MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Oktober 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Tetakukh, Kuliner Antik Berbalut Kantong Semar dari Subulussalam

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
11 November 2023
in Cerita
0
Tetakukh, Kuliner Antik Berbalut Kantong Semar dari Subulussalam

Kuliner Tetakukh ditampilkan di anjungan Kota Subulussalam pada PKA-8. (Foto: MC PKA-8)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dari sejumlah kuliner khas daerah yang dijejerkan di sebuah meja panjang berbentuk U, mata pengunjung mudah terpikat ke nampan berisi satu kuliner antik itu.

Selintas, bentuknya menyerupai buah kapuk tua. Dengan kulit kehitaman, pada bagian ujung terdapat isian berwarna putih yang meluber. Nama kudapan ini adalah Tetakukh. Kuliner khas dari bumi Sada Kata.

RelatedPosts

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Tetakukh berupa sajian berisi beras ketan dicampur pati santan, yang kemudian dikukus dengan kantong semar. Rasanya gurih, cepat membuat penikmatnya kenyang.

Kuliner khas tetakukh ditampilkan di anjungan Kota Subulussalam pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-8 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.

“Dulu di Subulussalam, kantong semar sangat mudah ditemui dimana saja, bahkan di pinggir-pinggir jalan kampung ada. Makanya makanan ini dibungkus dengan kantong semar,” ujar Asnida, salah seorang pengurus Dekranasda Subulussalam, Selasa 7 November 2023.

Asnida mengatakan tetakukh sebenarnya merupakan kudapan biasa yang mudah dibuat oleh siapa saja di rumah. Dahulu, orang-orang yang ingin masuk ke hutan untuk berladang, membawa tetakukh sebagai bekal pengganjal perut.

Pada masa itu di Subulussalam orang lebih mudah mendapatkan kantong semar ketimbang daun pisang, yang lazim dipakai jadi wadah pembungkus. Minimnya daun pisang tak lantas membuat masyarakat setempat kehilangan ide, kantong semar yang mudah ditemui pun akhirnya dijadikan pembungkus.

Seiring berjalannya waktu, tetakukh pun juga disajikan pada acara-acara besar keagamaan seperti maulid Nabi Muhammad SAW atau acara adat lainnya.

Asnida menjelaskan cara memasak tetakukh dimulai dengan merendam beras ketan. Lalu, ketan itu dicampur dengan pati santan. Tabuhi juga garam sesuai selera. Kemudian adonan dimasak hingga setengah matang.

Terakhir, ketan setengah matang itu dimasukkan ke dalam kantung semar yang sudah dibersihkan, dan dikukus hingga masak. Usai melewati proses ini, tetakukh pun siap disantap.

“Biasanya, kombinasi untuk menyantap tetakukh adalah Panggang Pacak Ikan dan Bebenem,” ujar Asnida.

Dua kuliner ini juga unik dan khas Subulussalam. Panggang pacak merupakan ikan lele panggang, setelah sebelumnya dibaluti bumbu rempah yang sudah dihaluskan seperti; bawang, kunyit, lengkuas, serai dan kemiri.

Sementara bebenem juga pakai jenis ikan yang sama. Hanya saja, cara memasak berbeda. Mulanya ikan lele dibungkus daun pisang dan dilumuri bumbu rempah halus. Baru kemudian dimasak. Sekilas cara membuatnya mirip pepes.

Lantaran tidak semua daerah memiliki tumbuhan kantong semar, makanya kuliner tetakukh tak bisa ditemui pada daerah lainnya di Aceh.

Beruntung, di perhelatan PKA-8, Kota Subulussalam membawa sajian khas itu ke Banda Aceh untuk diperkenalkan sebagai kekayaan ragam kuliner di Tanah Serambi Mekkah.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin mencoba kuliner unik tetakukh dari kota termuda di Aceh ini, bisa langsung menyambangi anjungan Subulussalam di arena utama PKA hingga 12 November 2023 nanti.

Tags: Kota SubulussalamKuliner AcehKuliner TetakukhPKA-8Taman Sulthanah Safiatuddin
Previous Post

Arus Pendek, Tujuh Kios di Pasar Padang Tiji Terbakar

Next Post

Mahasiswa Dibayar 3.9 Juta Untuk Unjuk Rasa Pro Israel

Related Posts

Rex Peunayong Kembali Dihidupkan Jadi Pusat Kuliner di Banda Aceh

by Aininadhirah
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Rex Peunayong kembali dihidupkan sebagai salah satu pusat kuliner di Kota Banda Aceh. Kawasan yang memiliki sejarah panjang...

ACF 2026 Dinilai Berpotensi Kembangkan Wisata Gastronomi

by Riska Zulfira
14 September 2026
0

MASAKINI.CO – Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 dinilai memiliki modal kuat untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata gastronomi Indonesia. Festival...

ACF 2026 Dibuka, Angkat Kuliner sebagai Identitas Budaya dan Penggerak Ekonomi Kreatif

by Ahmad Mufti
11 September 2026
0

MASAKINI.CO – Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi makanan khas Aceh, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan...

Next Post

Mahasiswa Dibayar 3.9 Juta Untuk Unjuk Rasa Pro Israel

Mengenal Mesikhat Pakaian Adat Eksotis dari Suku Alas

Mengenal Mesikhat Pakaian Adat Eksotis dari Suku Alas

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co