosial, ekonomi dan psikologis korban.

“Tanpa pengungkapan kebenaran, agenda pemulihan korban itu tampak hanya jadi ajang ‘cuci tangan’ negara mengenai peristiwa pelanggaran HAM masa lalu di Aceh,” ujar Hendra Saputra.

Peran Generasi Muda

Sebagai strategi mencegah berulangnya konflik, pelibatan orang muda dalam kampanye perdamaian Aceh berarti menambah katalisator perdamaian Aceh. Dalam sebuah rapid assessment yang dilakukan KontraS Aceh ditemukan, bahwa orang muda di Aceh hari ini semakin berjarak dengan kisah-kisah pelanggaran HAM masa lalu.

“Sehingga penting sekali membuat banyak kegiatan yang melibatkan orang muda secara partisipatif. Sebagaimana kegiatan Letter of Hope ini,” ujar Ketua Divisi Kampanye dan Advokasi KontraS Aceh, Azharul Husna.

Selain pembacaan ‘Surat Harapan’ yang telah ditulis sejumlah penyintas konflik Aceh, acara ini turut menyuguhkan diskusi publik dengan pembicara dari tokoh perempuan Khairani Arifin, Koordinator KontraS Aceh Hendra Saputra, perwakilan komunitas korban dari Nagan Raya Syarifah, serta seniman muda Arifa Safura. Tak hanya itu, juga ada pembacaan puisi oleh Vandols dan penampilan musik oleh DJ Rencong

Tags: 17 Tahun Damai AcehHari Damai AcehKontraS AcehKorban KonflikSurat Harapan
Previous Post

Aceh Besar Bentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting

Next Post

Sambut HUT RI, Pemuda di Aceh Minta Implementasi UUPA Dikawal

Related Posts

DLHK3 Kerahkan 75 Petugas Bersihkan Banda Aceh Pasca Kericuhan Hari Damai Aceh

by Aininadhirah
16 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan kondisi ibu kota Aceh kembali aman dan kondusif setelah insiden yang terjadi di kawasan...

Fadhlullah: Jaga Perdamaian Aceh, Tidak Ada Keuntungan dalam Keributan

by Riska Zulfira
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun....

Mualem Ajak Warga Aceh Rawat Perdamaian, Bukan Sekadar Diperingati

by Redaksi
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga dan merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21...

Next Post
Sambut HUT RI, Pemuda di Aceh Minta Implementasi UUPA Dikawal

Sambut HUT RI, Pemuda di Aceh Minta Implementasi UUPA Dikawal

BRILiaN Young Leader Indonesia, Upaya BRI Ciptakan Talenta Unggul

BRILiaN Young Leader Indonesia, Upaya BRI Ciptakan Talenta Unggul

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co