MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Camat Pulo Aceh Minta Dermaga Dikeruk

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Juli 2023
in Headline
0
Camat Pulo Aceh Minta Dermaga Dikeruk

Boat nelayan membawa penumpang dari Pulo Aceh ke Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Akses menuju Pulo Breueh dan Pulau Nasi di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar saat ini masih minim fasilitas. Transportasi menuju ke daerah itu masih menggunakan boat nelayan yang terbuat dari kayu.

Camat Pulo Aceh Jamaluddin, mengatakan terkendalanya transportasi disebabkan dermaga Lampuyang di Pulau Breuh belum dilakukan pengerukan, sehingga kapal tidak dapat berlabuh.

RelatedPosts

Pejabat Inspektorat Banda Aceh Diberhentikan Usai Jadi Tersangka

Pejabat Inspektorat dan Mahasiswa Kampus Swasta Ditahan Kasus Sesama Jenis, Kasur Lipat Jadi Barang Bukti

Upacara HUT ke-81 RI Berlangsung Khidmat, Fadhlullah Jadi Inspektur

Dia menyebut butuh perhatian pemerintah Provinsi dan instansi terkait untuk segera dilakukan pengerukan agar transportasi dapat berjalan normal.

“Saat masuk dermaga harus menunggu 1 hingga 2 jam, karena boat harus parkir dulu, sebab itulah perlu dilakukan pengerukan,” kata Jamaluddin kepada masakini.co, Jumat (21/7/2023).

Dia menerangkan, sebelumnya proses pengajuan pengerukan telah diusulkan pihaknya kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Provinsi Aceh.  Namun, ungkap Jamaluddin, hal tersebut tak dapat ditindaklanjuti dengan alasan dapat merusak ekosistem laut.

“Sementara kita butuh dermaga yang memadai untuk boat dan kapal. Kami berharap pengerukan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

“Jika perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah banyak,” tambah Jamaluddin.

Tak hanya itu, terbatasnya jadwal pelayaran juga menjadi kendala dalam pembangunan potensi di Pulo Aceh. Bahkan, pemerintah kecamatan Pulo Aceh terkesan tidak hidup, karena proses pengurusan administrasi masyarakat kerap dilakukan di pusat ibu kota.

“Kita juga ada petugas pembantu di Banda Aceh,” ujarnya.

“Jika masyarakat Pulau Nasi ke Pulau Breuh mengeluarkan biaya hingga Rp200 ribu pulang pergi, makanya masyarakat lebih memilih ke Banda Aceh karena biayanya lebih murah,” sebutnya.

Apalagi, jadwal berlayar kapal KMP Papuyu rute Pulo Aceh hanya mampu dilaksanakan 3-4 kali dalam sebulan. Akibatnya masyarakat kerap menggunakan boat nelayan sebagai sarana transportasi.

“Jadi keseringan masyarakat harus menunggu,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDermagaPulo Acehtransportasi
Previous Post

Liga 2 Larang Suporter Tim Tamu Hadir saat Tandang!

Next Post

Gegara Tak Bayar Utang, Warga Kota Lhokseumawe Diculik

Related Posts

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

4 Pelajar Tenggelam di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas dan Tiga Masih Dalam Pencarian 

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Ujong Batee,...

Next Post

Gegara Tak Bayar Utang, Warga Kota Lhokseumawe Diculik

Ingin Tahu Alutsista yang Dimiliki Polda Aceh? Yuk ke Bhayangkara Fest 2023

Ingin Tahu Alutsista yang Dimiliki Polda Aceh? Yuk ke Bhayangkara Fest 2023

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co