MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, September 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Permintaan Sumut dan Sumbar Meningkat, Rawit Bener Meriah Kian ‘Pedas’

Syah Antoni by Syah Antoni
31 Oktober 2023
in News
0

Cabai di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (31/10/2023). Syah Antoni/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Harga cabai rawit di tingkat petani mengalami kenaikan signifikan diakhir Oktober. Pantauan masakini.co, cabai rawit dijual petani Rp38 ribu per kilogram, Selasa (31/10/2023).

Harga tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pertengahan bulan, yakni Rp33 ribu per kilogram.

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan Turun, Emas Pegadaian Justru Naik

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

Enam Kawasan Aceh Besar Masuk Kategori Bahaya Narkoba

“Alhamdulillah permintaan cabai rawit dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat cukup tinggi. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya harga jual di tingkat petani,” ungkap Alkadaraya, agen cabai di Kampung Tingkem Bersatu, Kecamatan Bukit, Bener Meriah.

Alkada menambahkan, sebelum mengalami kenaikan. Harga jual rawit stabil Rp33 ribu per kilogram. Harga tersebut bertahan beberapa minggu. Kendati demikian, dirinya tidak tahu sampai kapan harga cabai rawit akan stabil.

“Ya, tidak tahu juga sampai kapan harga stabil. Kita tidak tahu apa petani di sana akan panen atau sedang menanam. Tapi harapan saya semoga harga tetap stabil atau meningkat,” katanya.

Sakdiah, petani cabai rawit di Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit, bersyukur harga cabai naik. Pasalnya, hasil panennya kali ini mengalami penurunan kuantitas dan kualitas.  Hal tersebut disebabkan penyakit antraknosa yang menyerang tanaman cabainya.

Hasil panennya menurun hingga tiga puluh persen. Ia mengaku kesulitan mengatasi penyakit antraknosa yang sangat sulit diobati. Penyakit tersebut begitu cepat menyebar sekaligus menggerogoti tanaman cabainya.

Bila sebelumnya hasil panen mencapai tiga puluh kilogram. Panen kali ini turun menjadi dua puluh kilogram saja. Antraknosa juga menyerang tanaman petani lainnya yang sedang memasuki masa panen.

“Hanya sedikit petani yang mampu menyelamatkan tanaman cabainya dari bahaya antraknosa. Lebih-lebih saat musim hujan perkembangannya jadi makin pesat,” pungkas Sakdiah.

Tags: AntraknosaBener MeriahCabai RawitHarga CabaiPetani Cabai
Previous Post

OMS di Aceh Luncurkan Peta Digital Situs Penyiksaan

Next Post

Sebelas Kuartal Laba, Indosat Komit Berikan Layanan Digital Kelas Dunia

Related Posts

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

by Redaksi
30 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan melanda kawasan Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (29/8/2026). Akibat kejadian tersebut,...

3 Rumah Warga di Bener Meriah Terbakar, Delapan Warga Mengungsi

by Riska Zulfira
30 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran terjadi di Desa Bale Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (30/3/2026) dini hari sekitar pukul...

Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara Mulai Normal, Pengendara Diimbau Tetap Hati-hati

Akses Jalan Bener Meriah–Aceh Utara Mulai Normal, Pengendara Diimbau Tetap Hati-hati

by Redaksi
20 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Ruas jalan lintas Bener Meriah – Aceh Utara saat ini sudah dapat dilintasi pengendara melalui jalur KKA. Meskipun...

Next Post
Sebelas Kuartal Laba, Indosat Komit Berikan Layanan Digital Kelas Dunia

Sebelas Kuartal Laba, Indosat Komit Berikan Layanan Digital Kelas Dunia

Korban Tenggelam di Pulo Kapuk Ditemukan Meninggal

Korban Tenggelam di Pulo Kapuk Ditemukan Meninggal

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co