MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Menanti Pulang, Yang Hilang di Gelap Malam

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Agustus 2023
in Cerita
0

Ilustrasi penculikan. (Foto: istockphoto.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Rumahnya dikepung pria-pria bersenjata laras panjang. Wajah mereka dicat loreng. Menggedor-gedor pintu. Gaduh.

Perempuan itu masih menyusui anak, dua lainnya sudah lelap. Agar cemasnya sirna, ia bangunkan keduanya.

RelatedPosts

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

“Di mana suami kamu?” tanya seorang pria diantara kerumunan.

Perempuan itu masih ingat peristiwa yang dialaminya di Takengon tahun 2003 silam. Cemas keamanan, ia minta namanya disamarkan.

Jadi, Diyah bukan nama sebenarnya. Saat berbagi cerita, Diyah telah berusia 45 tahun. Pengalaman kelam itu terjadi persis usai dirinya melahirkan anak ketiga.

Dalam takut, Diyah menyimpan pertanyaan di batin. Kenapa suaminya dicari? apa kesalahan suaminya?

Lantas memilih tak menjawab pertanyaan kelompok itu. Ia tenang. Suaminya sedang tak di rumah.

Ketegangan masih berlangsung, suami Diyah tiba-tiba datang. Seketika diseret dan dibawa kelompok bersenjata diantara gelap malam.

“Apapun yang terjadi jaga anak-anak kita,” pesan suaminya. Itu kalimat terakhir yang dikenang hingga sekarang.

Dengan nada terbata-bata, Diyah menceritakan peristiwa penculikan suaminya. Ia dituduh terlibat Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Itu pertemuan saya terakhir dengan suami saya,” kata Diyah sambil mengusap air mata.

Hingga jelang 18 tahun perdamaian Aceh, Diyah masih bersikukuh suaminya hanya seorang petani kopi biasa. Bahkan ia tidak pernah melihat kegiatan suaminya yang menjurus ke anggota GAM.

Saat mentari pagi mulai menampakkan diri, Diyah langsung mendatangi rumah-rumah tetangga. Namun sayangnya, kehadirannya selalu ditolak masyarakat sekitar.

Tetangga mulai menjauhi Diyah beserta keluarga. Situasi itu membuatnya semakin sedih. Malapetaka datang bertubi-tubi pada dirinya.

“Saya dijauhi sama masyarakat, mereka tidak berani bergaul dengan saya,” kenang Diyah.

Saban hari, dirinya mendatangi pos-pos TNI di Takengon. Mencari suaminya. Upaya yang tak pernah berhasil.

“Suami kamu itu anggota GAM, itu-itu terus yang diulang,” ucap Diyah mengulang pernyataan aparat.

Diyah gagal membendung air mata. Kala menceritakan keprustasiannya.

“Akhirnya saya memutuskan untuk pulang ke tempat orang tua kandung untuk merawat anak-anak,” ucapnya.

Tiga tahun berselang. Kabar duka datang. Tetangganya di Takengon mengabarkan, jasad suaminya telah ditemukan. Ia kembali ke kampung halaman memastikan jenazah.

Ilustrasi penculikan.(freepik.com)

Tapi waktu, membuat tubuh sulit dikenali. Walau tak sepenuhnya yakin, Diyah tetap rajin ziarah.

“Benar atau tidak, akan tetapi tiap kali berziarah, saya bawa anak-anak ke kuburan itu,” sebutnya.

20 tahun berlalu. Pada anak-anaknya, Diyah masih merahasiakan cerita kepergian suaminya. Agar dendam tak menyala.

“Saya memilih tidak bercerita kepada mereka, karena untuk menjaga psikologi anak,” ucapnya.

Sambil berjuang membesarkan anak-anaknya, Diyah berharap pemerintah memperhatikan nasib keluarga korban pelanggaran HAM.

Jauh dari lubuh hati terdalam, ia masih menanti suaminya pulang.

Tags: Janda Konflikkonflik AcehKorban KonflikPenghilagan PaksaTakengon
Previous Post

7 Ribu Lebih Warga Terdampak Banjir Aceh Tenggara, Ratusan Mengungsi

Next Post

Anak dan Menantu Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Pilih Ganjar di Pilpres

Related Posts

Misi Kemanusiaan di Aceh Tengah, Luna Maya Rela Sahur Sederhana di Rumah Warga Terdampak Banjir

by Riska Zulfira
21 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Artis nasional Luna Maya mengunjungi Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, tiga bulan setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah...

BBM Kembali Masuk Takengon Lewat Jalur Darat Pascabanjir dan Longsor

by Masa Kini
25 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali masuk ke wilayah Takengon dan Bener Meriah, melalui jalur darat setelah sebelumnya...

Ahmad Handoko berama istirnya usai melakukan akad nikah usai menempuh perjalanan panjang | foto: Unggahan instagram @Handoko-115

Banjir Putus Akses, Ahmad Handoko Tempuh 136 Kilometer Demi Akad Nikah

by Riska Zulfira
22 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Di saat banjir dan longsor memutus akses jalan serta melumpuhkan transportasi di berbagai wilayah Aceh, tekad seorang pria...

Next Post
Anak dan Menantu Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Pilih Ganjar di Pilpres

Anak dan Menantu Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Pilih Ganjar di Pilpres

299 Ribu Pelaku UMKM di Aceh Telah Terima Modal Usaha

299 Ribu Pelaku UMKM di Aceh Telah Terima Modal Usaha

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...