MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Ie Bu Peudah, Bubur Obat Khas Aceh Besar

Riska Zulfira by Riska Zulfira
18 Maret 2024
in Cerita
0

Piket masak Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepulan asap semerbak dengan wangi rempah-rempah saat memasuki pekarangan Meunasah Gampong Bueng Bak Jok, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Di sana, lima pria tampak mengaduk berbagai campuran rempah menggunakan tongkat panjang.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Dengan kompak, mereka menyiapkan kuliner tradisional untuk berbuka puasa warga sekampung. Ie bu peudah (bubur pedas) namanya.

Ie bu peudah merupakan penganan unik yang hanya ditemui saat Ramadan tiba dan hanya ada di Aceh Besar.

“Tiap tahun kami masak ie bu peudah,” ujar Awi kepada masakini.co, Sabtu (16/3/2024).

Di tengah kepulan asap perapian, mereka mengaduk secara bergantian. Sementara lainnya menyiapkan air dan menjaga api agar tetap menyala.

Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok ini dimasak dalam belanga besar yang terbuat dari semen beton yang berkesinambungan dengan tungku dari semen pula.

Di bawahnya kayu api membara.

Kata Awi, mereka memasak ie bu peudah per kelompok yang terdiri dari lima hingga enam orang.

“Jadi setiap hari ganti-ganti kelompok,” sebut Awi sembari mengaduk ie bu peudah.

Usai Zuhur, Awi bersama rekannya mulai mempersiapkan rempah dan mencuci beras yang akan dijadikan ie bu peudah.

Awi menjelaskan bahwa kuliner itu telah ada sejak zaman Kesultanan Aceh. Bahkan dimasak secara turun temurun oleh orang tua di desa itu.

Proses memasak Ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar. | Riska Zulfira/masakini.co

“Saat kami kecil sudah ada,” katanya.

Makanan kaya cita rasa itu, disajikan dengan 44 jenis rempah dan dedaunan yang didapatkan dari hutan.

Bukan sembarang orang, pencari dedaunan juga harus ahli dalam mengenal jenis dedaunan.

Namun sayangnya Awi tak termasuk dalam kelompok pencari rempah. Ia hanya mengerti cara memaksa dan menakar agar rasa ie bu peudah jadi lebih gurih.

Sementara rempah yang digunakan telah ditumbuk atau dihaluskan sebelum bulan Ramadan.

“Jadi tinggal racik saja,” ucapnya.

Di samping itu, Wahidin ditugaskan untuk mencari dedaunan di hutan bersama tiga orang lainnya.

Mereka pergi ke hutan sebelum masuk bulan Ramadan. Hanya butuh waktu setengah hari, warga dapat menemukan aneka jenis daun tersebut.

“Kita cari di bukit Blang Bintang,” ujarnya.

Sebagian jenis daun yang digunakan untuk memasak ie bu peudah sudah langka, sehingga lebih susah untuk ditemukan.

Akan tetapi, untuk menjaga tradisi, memasak ie bu peudah tetap harus dijaga dengan dedaunan seadanya. Yang penting diyakini memiliki manfaat dan mempunyai khasiat sebagai obat.

“Jadi tidak semua nama daunnya kita tau,” ungkap Wahidin.

Ie bu peudah kuliner tradisional hanya ada di bulan Ramadan di Gampong Bueng Bak Jok, Kuta Baro, Aceh Besar | Riska Zulfira/masakini.co

Ia menyebutkan, rempah yang digunakan saat memasak ie bu peudah yakni, jahe, daun tongkat ali, titahe, rebung kala, kunyit, daun teubalek angen, cabai, mata ulat, bangau, 1 kilo garam, beras 15 kilogram dan 25 kelapa.

Keseluruhan rempah yang telah ditemukan akan melalui proses pengeringan dan kemudian di haluskan menggunakan jeungki (alat penumbuk tradisional Aceh).

“Biasanya yang lakukan ibu-ibu,” tambahnya.

Menariknya, pembuatan ie bu peudah di Gampong Bueng Bak Jok menggunakan beras hasil dari sawah waqaf masjid. Artinya bahan baku beras yang digunakan tidak dibeli sama sekali.

“Jadi tidak dikeluarkan uang sepersen pun, semua ada secara sukarela,” tuturnya.

Tak terasa waktu azan ashar hampir tiba. Warga mulai berdatangan.

Awi bersama pemuda lainnya mulai membungkus ie bu peudah ke dalam kantong plastik. Meskipun masih dalam kondisi panas Awi membungkusnya dengan lihai.

“Kita tidak membatasi orang dari kampung lain juga bisa mengambil di sini,” terangnya.

Bagi yang memakan ie bu peudah dipastikan membuat tubuh lebih bugar setelah berpuasa seharian.

Tags: Aceh BesarBubur tradisionalGampong Bueng Bak JokIe Bu PeudahKecamatan Kuta BaroKuliner KhasRamadan 1445 H
Previous Post

Brand Finance Taksir Nilai Merek BRI Capai 5,3 Milyar Dollar

Next Post

Juarai All England, Jonatan Christie Wujudkan Mimpi Indonesia

Related Posts

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

by Redaksi
11 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gampong Lam Asan, Kecamatan Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar, memiliki Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R)...

Cegah Penyebaran Penyakit, 100 Ternak Warga Aceh Besar Diberi Vitamin dan Vasin

Cegah Penyebaran Penyakit, 100 Ternak Warga Aceh Besar Diberi Vitamin dan Vasin

by Riska Zulfira
9 April 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 100 ternak milik warga di wilayah kerja Puskeswan Kuta Baro dan Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar...

Bus Sekolah Gratis Mulai Beroperasi, Pemkab Aceh Besar Bidik Tekan Kecelakaan Pelajar

by Redaksi
7 April 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mengoperasikan armada bus sekolah gratis untuk melayani antar-jemput pelajar. Program ini ditujukan untuk...

Next Post

Juarai All England, Jonatan Christie Wujudkan Mimpi Indonesia

Juan Jesus Selamatkan Napoli Dari Inter Milan

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...