MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ingin Bekerja di Jepang, Dua Siswa Asal Aceh Ikut Pelatihan OISCA Indonesia

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
16 Juli 2023
in News
0

Ketua OISCA Indonesia, Khaidir Abdurrahman.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Mengenakan baju putih celana hitam, Rizki Maulana duduk di antara 24 siswa yang mengikuti pembukaan pelatihan angkatan ke-40 di traning center OISCA Indonesia di Cimenteng, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (16/7/2013).

Lulus dari Islamic Boarding School Al Fhattani, Tanah Luas, Aceh Utara, pria berusia 18 tahun itu bercita-cita ingin bekerja di Jepang.

RelatedPosts

SEMA FAH UIN Ar-Raniry Akhiri Kepengurusan 2025

393 Jemaah Kloter 2 Aceh Tiba di Jeddah

Harga Emas Perhiasan dan Batangan Naik Lagi

Juni lalu, ia mendapat kabar OISCA Indonesia di Sukabumi membuka pelatihan bagi siswa lulusan SMA/sederajat yang ingin bekerja di Jepang. Tak ingin melewatkan kesempatan itu, Rizki segera mendaftarkan diri. Beruntung, dia lulus seleksi untuk menjalani pelatihan selama 5 bulan di sana.

“Saya ingin bekerja di Jepang untuk membahagiakan orang tua. Kalau bisa saya ingin bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang pertanian,” kata Rizki saat ditanya motivasinya ikut pelatihan itu.

Selain Rizki, dari total 24 siswa dari berbagai daerah di Indonesia, ada dua lagi siswa asal Aceh. Salah satunya adalah Maulana Aziz. Seperti Rizki, Aziz mendaftar di OISCA Indonesia agar bisa bekerja di Jepang. Selain itu, Aziz yang baru tamat dari SMK Negeri 1 Baktiya Barat ingin melanjutkan kuliah di Jepang.

“Saya siap untuk mengikuti apa pun materi pelatihan, termasuk kedisiplinan,” kata pria berusia 18 tahun itu.

Rizki Maulana, siswa asal Aceh Utara peserta pelatihan OISCA Indonesia untuk bekerja di Jepang.

OISCA Indonesia memang menerapkan standar tinggi untuk siswa yang ingin bekerja di Jepang. Selain keterampilan berbahasa Jepang, para siswa dituntut untuk disiplin sesuai budaya kerja di Jepang.

Ketua OISCA Indonesia Khaidir Abdurrahman menekankan para siswa agar benar-benar disiplin mengikuti pelatihan. Sebab, jika tidak memenuhi kriteria, mereka tidak akan diberangkatkan.

“Kalau tidak bisa mengikuti aturan, lebih baik pulang dari sekarang,”kata Khaidir yang juga mantan anggota DPR RI asal Aceh periode 2014 -2019.

Di training center Sukabumi, para siswa akan dilatih penguasaan bahasa dan budaya Jepang, pertanian terpadu, juga kedisiplinan agar dapat menyesuaikan diri dengan orang Jepang yang dikenal punya etos kerja tinggi.

Kepada para siswa, Khaidir menekankan agar bekerja rajin, jujur dan taat beribadah, terlepas apa pun agamanya.

“Itu saya tekankan kepada mereka agar mereka punya bekal hidup dunia dan akhirat,” kata Khaidir yang alumni OISCA angkatan ke-13.

OISCA Indonesia adalah organisasi asal Jepang yang masuk ke Indonesia 1979. Selain di Indonesia, OISCA juga hadir di berbagai negara terutama di kawasan Asia Pasifik dan Amerika latin, terutama di negara-negara berkembang.

Organisasi ini bergerak dalam bidang pelatihan pertanian, peternakan dan keterampilan lain, penghijauan, pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah.

Menurut Khaidir Abdurrahman, dalam bulan Juli ini, ada 10 siswa yang diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja pada perusahaan di sana selama tiga tahun. Mereka bekerja di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi, pertanian terpadu, dan sapi perah.

Usai pandemi Covid-19, kata Khaidir, OISCA Indonesia sudah  memberangkatkan sekitar 150 orang ke Jepang untuk magang kerja pada perusahaan di sana.

Khaidir bersyukur, pihaknya dapat berkontribusi dalam meningkatkan peluang bagi para siswa asal Indonesia untuk bekerja di Jepang. Dengan begitu, nantinya mereka dapat menjadi agen pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Terutama meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga mereka,” ujar Khaidir Abdurrahman.

Tags: Kerja di JepangKhaidir AbdurrahmanMagang KerjaOISCA IndonesiaSiswa Aceh
Previous Post

Sudah 11 Jemaah Haji asal Aceh yang meninggal di Tanah Suci

Next Post

Dilantik Jadi Wamen Kominfo, Ini Harapan Erick Thohir Untuk Nezar Patria

Related Posts

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Dilarang Pakai Ponsel Saat Jam Belajar

by Riska Zulfira
9 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Pendidikan Aceh menetapkan pengaturan ketat terkait penggunaan gawai atau handphone di lingkungan satuan pendidikan. Kebijakan ini menegaskan...

Sekda Aceh: Tenggelam Matahari 30 September, Vaksinasi Siswa Harus Selesai!

Sekda Aceh: Tenggelam Matahari 30 September, Vaksinasi Siswa Harus Selesai!

by Alfath Asmunda
17 September 2021
0

MASAKINI.CO - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah meminta kepada pihak sekolah di Aceh untuk mempercepat vaksinasi siswa pada akhir September...

Next Post

Dilantik Jadi Wamen Kominfo, Ini Harapan Erick Thohir Untuk Nezar Patria

Usai Lhokseumawe, Aksi Tawuran Remaja Merambat ke Langsa

Usai Lhokseumawe, Aksi Tawuran Remaja Merambat ke Langsa

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...