MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Dailami, Menunggangi Lamuri Tunaikan Misi Emergensi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Juli 2023
in Cerita, News
0

Dailami, nahkoda KM Lamuri kapal ambulan milik Pemerintah Aceh Besar. (Ahmad Mufti/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sedetik jelang tengah malam, hujan datang. Ambulan bergoyang tak beraturan. Suasa mendadak mencekam dalam kabin Lamuri.

Tangan Dailami mencengkeram erat kemudi. Pria berusia 49 tahun itu berusaha lari dari kepungan ombak tinggi.

RelatedPosts

Patroli Malam Satpol PP-WH Banda Aceh Temukan Sejumlah Pasangan Nonmahram di Lokasi Gelap

Gempa M 3,9 Guncang Aceh Jaya dan Banda Aceh, BMKG: Dipicu Patahan Bawah Laut

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Dana Otsus dalam Revisi UUPA untuk Tekan Kemiskinan

Di dalam kapal, seorang remaja terkulai lemah tak berdaya. Ia ditidurkan di atas ranjang berukuran 50 centimeter dengan panjang 170 centimeter.

Remaja asal Desa Lampuyang, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar ini harus segara dirujuk ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUDZA) untuk mendapatkan penanganan medis akibat kecelakaan yang menyebabkan ia dalam kondisi kritis.

Ia ingat benar peristiwa menegangkan itu terjadi saat malam Ramadhan. Pria kritis itu akhirnya selamat. Bersama dua Anak Buah Kapal (ABK), pendamping Puskesmas serta keluarga pasien turut bahagia.

Pasien yang ia perjuangkan untuk mendapat rujukan medis itu merupakan anak panglima laot setempat.

“Balik. Pawang balik,” seketika suara itu keluar dari mulut panglima laot. Ia khawatir badai yang melanda itu dapat membahayakan semua orang yang berada di dalam kapal.

“Tidak apa-apa ini sudah terbiasa,” ucap Dailami dengan yakin untuk meredakan kekhawatiran keluarga korban.

“Padahal saya berusaha untuk tidak panik,” ucapnya.

Perjuangan Dailami tak sia-sia, ia habiskan waktu 1,5 jam sampai selamat ke Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh. Normalnya, jarak 20 mil laut yang ditempuh hanya butuh waktu 30 menit.

Selain dihalau badai, Dailami punya cerita miris lainnya. Pria kelahiran tahun 1974 ini juga pernah membawa pasien yang dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh meninggal di dalam kapal.

“Pasien dirawat di rumah sudah seminggu baru dirujuk,” ucapnya.

Oleh sebabnya, saat itu ia memutuskan untuk memutar balik arah kapal. Padahal baru lima menit perjalanan.

“Pasien itu sakit muntaber, dan kondisi sudah sangat lemas,” imbuhnya.

Kapal yang dinakhodainya lebar dua meter, diberi nama LAMURI. Di dalamnya hanya memuat delapan hingga 10 penumpang termasuk ABK.

Memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, Dailami mengaku pernah membawa tiga pasien sekaligus. Mereka merupakan pasien kecelakaan yang membutuhkan perawatan medis.

“Itu karena tidak mungkin ditunda, jadi sekalian saja,” ujarnya.

Amirullah, ABK KM Lamuri mengisi bahan bakar kapal ambulan Pulo Aceh.(Ahmad Mufti/masakini.co)

Awal Perjalanan Jadi Nakhoda Ambulan

Memiliki kemampuan mengendarai boat telah dipelajari Dailami sejak tahun 1998 saat ia masih berumur 27 tahun.

Kala itu, ia merupakan seorang pawang laut, yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Saat bencana tsunami terjadi, dirinya sempat kehilangan pekerjaan.

Berbekal boat kayu yang selamat, ia diminta membantu pasien mendesak untuk dirujuk. Setelah boat itu rusak dimakan usia, Dailami bekerja sebagai cleaning servis di Puskesmas Pulo Aceh.

“Saya jadi CS tahun 2012 dengan gaji hanya Rp800 ribu,” sebutnya.

Tahun 2021 Pemkab Aceh Besar menganggar ambulan laut untuk warga Pulo Aceh. Berbekal pengetahuan sebagai pawang laut selama 23 tahun, Dailami ditunjuk sebagai nahkoda ambulan, berstatus tenaga kontrak di Puskesmas Pulo Aceh.

Suasana kabin KM Lamuri, kapal ambulan Pulo Aceh saat berlayar. (Ahmad Mufti/masakini.co)

Bertugas membawa pasien rujukan, ia mengaku tidak memiliki jadwal khusus. Terkadang sehari sekali, tiga hari sekali bahkan pernah dalam sebulan hanya empat kali. Itu tergantung adanya pasien emergency.

Ia menjelaskan pasien yang dirujuk hanya diantar hingga tiba di pelabuhan. Setiba di sana langsung diurus petugas. Dailami kembali ke daerah untuk tetap berjaga-jaga apabila ada pasien emergency lainnya.

“Ketika pasien yang dirujuk sampai maka selesai juga tugas kita,” ucapnya.

Dailami menegaskan, bagi pasien rujukan tidak dikenakan biaya transportasi sama sekali. Semua ditanggung Puskesmas.

Namun apabila jenazah yang dibawa pulang ke Pulo Aceh, maka dikenakan biaya sebesar Rp2 juta.

“Karena ambulan laut khusus untuk emergensi, namun jika pasien sudah sembuh atau jenazah maka dikenakan biaya,” jelasnya.

Walau cuaca buruk sering melanda, dirinya mengaku akan tetap setia mengantar pasien siang atau malam.

“Terkadang perjalanan sangat mulus seperti jalan tol,” kata Dailami sambil tertawa.

Tags: Aceh BesarKapal AmbulanKM LamuriNahkoda AmbulanPulo AcehTransportasi Pulo Aceh
Previous Post

Dampak El Nino Mulai Mengancam, Karhutla Aceh Tertinggi di Indonesia

Next Post

Persiraja Datangkan Pemain Asing, Disebut Belum Pernah Main di Indonesia

Related Posts

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Korban Terseret Ombak di Tebing Laut Pulo Aceh Ditemukan Setelah Empat Hari

by Riska Zulfira
2 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Ahmat Talha Reza (21), warga Gampong Alue Riyeung, Kecamatan Pulo Aceh, yang hilang...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Next Post
Persiraja Datangkan Pemain Asing, Disebut Belum Pernah Main di Indonesia

Persiraja Datangkan Pemain Asing, Disebut Belum Pernah Main di Indonesia

Digeber Besok, Ribuan Pecinta Vespa Kumpul di Aceh Vespa Festival 2023

Digeber Besok, Ribuan Pecinta Vespa Kumpul di Aceh Vespa Festival 2023

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...