MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Hal-hal yang Berpotensi ‘Menodai’ Pilkada Aceh 2024

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Juli 2024
in Daerah
0

Ilustrasi | Logistik Pemilu 2024 dimuat ke dalam ke kapal menuju Pulo Aceh, Senin (12/2/2024). (foto: Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pengamat Politik dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Saifuddin Bantasyam menyebut potensi tingkat kerawanan yang bakal menodai penyelenggaraan Pilkada Aceh 2024 akan lebih tinggi dibanding Pemilu lalu.

Sebab, kata Saifuddin, bakal ada persaingan yang sangat intens antar calon kepala daerah seluruh kabupaten/kota di Aceh. Selain itu, isu ketidaknetralan penyelenggara dan politik uang juga akan kembali mewarnai kontestasi Pilkada.

RelatedPosts

1.000 Paket Pangan Murah Disediakan untuk Warga Banda Aceh

Jaga Kebersihan Lingkungan, Gampong Lam Asan Kelola Sampah Secara Mandiri

Mualem Lantik 3 Kepala SKPA, Kinerja Digenjot di Tengah Sistem Kerja 4 Hari

Meski saat ini tahapan-tahapan awal Pilkada sudah berlangsung dengan lancar tanpa ada satu pun protes dari pihak terkait “namun bukan berarti ke depan akan baik-baik saja, beda dengan Pemilu presiden dan legislatif,” kata Saifuddin Bantasyam kepada masakini.co, Sabtu (13/7/2024).

Dia menuturkan berkaca pada Pemilu legislatif pada Februari 2024 lalu, persoalan keberpihakan penyelenggara dan politik uang dapat menodai Pilkada kali ini. Bahkan sebelumnya, isu kenetralan penyelenggara terlihat diabaikan.

Dalam indeks kerawanan, kata dia, di samping aspek atau dimensi kontestasi, juga berperan dimensi-dimensi lain. Misalnya adalah konteks sosial politik, keberlangsung Pilkada itu sendiri, dan kemudian partisipasi pemilih.

Menurutnya, kondisi sosial politik di Aceh dalam dua tahun belakangan ini relatif kondusif. Publik bebas menyampaikan pandangan-pandangannya baik langsung atau melalui media sosial. Tak ada konflik antar-golongan, agama, suku, dan ras.

Namun, secara tradisional, beberapa kawasan di bagian utara dan timur Aceh, dianggap kawasan yang keras sehingga perlu diantisipasi menyambut Pilkada.

Saifuddin menerangkan sebelumnya aspek teknis administratif bisa ditangani dengan baik oleh KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota. Menurutnya ini telah menyumbangkan tingkat partisipasi publik yang baik saat pemilihan dilaksanakan.

“Jika itu bisa dipertahankan maka tingkat kerawanan juga akan dapat ditekan, apalagi jika panitia pengawas bekerja profesional dibantu pengawasan oleh publik,” ucapnya.

Selain itu, upaya penekanan tingkat kerawanan Pilkada juga dapat dilakukan dengan aktif berkoordinasi antara lembaga terlibat. KIP harus selalu bersikap adil dan sesuai dengan aturan.

Demikian juga para pasangan calon, termasuk pasangan calon independen harus dapat mengendalikan para pendukungnya, khususnya saat berlangsung kampanye. Lalu kesadaran publik dalam menggunakan media sosial juga sangat penting, publik harus memastikan kebenaran berita yang diterima.

“Diharapkan tak ada bentrokan fisik, pembakaran, penganiayaan dan lain-lain tindakan yang dilarang oleh hukum baik yang berkaitan dengan kepemiluan maupun pidana,” ujarnya.

“Narasi-narasi yang agitatif harus dihindari, serta sharing foto atau video yang menghina dan menghasut harus dihindari,” pungkas Saifuddin Bantasyam.

Tags: acehkip acehPilkada 2024Politik
Previous Post

Apa Kabar Lahan untuk Mantan Kombatan GAM?

Next Post

Sudah 14 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post
Sudah 14 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci

Sudah 14 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci

Banda Aceh Menyambut Hangat Kepulangan Kontingen POPDA ke XVII

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co