MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Posyandu dan Puskesmas, Garda Depan Pengendali Stunting

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
9 November 2022
in Daerah
0
Cegah Stunting dengan Kenali Penyebabnya

Illustrasi stunting. (foto: dok suara.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Posyandu dan Puskesmas jadi garda paling depan untuk mempercepat penurun stunting. Di sana, para balita dipantau pertumbuhannya melalui penimbangan dan pengukuran. Selain itu, pengisian Kartu Menuju Sehat (KMS), pemberian kapsul vitamin A, praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).

Di Posyandu dan Puskesmas juga ada pendidikan gizi bagi ibu yang sedang punya balita dan kelas ibu hamil. Kemudian, pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri untuk atasi anemia.

RelatedPosts

Unta Mini dan Fragmen Cut Nyak Dhien Curi Perhatian di Pawai 1 Muharram Aceh

Ribuan Warga Semarakan Pawai 1 Muharram Aceh Besar

Pemerintah Aceh, DPRA dan Forbes Sepakat Fokus Revisi UUPA pada Kewenangan dan Fiskal

Kader Posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas senantiasa  mengingatkan masyarakat yang memiliki bayi untuk memberi ASI eksklusif, yaitu bayi usia 0 sampai 6 bulan hanya mendapat ASI saja.

Selanjutnya, bayi dapat mengonsumsi Makanan Pendamping ASI mulai usia 6 bulan serta meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

Para kader di Posyandu juga memberi Penyuluhan PMBA yang diberikan di Posyandu. Hasil dari penyuluhan ini harus dipraktikkan di rumah supaya Balita mendapatkan asupan makanan bergizi yang sesuai dengan kebutuhannya.

Sehingga, daya tahan tubuhnya menjadi lebih baik, dan anak jarang sakit, terhindar dari risiko stunting.

Tak hanya kepada bayi dan balita, para ibu hamil dianjurkan untuk rutin mengikuti kelas ibu hamil agar ibu dan calon anak sehat serta terhindar dari risiko stunting.

Demikian pula pada remaja. Mereka ditekankan untuk mengonsumsi TTD secara teratur agar terhindar dari Anemia (kurang darah). Konsumsi TTD ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan sebagai persiapan menjadi calon ibu kelak yang sehat.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh dr. Sulasmi, mengatakan bahwa ada 10 program penurunan stunting yang dilaksanakan baik sebelum hamil, saat hamil, dan setelah lahir.

“Pencegahan awal ada pada remaja putri terlebih dahulu. Sebab remaja putri ini, masuk tiga sasaran program penurunan stunting, selain ibu hamil dan balita,” kata Sulasmi, Sabtu (9/11).

Melalui sepuluh program penurunan stunting itu, ungkap Sulasmi, sasaran yang ditujukan kepada remaja putri yakni pemberian TTD seminggu satu kali untuk satu tablet dan pemeriksaan kesehatan termasuk kadar hemagoblin pada siswa kelas tujuh dan kelas sepuluh.

“Kalau untuk ibu hamil itu pemeriksaan kehamilan dengan antenatal care sebanyak enam kali dan dua kali dengan dokter termasuk USG, selanjutnya juga memberikan TTD minimal 90 tablet setelah kehamilan, dan ibu hamil juga perlu makanan tambahan. Jadi kita berikan makanan tambahan KEK berupa protein hewani,” sebutnya.

Sementara program yang dilakukan setelah lahir, yakni pemantauan tumbuh kembang anak dengan penimbangan, pengukuran panjang badan dan pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu.

“Program pemberian ASI ekslusif juga termasuk dari sejak lahir hingga umur enam bulan, program memberikan makanan tambahan protein hewani bagi anak 12 hingga 23 bulan berupa telur dan protein lainnya,” kata Sulasmi.

“Dan pemberian makanan tambahan balita di usia kurang dari enam bulan formula 75 dan 100 untuk balita kurang gizi,” tambahnya.

Selain itu, ungkap Sulasmi, peningkatan cakupan dan imunisasi baik pelayanan rutin kampanye bulan imunisasi dasar dan tiga imunisasi tambahan.

“Ingat pentingnya imunisasi terhadap anak sehingga dapat mencegah terjadi stunting,” tutup Sulasmi.

Tags: Dinkes AcehPosyanduPuskesmasStunting
Previous Post

Lagi! BNI Dukung UMKM Diaspora Ekspansi di Inggris

Next Post

FKKS Diminta Aktif Gemakan Wisata Sejarah di Sabang

Related Posts

Cegah Penyakit Bawaan, Jemaah Haji Aceh Dipantau 14 Hari Setelah Pulang

by Riska Zulfira
15 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kesehatan Aceh menyiagakan sistem pemantauan kesehatan selama 14 hari bagi jemaah haji yang kembali ke Tanah Air....

Presiden Yakin MBG Akan Berhasil dan Gerakkan Ekonomi Desa

by Ahlul Fikar
4 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berhasil dan memberikan dampak besar, tidak...

Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, Fokus Cegah Stunting

by Riska Zulfira
3 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, turun langsung meninjau operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulonas...

Next Post
FKKS Diminta Aktif Gemakan Wisata Sejarah di Sabang

FKKS Diminta Aktif Gemakan Wisata Sejarah di Sabang

Di Phnom Penh, Jokowi Audiensi Tertutup Dengan Raja Kamboja

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co