MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Sultan Murka, Masjid Dijadikan Lapak Berpolitik

Ali L by Ali L
23 Maret 2023
in News
0

Masjid Kota Iskandar di Johor Bahru.(letsgoholiday)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sultan Johor memperingatkan politisi agar tidak menggunakan masjid dan surau sebagai platform politik.

Menurut Sultan Ibrahim Ibni Almarhum Sultan Iskandar, politisi tertentu telah melewati batas.

RelatedPosts

Gangguan Listrik Masih Terjadi, Warga Serbu Warung Kopi Cari Penerangan

Satpol PP-WH Banda Aceh Perjelas Kawasan yang Boleh dan Dilarang untuk PKL

Perkim Banda Aceh Rampungkan Pembangunan Jalan Lingkungan di Tiga Gampong

“Fokuskan perhatian Anda untuk menyelesaikan beban rakyat, seperti biaya hidup, memenuhi kebutuhan sehari-hari, perjuangan mereka membayar tagihan rumah tangga dan masalah ekonomi,” kata Penguasa dalam wawancara eksklusif sehubungan dengan ulang tahunnya hari ini.

“Apa yang Anda lakukan untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi setiap tahun? Beri tahu kami apa yang akan Anda lakukan? Mengutip thestar, Kamis (23/3/2023).

“Daripada memecah belah masyarakat dengan mempermasalahkan ras dan agama, beri tahu saya apa rencana Anda untuk membawa keharmonisan,” katanya.

Baginda mengatakan masjid dan surau dilarang digunakan untuk menyebarkan pidato politik.

“Jika ada yang berani menentang arahan ini di Johor, cobalah dan lihat konsekuensinya,” katanya.

Penguasa juga mengatakan bahwa perintah larangan pembicaraan politik telah dikirim ke sekitar 850 masjid dan 2.000 surau di seluruh negara bagian.

Masjid dan surau harus menjadi pusat informasi dakwah dan tempat bincang-bincang keagamaan oleh penceramah dan pembicara bersertifikat, selain sebagai tempat ibadah, kata Sultan Ibrahim.

“Jika pembicaraan politik dibiarkan, itu akan menciptakan kegelisahan dan perpecahan di kalangan umat Islam.

“Jangan katakan bahwa politik adalah bagian dari Islam dan politisi dapat berbicara dengan bebas,” katanya, seraya menambahkan bahwa dia memiliki tanggung jawab sebagai pimpinan Islam di negara bagian untuk melindungi kesucian masjid.

Tags: Banjir JohorBerpolitik di MasjidPendakwah BersertifikatSultan Johor
Previous Post

Seorang Pria Ditembak Polisi Usai Bunuh Tiga Warga

Next Post

ADWI 2023, Dua Desa Wisata Sabang Lolos 75 Besar

Related Posts

No Content Available
Next Post

ADWI 2023, Dua Desa Wisata Sabang Lolos 75 Besar

Sambut Ramadan BRI Sediakan Layanan Penukaran Uang di 391 Kantor Cabang

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co