MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Mei 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Camat Pulo Aceh Minta Dermaga Dikeruk

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Juli 2023
in Headline
0
Camat Pulo Aceh Minta Dermaga Dikeruk

Boat nelayan membawa penumpang dari Pulo Aceh ke Banda Aceh. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Akses menuju Pulo Breueh dan Pulau Nasi di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar saat ini masih minim fasilitas. Transportasi menuju ke daerah itu masih menggunakan boat nelayan yang terbuat dari kayu.

Camat Pulo Aceh Jamaluddin, mengatakan terkendalanya transportasi disebabkan dermaga Lampuyang di Pulau Breuh belum dilakukan pengerukan, sehingga kapal tidak dapat berlabuh.

RelatedPosts

1.962 Jemaah Haji Aceh Sudah Diberangkatkan

Tes CAT Koperasi Desa Merah Putih di The Pade Banda Aceh Diikuti 2.000 Peserta per Hari

393 Jemaah Kloter Perdana Haji Aceh Diberangkatkan

Dia menyebut butuh perhatian pemerintah Provinsi dan instansi terkait untuk segera dilakukan pengerukan agar transportasi dapat berjalan normal.

“Saat masuk dermaga harus menunggu 1 hingga 2 jam, karena boat harus parkir dulu, sebab itulah perlu dilakukan pengerukan,” kata Jamaluddin kepada masakini.co, Jumat (21/7/2023).

Dia menerangkan, sebelumnya proses pengajuan pengerukan telah diusulkan pihaknya kepada Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dan Pemerintah Provinsi Aceh.  Namun, ungkap Jamaluddin, hal tersebut tak dapat ditindaklanjuti dengan alasan dapat merusak ekosistem laut.

“Sementara kita butuh dermaga yang memadai untuk boat dan kapal. Kami berharap pengerukan dapat segera direalisasikan,” ujarnya.

“Jika perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Besar sudah banyak,” tambah Jamaluddin.

Tak hanya itu, terbatasnya jadwal pelayaran juga menjadi kendala dalam pembangunan potensi di Pulo Aceh. Bahkan, pemerintah kecamatan Pulo Aceh terkesan tidak hidup, karena proses pengurusan administrasi masyarakat kerap dilakukan di pusat ibu kota.

“Kita juga ada petugas pembantu di Banda Aceh,” ujarnya.

“Jika masyarakat Pulau Nasi ke Pulau Breuh mengeluarkan biaya hingga Rp200 ribu pulang pergi, makanya masyarakat lebih memilih ke Banda Aceh karena biayanya lebih murah,” sebutnya.

Apalagi, jadwal berlayar kapal KMP Papuyu rute Pulo Aceh hanya mampu dilaksanakan 3-4 kali dalam sebulan. Akibatnya masyarakat kerap menggunakan boat nelayan sebagai sarana transportasi.

“Jadi keseringan masyarakat harus menunggu,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDermagaPulo Acehtransportasi
Previous Post

Liga 2 Larang Suporter Tim Tamu Hadir saat Tandang!

Next Post

Gegara Tak Bayar Utang, Warga Kota Lhokseumawe Diculik

Related Posts

Aceh Besar Percepat Pembangunan SPAM Regional untuk Atasi Krisis Air Bersih

by Riska Zulfira
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan komitmennya mendukung pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh sebagai...

Kabel PLN Dipotong Pencuri, Satu Jalur Listrik di Lambaro Sempat Padam

by Riska Zulfira
9 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Aksi pencurian di kawasan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, semakin nekat. Setelah meteran air dan mesin pompa,...

Pemkab Aceh Besar Akan Perluas Program Beut Kitab ke Seluruh Sekolah Negeri

by Redaksi
8 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar akan memperluas program Beut Kitab Bak Sikula ke seluruh sekolah negeri pada tahun ajaran...

Next Post

Gegara Tak Bayar Utang, Warga Kota Lhokseumawe Diculik

Ingin Tahu Alutsista yang Dimiliki Polda Aceh? Yuk ke Bhayangkara Fest 2023

Ingin Tahu Alutsista yang Dimiliki Polda Aceh? Yuk ke Bhayangkara Fest 2023

Discussion about this post

CERITA

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co