MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Suara Aktivis dan Akademisi Perempuan Aceh Usai Sisa Rumoh Geudong Lenyap

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
25 Juni 2023
in Daerah
0
Suara Aktivis dan Akademisi Perempuan Aceh Usai Sisa Rumoh Geudong Lenyap

Sisa bangunan dan lokasi Rumoh Geudong usai diratakan tanah. (foto: dok KontraS Aceh)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah telah melenyapkan sisa bangunan Rumoh Geudong yang menjadi salah satu tempat Pos Satuan Taktis dan Strategis (Pos Sattis) tentara selama pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh.

Rumah panggung khas Aceh yang terletak di Gampong Bili Aron, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, ini telah terjadi sejumlah pelanggaran HAM berat dalam kurun waktu 1989 sampai 1998.

RelatedPosts

104 Unit Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Aceh Utara Diresmikan

Pekan Raya Ramadhan Banda Aceh Ditutup, Perputaran Uang Tembus Rp2 Miliar

Polda Aceh Gelar Pasar Murah, Salurkan Puluhan Ton Beras untuk Warga

Namun, sisa bangunan Rumoh Geudong diratakan tanah menyusul Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal berkunjung ke sana. Jokowi melakukan kick-off penyelesaian pelanggaran HAM berat secara non-yudisial pada Selasa 27 Juni 2023 mendatang di Rumoh Geudong.

Kick-off ini merupakan rangkaian agenda tim PPHAM, yang dibentuk lewat Keppres 17/2022 dan berlanjut pada pelaksanaan rekomendasi tim tersebut (Inpres 2/2023) dan Keppres 4/2023.

Sejumlah pihak mengecam dan menyayangkan sisa Rumoh Geudong dilenyapkan pemerintah yang mengklaim akan membangun mesjid di lokasi tersebut. Termasuk dari kalangan aktivis dan akademisi perempuan di Aceh.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati, mengatakan tindakan meratakan sisa bangunan Rumoh Geudong itu patut disayangkan. Cara tersebut adalah langkah keliru yang dilakukan pemerintah.

Seharusnya pemerintah mendukung pembangunan memorialisasi yang melibatkan partisipasi korban pelanggaran HAM berat di Aceh. “Bukan menghancurkan, melainkan mendukung pembangunan memorialisasi yang melibatkan partisipasi korban, sehingga mampu menjelaskan narasi dan perspektif korban,” kata Riswati, Minggu (25/6/2023).

Senada dengan Riswati, sekretaris Pusat Studi Hukum dan HAM (PUSHAM) Universitas Syiah Kuala, Suraiya Kamaruzzaman, sangat menyangkan sisa bangunan Rumoh Geudong itu dilenyapkan.

Dia membeberkan Rumoh Geudong merupakan salah satu lokasi yang digunakan untuk penyiksaan sewenang-wenang oleh tentara terhadap masyarakat sipil yang diduga atau dituduh GAM (Gerakan Aceh Merdeka), bahkan mereka sampai tewas.

“Testimoni dari korban kepada lembaga HAM, juga ditemukan penyiksaan, pemerkosaan, dan kejahatan seksual lainnya terhadap perempuan di sana,” ujarnya.

Menurut Suraiya, keberadaan sisa-sisa Rumoh Geudong sangat penting untuk menjadi situs memorialisasi sebagai upaya merawat ingatan agar kasus serupa tak lagi terjadi di wilayah manapun di Indonesia.

“Juga sebagai bagian dari merawat perdamaian dan bentuk pemulihan korban,” jelasnya.

Tags: aktivisAktivis HAMFlower AcehPelanggaran HAM BeratperempuanRumoh Geudong
Previous Post

Temuan Ladang Ganja di Pulo Aceh Berawal dari Mahasiswa KKN

Next Post

Peneliti Ganja Medis Tewas di Banda Aceh

Related Posts

IWD 2026, Perempuan Muda Aceh Bahas Ruang Aman Atas Tubuh

IWD 2026, Perempuan Muda Aceh Bahas Ruang Aman Atas Tubuh

by Ulfah
11 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Memperingati Hari Perempuan Sedunia (International Women’s Day/IWD) 2026, puluhan perempuan muda dari berbagai komunitas di Aceh menggelar diskusi...

Flower Desak Pemerintah Respons Cepat Bencana Banjir di Aceh

by Ulfah
29 November 2025
0

MASAKINI.CO - Flower Aceh mendesak pemerintah untuk merespons cepat tepat, dan terukur terhadap situasi banjir di Sumatra termasuk Aceh, mengingat...

Ancaman KBGO bagi Perempuan, Lindungi Ruang Digital dari Kekerasan

by Ulfah
27 November 2025
0

MASAKINI.CO - Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) saat ini semakin mengancam ruang aman perempuan Indonesia, termasuk di Aceh. Padahal,...

Next Post

Peneliti Ganja Medis Tewas di Banda Aceh

USK dan Yayasan Sativa Nusantara Kolaborasi Teliti Ganja Medis

USK dan Yayasan Sativa Nusantara Kolaborasi Teliti Ganja Medis

Discussion about this post

CERITA

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

Warga Gampong Leu Ue Aceh Besar Mulai Tunaikan Zakat Fitrah

14 Maret 2026

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co