MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juni 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Bervakansi ke Lingkok Kuwieng

Masa Kini by Masa Kini
3 Maret 2023
in Cerita
0
Bervakansi ke Lingkok Kuwieng

Suasana asri di Lingkok Kuwieng. (foto: dok masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lupakan sejenak politik yang kusut dan ekonomi yang mengkerut. Ambil ranselmu dan kemasi barang-barangmu. Mari kita bervakansi.

Alam Aceh menyimpan banyak keindahan. Jika pantai sudah terlalu biasa dan membosankan, mungkin sudah saatnya mencoba sesuatu yang lebih menantang: susur ngarai Lingkok Kuwieng.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Kamu mungkin akan bermandi peluh dan bercucur keringat, tapi di penghujung perjalanan, kamu akan berdecak berkali-kali: oh Tuhan, sungguh ini pengalaman yang menyenangkan!

Namanya Lingkok Kuwieng, sebuah ngarai yang terbentuk dari aliran sungai di lembah Seulawah Dara. Yang membuat tempat ini unik adalah formasi bebatuan dan aliran sungainya yang tak biasa.

Sedimentasi aliran sungai entah berapa ribu tahun–mungkin bahkan lebih tua-, membentuk lapisan dinding batu di kedua sisinya. Air jernih khas sungai pegunungan mengalir di bagian dasarnya. Sensasi kesegaran alam inilah yang akan menanti di penghujung perjalanan ini.

Seperti namanya, Lingkok Kuwieng adalah sebuah lembah anakan sungai berbentuk ‘lingkok’ yang ‘kuwieng’. Lingkok dalam bahasa Aceh bermakna lengkungan, sementara kuwieng -dalam aksen tertentu di beberapa kabupaten di Aceh juga dilafalkan dengan kiwieng– bisa diartikan bengkok atau berbentuk tidak lurus. Ini memang serupa dengan susuran aliran ngarai ini yang asimetris, melenggok, dan melengkung dari satu ujung ke ujung yang lain.

Tempat ini cukup populer dalam beberapa tahun terakhir di Aceh. Terutama bagi anak-anak muda yang menggemari kegiatan alam luar seperti trekking dan camping. Mengunjungi Lingkok Kuwieng juga berarti mendapat dua paket wisata alam sekaligus, trekking jalur esktrem serta menikmati ngarai alami di kerimbunan kaki hutan hujan tropis Sumatera.

Secara administratif, ngarai ini berada di Desa Pulo Hagu, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Ia berada di kaki pegunungan Seulawah yang termasuk dalam kawasan Bukit Barisan. Untuk menuju tempat ini, disarankan menggunakan pemandu lokal karena tempatnya yang masih terisolir dan tidak dilalui kendaraan umum.

Perjalanan menuju Lingkok Kuwieng bisa dimulai dari Sigli yang merupakan ibukota Kabupaten Pidie. Dari sini kita bergerak menuju Padang Tiji melalui jalan Medan-Banda Aceh. Dari Padang Tiji ke lokasi, perjalanan akan lebih menantang karena harus melalui jalur offroad perbukitan.

Pengungjung sedang manikmati dinginnya air pegunungan di Lingkok Kuwieng. (foto: dok masakini.co)

Tak disarankan menggunakan motor matik karena medannya yang berundak, berliku, dan penuh tanjakan. Yang paling ideal menggunakan mobil offroad atau motor trail, namun jika itu tak ada, motor bebek yang prima mungkin sudah cukup kuat untuk diajak bertualang. Itu pun, di titik tertentu salah satu dari penumpang harus turun jika Anda datang berboncengan.

Kadang kala, jika cuaca sedang tak cukup bersahabat, motor harus diparkir agak jauh untuk kemudian trekking dilanjutkan dengan perjalanan kaki.

Namun jangan khawatir. Perjalanan berat ini akan terbayar lunas di lokasi. Memasuki Lingkok Kuwieng, kamu seperti dibawa ke dimensi yang berbeda. Alam yang sunyi, tenang, damai.

Suara gemericik air pegunungan. Lapisan batuan karst yang tersusun rapi layaknya terpahat dengan tangan terampil manusia. Dan aliran sungai berwarna hijau zamrud yang kontras dengan warna coklat tua bebatuan di sepanjang anakan sungai. Ini adalah kombinasi yang sempurna untuk menjadi tempat pelarian sejenak dari rutinitas sehari-hari.

Tidak afdhal rasanya jika ke tempat ini tanpa berenang. Kesegaran air sungai pegunungan akan memanggil-manggil untuk dijamahi. Jangan khawatir karena aliran sungai ini cukup dangkal dan bersahabat untuk diajak bermain basah-basahan.

Buat kamu yang suka berendam, di sana juga tersedia air terjun mini di salah satu sisi anakan sungai. Ini salah satu spot yang wajib dicoba. Merasakan sensasi kesegaran saat badan diguyur air sungai pegunungan.

Hal lain yang bisa dilakukan di tempat ini adalah memasang tenda untuk berkemah. Ya: camping. Menghabiskan barang semalam dengan api unggun di alam yang sunyi dengan ditemani suara angin berbisik dan gemericik air aliran sungai pegunungan tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Waktu terbaik mengunjungi ngarai ini adalah ketika awal musim kemarau ketika air sedang bagus-bagusnya. Jika datang pada musim hujan, ada kemungkinan debit air terlalu banyak. Ini tentu tak ideal jika kalian ingin berenang.

Di sisi lain, air juga berpotensi keruh dan tak jernih seperti biasa. Namun jika kemarau sudah terlampau lama, debit air menjadi terlalu sedikit sehingga kalian mungkin akan melewatkan aliran sungai berwarna hijau zamrud yang justru menjadi daya tarik utama dari tempat ini.

Mungkin tempat wisata seperti Lingkok Kuwieng memang bukan tempat wisata umum yang mudah dijamah. Tapi justru di sinilah sensasinya. Ini bukan wisata mainstream yang bisa dicapai dengan mudah, dan karena itu pulalah ia tidak akan meninggalkan kesan yang biasa-biasa saja.

Bagaimana, sudah siap bervakansi ke Lingkok Kuwieng? [Rahmat Taufik]

Tags: Kabupaten PidieLingkok KuwiengSungaiTempat Wisata di Aceh
Previous Post

Konsisten Terapkan Prinsip Keberlanjutan, Indeks & Peringkat ESG BRI Semakin Menanjak

Next Post

Erick Thohir Minta Pertamina Usut Terbakarnya Pipa Bensin Plumpang

Related Posts

Dukung Pariwisata Alam Pidie, Kapolres Tekankan Keselamatan Pendaki Gunung Peut Sagoe

Dukung Pariwisata Alam Pidie, Kapolres Tekankan Keselamatan Pendaki Gunung Peut Sagoe

by Redaksi
1 Agustus 2025
0

MASAKINI.CO – Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, menyampaikan imbauan kepada para pendaki yang hendak melakukan jungle tracking di Gunung Peut...

Abrasi Sungai Sebabkan Jalan di Pante Ceureumen Aceh Barat Menyempit

Abrasi Sungai Sebabkan Jalan di Pante Ceureumen Aceh Barat Menyempit

by Alfath Asmunda
14 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Abrasi sungai yang menggerus badan jalan di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat makin mengkhawatirkan. Badan jalan semakin menyempit...

Sekeluarga di Bener Meriah Hanyut di Sungai, Tiga Orang Ditemukan Meninggal

Sekeluarga di Bener Meriah Hanyut di Sungai, Tiga Orang Ditemukan Meninggal

by Alfath Asmunda
7 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Satu keluarga terdiri dari suami, istri, dan dua anak hanyut terbawa arus Sungai Wih Reseh di Bener Meriah....

Next Post
HUT ke-127, Ini Pesan Presiden Jokowi & Menteri BUMN Erick Thohir untuk BRI

Erick Thohir Minta Pertamina Usut Terbakarnya Pipa Bensin Plumpang

Sabang Tuan Rumah HPSN 2023 di Aceh

Sabang Tuan Rumah HPSN 2023 di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...