MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Menanti Laba Cabai Usai Anjlok Harga

Syah Antoni by Syah Antoni
1 Oktober 2023
in Cerita
0

Petani menanam cabai rawit di Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.(Syah Antoni/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aida Fitri mencabut rumput yang mengepung bibit cabai rawitnya. Gulma turut disapu bersih dari bedengan.

Di lahan seluas 25×25 meter, sebulan lalu ia menyemai puluhan ribu biji cabai rawit yang ia dapat dari kebun miliknya.

RelatedPosts

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

Kini biji-biji tersebut tumbuh subur jadi bibit siap tanam. Aida Fitri tersenyum lebar musim ini.

Hampir 100 persen semaiannya tumbuh sesuai asa. Biji-biji itu ia kumpulkan saat harga cabai turun beberapa bulan lalu.

Musim panen terakhir, ia terpaksa menelan kecewa, harga cabai hanya Rp5 ribu per kilogram. Dari pada menjual murah hasil panen, Aida memilih membenihkannya.

Lahan di belakang rumah disulap menjadi tempat pembenihan cabai rawit. Bukan kali pertama. Ini kesekian kalinya ia mengumpulkan hasil panen untuk dibenihkan saat harga terjun bebas.

“Hitung-hitung membantu memenuhi kebutuhan hidup yang kian hari kian meningkat. Lumayan buat usaha sampingan selain bertanam palawija dan berkebun kopi. Inflasi cukup membuat sulit petani seperti kami,” kata Aida pada masakini.co.

Untuk penjualan, pembeli dapat memilih sendiri bibit yang dirasa bagus dan berkualitas. Maka itu, Aida sangat menjaga kualitas bibit-bibit cabai rawitnya.

Bibit yang akan disemai harus melalui proses seleksi. Biasanya buah berukuran besar dipilih. Selain ukuran, buah harus terbebas dari penyakit berbahaya seperti antranoksa dan keriting bule.

Perawatan ekstrapun dilakukan. Mulai dari pemupukan untuk keseragaman tumbuh bibit serta penjagaan tanaman dari gangguan ulat ataupun hewan peliharaan seperti ayam dan bebek. Bibit yang tumbuh seragam, kata Aida akan memudahkan penjualan.

“Bila tidak seragam. Pembeli hanya memilih bibit bagus saja. Yang tidak bagus diabaikan. Ibarat menjual alpukat, buah yang besar dan mulus pasti laku duluan. Sisanya sulit laku. Jika semua buah yang dijual kualitasnya bagus, pasti langsung dibeli tanpa menyortir lebih dahulu,” ungkapnya.

Wanita paruh baya itu mematok harga Rp100 per bibit. Ia memperkirakan, kali ini sekitar lima puluh ribuan lebih bibit disemainya. Bila berhasil terjual setengahnya saja, dirinya bisa meraup laba kotor sekitar dua setengah juta rupiah. Nominal tersebut dirasanya cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Bibit cabai rawit siap tanam.(Syah Antoni/masakini.co)

Tanaman Wajib Petani Kopi

Sebagian besar petani kopi di dataran tinggi Gayo menanam cabai rawit. Menurut Aida, kondisi itu memudahkannya menjual benih.

Biasanya sebelum bibit memasuki umur tanampun sudah banyak yang memesan.

Selain tanaman buah, rata-rata petani kopi menjadikan cabai rawit sebagai tanaman tumpang sari kopi Arabika.

Hal tersebut kata Aida, karena perawatan cabai rawit yang cukup simpel dibanding tanaman palawija lain. Bahkan bisa berbuah sekalipun tanpa pupuk. Cukup membersihkan saja gulma yang menganggu perakaran tanaman.

Selain itu, petani menanam di kebun kopi karena umur cabai lebih panjang. Bahkan produktif sampai usia 2 tahun.

Apalagi dipengaruhi naungan kopi seperti petai Cina atau lamtoro. Daun lamtoro mengandung nitrogen serta nutrisi yang bagus bagi perkembangan batang, daun dan pertumbuhan tunas cabai.

Saat memasuki musim hujan bulan september hingga akhir tahun nanti, ramai petani membeli bibit cabai rawit. Menanam cabai rawit saat musim hujan kata Aida, mampu mengurangi risiko mati.

“Penjualan biasanya meningkat saat musim penghujan tiba. Karena itu, waktu penanaman biasanya disesuaikan, agar siap jual saat musim penghujan tiba,” kata Aida.

Tags: Bener MeriahBenih CabaiCabai RawitHarga CabaiKebun KopiKopi ArabikaPanen Cabai
Previous Post

Illiza Pastikan PPPK Akan Dapat Pensiunan Seperti ASN

Next Post

KMA Gelar Pengabdian Bersama SAN dan DPKA

Related Posts

3 Rumah Warga di Bener Meriah Terbakar, Delapan Warga Mengungsi

by Riska Zulfira
30 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran terjadi di Desa Bale Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (30/3/2026) dini hari sekitar pukul...

Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara Mulai Normal, Pengendara Diimbau Tetap Hati-hati

Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara Mulai Normal, Pengendara Diimbau Tetap Hati-hati

by Redaksi
20 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Ruas jalan lintas Bener Meriah – Aceh Utara saat ini sudah dapat dilintasi pengendara melalui jalur KKA. Meskipun...

Harga Cabai dan Bawang di Banda Aceh Naik Rp10 Ribu per Kg

by Aininadhirah
8 Februari 2026
0

MASAKINI.CO- Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Komoditas cabai dan...

Next Post

KMA Gelar Pengabdian Bersama SAN dan DPKA

Kemenkumham Aceh Buka 242 Formasi CPNS, Ini Info Tanggal & Lokasi Tes SKD

Pakai Ijazah Palsu, 17 PNS di Simeulue Turun Pangkat

Discussion about this post

CERITA

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...