MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Selama Ramadan, Masjid Tuha Indrapuri Ramai Dikunjungi

Riska Zulfira by Riska Zulfira
26 Maret 2024
in Cerita
0

Warga meninggalkan Masjid Tuha Indrapuri usai salat | Riska Zulfira/masakini.CO

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Selama bulan Ramadan 1445 Hijriah, warga yang beribadah di Masjid Tuha Indrapuri meningkat. Selain mendekatkan diri pada Allah lewat amalan wajib dan sunah, warga juga belajar sejarah Islam di Aceh.

Rahmat Sentosa, seorang warga Jantho, Aceh Besar seorang diantaranya, ia mengaku sengaja mengunjungi Masjid Tuha Indrapuri untuk merasakan sensasi beribadah yang berbeda.

RelatedPosts

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

“Kebetulan sudah sampai waktu Zuhur, jadi sekalian membawa keluarga ke sini,” kata Rahmat saat ditemui masakini.co.

Rahmat membawa anak dan istrinya menunaikan shalat zuhur di masjid yang berdiri di atas bangunan peninggalan kerajaan Lamuri itu.

Baginya itu menjadi pengalaman kedua, setelah tahun lalu sempat berkunjung untuk melaksanakan ibadah. Namun berbeda bagi istri dan anaknya, kemarin menjadi pertama kali mereka menginjakkan kaki di Masjid Tuha.

Memiliki nuansa sejuk saat memasukinya, memberikan kesan daya tarik tersendiri bagi Rahmat. Meski harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh, keinginan beribadah yang khusyuk terbayarkan saat tiba di sana.

“Ini terasa dapat menambah semangat beribadah dan berpuasa,” ucap Rahmat, Minggu (24/5/2024).

Masjid Tuha Indrapuri ini berada di Gampong Pasar Indrapuri, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.

Rahmat terlihat begitu semangat menggali informasi sejarah Masjid Tuha kepada seorang pengurus.

Selain kuat dari segi sejarah, Masjid Tuha Indrapuri memiliki arsitektur yang berbeda dari masjid modern. Marmer yang begitu sejuk serta ukiran-ukiran indah yang terpahat dari kayu.

Lafaz kalamullah menghiasi sejumlah sisi. Tiang-tiang kayu jadi penopang, tanpa dipaku berdiri kokoh di dalam bangunan masjid.

Kedatangan Rahmat bersama keluarga juga dijadikan waktu belajar dan mengenal sejarah bagi anaknya. Apalagi sejarah Masjid Tuha Indrapuri, kata dia telah dipelajari saat duduk di bangku sekolah.

“Dan ini juga cocok sebagai wisata edukasi saat kita kunjungi saat Ramadan,” tuturnya.

Warga sedang iktikaf di Masjid Tuha Indrapuri | Riska Zulfira/masakini.CO

Rahmat mengaku bakal terus mengunjungi Masjid Tuha Indrapuri ini, tak hanya melaksanakan salat fardhu juga berkeinginan untuk melaksanakan Salat Ied Idul Fitri.

“Karena di sini lebih menimbulkan sentuhan-sentuhan rohani yang berbeda dari masjid lain, itu yang kita rasakan,” ucapnya.

Masjid Tuha Indrapuri tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Masjid ini terus dirawat dan dijaga kelestariannya sebagai warisan sejarah yang tak ternilai harganya.

Selama bulan Ramadan, selain menunaikan salat lima waktu, salat tarawih, tadarus, pesantren kilat, buka puasa bersama dari berbagai dayah atau pesantren di sekitarnya.

Menurut pengurus Masjid Tuha Indrapuri, Ismawardi, masjid peninggalan zaman Hindu ini mengalami peningkatan kunjungan selama Ramadan.

“Kalau biasanya jamaah dari warga lokal, sekarang dari daerah lain juga datang ke sini,” sebutnya.

Bahkan selain pengunjung dari Aceh, wisatawan dari negara jiran Malaysia tak pernah absen untuk berkunjung untuk mempelajari seluk beluk bangunan bertingkat ini.

“Sangat ramai, tiap bulan pasti ada,” sebutnya.

Berbeda dengan masjid pada umumnya, bangunan Masjid Tuha Indrapuri menyimpan kisah masa lalu yang tak biasa.

Jemaah bersiap berwudhu untuk melaksanakan shalat di Masjid Tuha Indrapuri | Riska Zulfira/masakini.CO

Konon, Masjid ini dibangun di atas bekas bangunan candi Hindu-Buddha peninggalan Kerajaan Lamuri yang diperkirakan berdiri sejak abad ke-12 Masehi atau 600 Masehi.

Uniknya, atap masjid berbentuk limas segi empat, dengan lima titik sudut yang tiang-tiangnya terpacak di atas keramik. Di dalamnya terdapat 36 tiang berbahan kayu.

Namun seiring waktu berjalan, benteng tersebut dihancurkan beberapa bagian. Sehingga dibangunkan Masjid Tuha Indrapuri pada masa pemerintah Sultan Iskandar Muda pada 1607-1636 Masehi.

Bahkan, Masjid ini pernah digunakan sebagai tempat penobatan Sultan Muhammad Daud Syah pada tahun 1878 Masehi, yang merupakan Sultan Aceh terakhir. Pemerintah telah menetapkan sebagai cagar budaya.

Tags: Aceh BesarBuddhaCagar Budayacandi HinduKerajaan LamuriMasjid bersejarahMasjid Tuha IndrapuriRamadanSultan Muhammad Daud Syah
Previous Post

Usaha Endog Lewo Garut, Sukses Berkat BRI KlasterkuHidupku

Next Post

Pertengahan Ramadan, Harga Cabai Kembali Turun

Related Posts

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

4 Pelajar Tenggelam di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas dan Tiga Masih Dalam Pencarian 

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Ujong Batee,...

Next Post

Pertengahan Ramadan, Harga Cabai Kembali Turun

Pelita Air Akan Layani Rute Jakarta-Aceh Mulai 3 April

Pelita Air Akan Layani Rute Jakarta-Aceh Mulai 3 April

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...