MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Camat Pulo Aceh Minta Dermaga Dikeruk

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Juli 2023
in Headline
0
Camat Pulo Aceh Minta Dermaga Dikeruk

Boat nelayan membawa penumpang dari Pulo Aceh ke Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Akses menuju Pulo Breueh dan Pulau Nasi di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar saat ini masih minim fasilitas. Transportasi menuju ke daerah itu masih menggunakan boat nelayan yang terbuat dari kayu.

Camat Pulo Aceh Jamaluddin, mengatakan terkendalanya transportasi disebabkan dermaga Lampuyang di Pulau Breuh belum dilakukan pengerukan, sehingga kapal tidak dapat berlabuh.

RelatedPosts

Kejari Banda Aceh Tahan Oknum Dosen dalam Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh

40 Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Belajar Rawat Makam Kuno di Banda Aceh

Sapi Aceh Miliki Banyak Keunggulan, Adaptif hingga Bisa Disilang dengan Sapi Luar

Dia menyebut butuh perhatian pemerintah Provinsi dan instansi terkait untuk segera dilakukan pengerukan agar transportasi dapat berjalan normal.

“Saat masuk dermaga harus menunggu 1 hingga 2 jam, karena boat harus parkir dulu, sebab itulah perlu dilakukan pengerukan,” kata Jamaluddin kepada masakini.co, Jumat (21/7/2023).

Dia menerangkan, sebelumnya proses pengajuan pengerukan telah diusulkan pihaknya kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Provinsi Aceh.  Namun, ungkap Jamaluddin, hal tersebut tak dapat ditindaklanjuti dengan alasan dapat merusak ekosistem laut.

“Sementara kita butuh dermaga yang memadai untuk boat dan kapal. Kami berharap pengerukan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

“Jika perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah banyak,” tambah Jamaluddin.

Tak hanya itu, terbatasnya jadwal pelayaran juga menjadi kendala dalam pembangunan potensi di Pulo Aceh. Bahkan, pemerintah kecamatan Pulo Aceh terkesan tidak hidup, karena proses pengurusan administrasi masyarakat kerap dilakukan di pusat ibu kota.

“Kita juga ada petugas pembantu di Banda Aceh,” ujarnya.

“Jika masyarakat Pulau Nasi ke Pulau Breuh mengeluarkan biaya hingga Rp200 ribu pulang pergi, makanya masyarakat lebih memilih ke Banda Aceh karena biayanya lebih murah,” sebutnya.

Apalagi, jadwal berlayar kapal KMP Papuyu rute Pulo Aceh hanya mampu dilaksanakan 3-4 kali dalam sebulan. Akibatnya masyarakat kerap menggunakan boat nelayan sebagai sarana transportasi.

“Jadi keseringan masyarakat harus menunggu,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDermagaPulo Acehtransportasi
Previous Post

Liga 2 Larang Suporter Tim Tamu Hadir saat Tandang!

Next Post

Gegara Tak Bayar Utang, Warga Kota Lhokseumawe Diculik

Related Posts

Lahan Transmigrasi Jantho dan Seulimeum Masih Terbengkalai, Aceh Besar Siapkan Pengembangan

by Ahmad Mufti
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyiapkan pengembangan kawasan transmigrasi Jantho dan Seulimeum. Salah satu fokusnya adalah mendorong lahan...

68 Mukim di Aceh Besar Diakui sebagai Masyarakat Hukum Adat

by Redaksi
7 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 68 mukim di Kabupaten Aceh Besar telah diakui sebagai kesatuan masyarakat hukum adat. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar...

Aceh Besar Siapkan Payung Hukum Pageu Gampong untuk Cegah Ancaman Sosial

by Ahmad Mufti
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang Pageu Gampong sebagai payung hukum bagi masyarakat...

Next Post

Gegara Tak Bayar Utang, Warga Kota Lhokseumawe Diculik

Ingin Tahu Alutsista yang Dimiliki Polda Aceh? Yuk ke Bhayangkara Fest 2023

Ingin Tahu Alutsista yang Dimiliki Polda Aceh? Yuk ke Bhayangkara Fest 2023

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co