MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Februari 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Gurun Putri Lestari, Tempat Wisata Keluarga di Aceh Besar

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
27 Agustus 2024
in Cerita
0
Gurun Putri Lestari, Tempat Wisata Keluarga di Aceh Besar

Suasana pemandangan alam di Gurun Putih Lestari, Jantho, Aceh Besar. (foto: IG/aanpixx)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Rasa cintanya kepada binatang, Tgk Abdul Hafidh Al Fairusy Al Baghdadi atau akrab disapa Cut Fit, tak segan merogoh kocek hingga miliaran rupiah untuk membangun taman safari di Gampong Cucum, Jantho, Aceh Besar.

Taman safari itu diberi nama Gurun Putih Lestari (GPL). Di taman safari ini, Cut Fit mengoleksi ratusan spesies burung, mamalia, dan satwa langka.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Kebun binatang yang memiliki luas 60 hektar itu juga dikemas dengan balutan taman bunga yang indah. Ragam bunga dari berbagai daerah di Indonesia tumbuh subur di sana.

Tak bisa dipungkiri, saat ini taman safari GPL adalah satu-satunya taman margasatwa terbesar dan bertaraf internasional di Aceh.

“Rasa sayang beliau kepada binatang yang membuat tempat ini ada. Itu muncul sejak beliau kecil,” kata manajer safari GPL, Munawar.

Resmi dibuka untuk umum pada 2019 silam, taman safari GPL cepat menyita perhatian publik. Lokasi itu langsung menjadi ikon wisata baru di Aceh. Cukup membayar Rp30 ribu sebagai biaya tiket masuk, masyarakat dapat menyaksikan langsung koleksi berbagai macam satwa di taman safari tersebut.

Salah satu koleksi binatang di Gurun Putih Lestari, Jantho, Aceh Besar. (foto: IG/gurun putih lestari)

Dari pusat kota Jantho, untuk menjangkau taman safari ini cuma butuh waktu sekitar 15 menit. Sepanjang perjalanan ke sana di kiri-kanan banyak terdapat kebun warga. Jalannya mulus beraspal dengan kontur perbukitan.

Di kawasan taman safari GPL ini berdiri terbentang Bukit Barisan yang mengeluarkan hawa sejuk khas pegunungan. Suasana asri di sekeliling taman yang banyak ditanami pohon ini, semakin membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Pengelola juga mendirikan kafe dengan ragam makanan dan pondok-pondok kecil sebagai tempat bersantai pengunjung.

Menurut Munawar, kebun binatang tersebut mengoleksi satwa yang berasal dari dalam dan luar negeri, seperti; burung unta (Timur Tengah), burung rhea (Amerika Selatan), burung emu (Australia), dan kasuari (Papua).

Ada juga burung merak, rusa, kambing batu, domba merino, berang-berang, monyet dan satwa lainya. “Tujuan dari membangun kebun binatang ini untuk melestarikan dan menyelamatkan satwa langka dari kepunahan,” ujarnya.

Terbaru, tutur Munawar koleksi satwa yang didatangkan ke taman safari Gurun Putih Lestari cukup menyita waktu pihaknya dalam pengurusan. Sebab, saat itu pandemi Covid-19 sedang melanda dunia.

Koleksi teranyar ini adalah empat ekor Singa Afrika, masing-masing sepasang. Jauh diterbangkan dari Cekoslowakia pada Oktober 2021 lalu, salah satu pasangan ‘raja hutan’ itu kini punya seekor anak yang lahir di taman safari GPL.

Pengunjung tak perlu khawatir soal keamanan saat melihat lebih dekat hewan-hewan di kebun binatang ini. Sebab semua hewan itu ditempatkan di dalam kandang besi.

Munawar menuturkan, sang empunya kebun binatang ingin apa yang telah dicetusnya ini bisa bermanfaat ke masyarakat, terutama untuk menambah pengetahuan tentang satwa.

Rumah tempat ratusan burung merpati di Gurun Putih Lestari, Jantho, Aceh Besar. (foto: dok masakini.co)

Selain menjadi tujuan rekreasi masyarakat, taman safari GPL juga terbuka sebagai tempat riset bagi para akademisi ataupun mahasiswa di Aceh. Tapi tentu ada aturan yang harus dipenuhi dulu sebelum melakukan kegiatan akademik di sana.

Semangat keterbukaan taman safari ini menjadi objek ekowisata, sejalan dengan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh yang gencar mendukung destinasi wisata yang tak hanya memberi pengalaman unik kepada pelancong, melainkan juga bisa memberi nilai tambah berupa edukasi.

“Destinasi begitu hebat di Aceh ini dengan kekuatan alamnya yang mungkin tidak dimiliki daerah lain,” kata Kepala Disbudpar Aceh Almuniza Kamal.

Menurutnya, pengembangan ekowisata justru akan membuka peluang lain agar wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Aceh. Namun tentu kedatangan wisatawan ini harus mematuhi tata nilai di destinasi ekowisata tersebut berada.

“Bagaimana kita mengemas produk ekowisata ini sehingga berdaya nilai jual tinggi, tentu ini perlu kolaborasi bersama,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarDisbudpar AcehEkowisataGurun Putih LestariTaman SafariWisatawan
Previous Post

Jelang Sore, Api PON Tiba di Aceh Jaya

Next Post

Pilkada Banda Aceh: Koalisi Partai Pendukung Illiza-Afdhal Semakin Ramai

Related Posts

Jelang Meugang, Harga Tomat Tembus Rp20 Ribu per Kg

by Riska Zulfira
15 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Harga tomat di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, melonjak tajam menjelang Meugang Ramadan. Dalam dua hari terakhir, harga...

Ibu Dua Anak Ditahan, YBHA Nilai Tak Sejalan dengan Semangat KUHP Baru

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri menyatakan kecewa atas penahanan seorang ibu yang memiliki dua anak di...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Next Post

Pilkada Banda Aceh: Koalisi Partai Pendukung Illiza-Afdhal Semakin Ramai

Israel Operasi Besar di Tepi Barat yang Diduduki, Sejumlah Warga Tewas

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...