MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Mei 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tetakukh, Kuliner Antik Berbalut Kantong Semar dari Subulussalam

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
11 November 2023
in Cerita
0
Tetakukh, Kuliner Antik Berbalut Kantong Semar dari Subulussalam

Kuliner Tetakukh ditampilkan di anjungan Kota Subulussalam pada PKA-8. (Foto: MC PKA-8)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dari sejumlah kuliner khas daerah yang dijejerkan di sebuah meja panjang berbentuk U, mata pengunjung mudah terpikat ke nampan berisi satu kuliner antik itu.

Selintas, bentuknya menyerupai buah kapuk tua. Dengan kulit kehitaman, pada bagian ujung terdapat isian berwarna putih yang meluber. Nama kudapan ini adalah Tetakukh. Kuliner khas dari bumi Sada Kata.

RelatedPosts

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

Tetakukh berupa sajian berisi beras ketan dicampur pati santan, yang kemudian dikukus dengan kantong semar. Rasanya gurih, cepat membuat penikmatnya kenyang.

Kuliner khas tetakukh ditampilkan di anjungan Kota Subulussalam pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.

“Dulu di Subulussalam, kantong semar sangat mudah ditemui dimana saja, bahkan di pinggir-pinggir jalan kampung ada. Makanya makanan ini dibungkus dengan kantong semar,” ujar Asnida, salah seorang pengurus Dekranasda Subulussalam, Selasa 7 November 2023.

Asnida mengatakan tetakukh sebenarnya merupakan kudapan biasa yang mudah dibuat oleh siapa saja di rumah. Dahulu, orang-orang yang ingin masuk ke hutan untuk berladang, membawa tetakukh sebagai bekal pengganjal perut.

Pada masa itu di Subulussalam orang lebih mudah mendapatkan kantong semar ketimbang daun pisang, yang lazim dipakai jadi wadah pembungkus. Minimnya daun pisang tak lantas membuat masyarakat setempat kehilangan ide, kantong semar yang mudah ditemui pun akhirnya dijadikan pembungkus.

Seiring berjalannya waktu, tetakukh pun juga disajikan pada acara-acara besar keagamaan seperti maulid Nabi Muhammad SAW atau acara adat lainnya.

Asnida menjelaskan cara memasak tetakukh dimulai dengan merendam beras ketan. Lalu, ketan itu dicampur dengan pati santan. Tabuhi juga garam sesuai selera. Kemudian adonan dimasak hingga setengah matang.

Terakhir, ketan setengah matang itu dimasukkan ke dalam kantung semar yang sudah dibersihkan, dan dikukus hingga masak. Usai melewati proses ini, tetakukh pun siap disantap.

“Biasanya, kombinasi untuk menyantap tetakukh adalah Panggang Pacak Ikan dan Bebenem,” ujar Asnida.

Dua kuliner ini juga unik dan khas Subulussalam. Panggang pacak merupakan ikan lele panggang, setelah sebelumnya dibaluti bumbu rempah yang sudah dihaluskan seperti; bawang, kunyit, lengkuas, serai dan kemiri.

Sementara bebenem juga pakai jenis ikan yang sama. Hanya saja, cara memasak berbeda. Mulanya ikan lele dibungkus daun pisang dan dilumuri bumbu rempah halus. Baru kemudian dimasak. Sekilas cara membuatnya mirip pepes.

Lantaran tidak semua daerah memiliki tumbuhan kantong semar, makanya kuliner tetakukh tak bisa ditemui pada daerah lainnya di Aceh.

Beruntung, di perhelatan PKA-8, Kota Subulussalam membawa sajian khas itu ke Banda Aceh untuk diperkenalkan sebagai kekayaan ragam kuliner di Tanah Serambi Mekkah.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba kuliner unik tetakukh dari kota termuda di Aceh ini, bisa langsung menyambangi anjungan Subulussalam di arena utama PKA hingga 12 November 2023 nanti.

Tags: Kota SubulussalamKuliner AcehKuliner TetakukhPKA-8Taman Sulthanah Safiatuddin
Previous Post

Arus Pendek, Tujuh Kios di Pasar Padang Tiji Terbakar

Next Post

Mahasiswa Dibayar 3.9 Juta Untuk Unjuk Rasa Pro Israel

Related Posts

Sambai Oen Peugaga, Kuliner Ramadan Penuh Khasiat

Sambai Oen Peugaga, Kuliner Ramadan Penuh Khasiat

by Ulfah
25 Februari 2026
0

MASAKAINI.CO – Sambai oen peugaga (sambal daun pegagan), salah satu kuliner tradisional Aceh yang selalu hadir saat bulan Ramadan. Rasanya...

Aceh Street Food Festival 2025: Merayakan Cerita di Balik Rasa

by Redaksi
26 November 2025
0

MASAKINI.CO - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh kembali menggelar Aceh Street Food Festival (ASFF) 2025 dengan mengangkat tema inspiratif,...

Ayo Datang, Nikmati, dan Rayakan Aceh Festival 2025

by Redaksi
21 November 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh (Disbudpar Aceh) akan menyelenggarakan Aceh Festival 2025 pada 22–23 November...

Next Post

Mahasiswa Dibayar 3.9 Juta Untuk Unjuk Rasa Pro Israel

Mengenal Mesikhat Pakaian Adat Eksotis dari Suku Alas

Mengenal Mesikhat Pakaian Adat Eksotis dari Suku Alas

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co