MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Juni 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Jaga Pola Makan, Asuh, dan Sanitasi Agar Stunting Kandas

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
5 November 2022
in News
0
Jaga Pola Makan, Asuh, dan Sanitasi Agar Stunting Kandas

dr. Iflan Nauval, ahli gizi dari Universitas Syiah Kuala (USK). (sumber foto: dialeksis.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ancaman stunting atau kurang gizi yang mendera anak-anak di Aceh bahkan sejak masih di dalam kandungan, bisa dicegah lewat memperbaiki pola asupan. Dari hulu, stunting bisa diatasi lewat calon ibu dan ayah yang peka untuk mengkonsumsi makanan bergizi.

Menurut ahli gizi dari Universitas Syiah Kuala (USK) dr. Iflan Nauval, para calon ibu dan ayah sebisa mungkin mempersiapkan diri dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Tidak harus makanan mahal, melainkan bisa memanfaatkan sumber makanan yang terkandung melimpah dalam bumi Aceh.

RelatedPosts

Mendikdasmen Targetkan Sekolah Terdampak Bencana di Pidie Kembali Normal Tahun Ajaran Baru

Jaksa Ajukan Kasasi atas Putusan Bebas Dua Terdakwa Korupsi Wastafel

Mendikdasmen Resmikan 21 Sekolah Hasil Revitalisasi di Pidie, Nilai Bantuan Capai Rp24,17 Miliar

Sumber asupan itu semisal sayur-sayuran, ikan dari laut atau air tawar, telur dan beragam makanan lainnya yang mengandung gizi cukup baik.

“Tak harus makanan berbentuk kemasan dari pabrik. Sumber asupan dari bumi Aceh yang murah meriah itu saja jauh lebih dari cukup,” katanya, Sabtu (5/11).

Dia mewanti-wanti calon ibu dan ayah agar tidak berlebihan mengkonsumsi makanan jank food atau fast food. Sebab, tuturnya, makanan yang saat ini menjamur di seantero Aceh itu, bisa berdampak buruk terhadap kesehatan.

Sekilas, tampilan makanan junk food memang sangat menggiurkan lidah. Namun efek buruknya mengintai tak kenal usia. Orang-orang muda yang kelak jadi calon ibu dan ayah, berpotensi tubuhnya mengalami radang berkepanjangan dan memicu sel-sel tidak beregenerasi secara optimal.

Efek buruk makanan junk food menyasar hingga ke sel telur yang dihasilkan calon ibu. Begitu pun sel sperma calon ayah, yang jauh dari kualitas baik.

“Jadi, penting bagi calon ibu menjaga sel telur dan calon ayah menjaga sel sperma dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi,” ujar Iflan.

Selain itu, beber dokter ahli gizi tersebut, calon ibu dan ayah sebisa mungkin memperhatikan kesehatan masing-masing dan rajin berolahraga.

Sementara bagi ibu-ibu yang sudah hamil, selain wajib mengkonsumsi makanan bergizi, disarankan menjaga agar tubuh tetap prima dan tidak mudah stres. Peran seorang ayah dalam hal ini, kata Iflan, penting demi tumbuh kembang anak yang tengah dikandung jadi lebih baik.

“Artinya, pada masa hamil ini bukan hanya peran perempuan semata, melainkan juga laki-laki,” jelasnya.

Kemudian pada saat usia kehamilan memasuki 3 bulan pertama, ini merupakan masa-masa penting perkembangan dari sel-sel otak saraf janin.

Karena itu, memeriksakan diri ke bidan atau dokter spesialis kandungan supaya diberikan pemahaman terhadap pentingnya menjaga kehamilan pada 3 bulan pertama. Bisa juga konsultasi ke dokter spesialis gizi, agar bisa diberikan menu atau pilihan-pilihan makanan layak konsumsi sehari-hari yang dapat disesuaikan.

“Sehingga dengan kualitas kehamilan bagus ini, membuat janin yang lahir itu sehat dan berkembang dengan cepat,” kata Iflan.

Ketika anak telah lahir, peran asuh ibu dan ayah juga sangat menentukan perkembangan anak. Mengatur pemilihan makanan yang baik, seperti Makanan Pendamping Asi (MPASI) mutlak harus dilakukan. Di samping itu, juga perlu membawa anak ke Posyandu.

Sementara intervensi lain mencegah anak terhindar stunting, menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Aceh, Sulasmi, adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Orang tua, ungkap Sulasmi, jika membiarkan rumahnya tercemar sanitasi yang buruk, memungkin sang anak terkena stunting.

Dia mengakui persoalan ini tantangan bagi semua pihak, sebab tak semua masyarakat Aceh mampu menghadirkan sanitasi yang baik, salah satunya terkait air bersih.

Maka dari itu menurut Sulasmi, masalah stunting di Aceh saat ini multisektoral. “Tak bisa ditumpukkan pada sektor kesehatan saja,” akunya.

Perbaikan infrastruktur, ketersediaan akses air bersih, dan terus memupuk kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, bagian dari ikhtiar menjaga anak-anak Aceh bebas dari stunting.

Tags: Dinkes Acehdr Iflan NauvalPola AsuhPola MakanSanitasiStunting
Previous Post

Nestapa Pasien Kritis Terjebak Banjir di Aceh Tamiang

Next Post

Banjir di Tamiang: Jalur Transportasi Masih Lumpuh, Bantuan Diangkut Pakai Helikopter

Related Posts

Cegah Penyakit Bawaan, Jemaah Haji Aceh Dipantau 14 Hari Setelah Pulang

by Riska Zulfira
15 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan sistem pemantauan kesehatan selama 14 hari bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air....

Presiden Yakin MBG Akan Berhasil dan Gerakkan Ekonomi Desa

by Ahlul Fikar
4 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berhasil dan memberikan dampak besar, tidak...

Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, Fokus Cegah Stunting

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, turun langsung meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas...

Next Post
Banjir di Tamiang: Jalur Transportasi Masih Lumpuh, Bantuan Diangkut Pakai Helikopter

Banjir di Tamiang: Jalur Transportasi Masih Lumpuh, Bantuan Diangkut Pakai Helikopter

BRI Luncurkan Web Series “Modus Operandi”

BRI Luncurkan Web Series “Modus Operandi”

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co