MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Culture Shock Pergi Setelah Tiba di Serambi Mekkah

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
15 September 2024
in Cerita
0
Culture Shock Pergi Setelah Tiba di Serambi Mekkah

Christian Vieri, atlet anggar Provinsi Jawa Barat di PON XXI Aceh-Sumut 2024. (foto: masakini.co/Riska)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebelum menginjakkan kaki ke Aceh, Christian Vieri telah bertanya-tanya; bagaimana nanti dia yang seorang non-muslim bisa lebih tenang bertanding dan meraih juara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

Vieri telah lama tahu bahwa Provinsi Aceh menerapkan aturan Syariat Islam. Dia was-was, sebagai atlet anggar Vieri kerap berlatih menggunakan celana pendek. Bahkan dalam kesehariannya pun, pemuda asal Jawa Barat ini lebih nyaman menggunakan celana sebatas lutut.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Apakah kenyamanannya ini nanti akan terganggu jika berada di Aceh? Bisakah seseorang yang seperti dirinya menganut agama Kristen Protestan diterima di tengah masyarakat Aceh? Pertanyaan itu menggantung di pikiran Vieri.

Jawaban baru dia temukan ketika sepekan berada di tanah Serambi Mekkah. “Awalnya tuh takut kalau saya keluar pakai celana pendek nanti diapain gitu. Ternyata enggak. Kalau kata saya sih ini mah Aceh toleransinya ada, aman-aman aja,” kata Christian Vieri kepada masakini.co di venue anggar PON XXI kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (15/9/2024).

Vieri mengaku culture shock yang sempat mengganggu pikirannya sirna ketika melihat dan merasakan langsung bagaimana masyarakat Aceh memperlakukan mereka yang non-muslim.

“Orangnya ramah-ramah, dan (kondisi) di sini lebih aman,” ujarnya.

Dia mencontohkan ketika keluar malam tak ada satu pun orang yang mengganggu. Vieri merasa sangat aman di Aceh sebab tak ada aksi kriminalitas yang mengintai. Menurutnya penerapan Syariat Islam di Aceh ternyata memberi manfaat besar bagi masyarakat.

“Sementara kalau di daerah lain, kayak saya di Bandung misalnya, banyak geng motor dan lain-lain jadi bikin lebih takut,” ungkap peraih medali perak nomor floret beregu putra pada PON XXI itu.

Kuliner Aceh Nyaman di Mulut

Sebagai atlet Christian Vieri telah melanglang buana ke berbagai tempat. Tapi baru di Aceh dia menemukan satu kuliner yang nyaman ketika disantap. Kuliner itu adalah Sate Apaleh Geurugok.

Ilustrasi | Sate Geurugok, salah satu kuliner populer di Kabupaten Bireuen. (foto: dok masakini.co)

“Itu sate jadi favorit saya, karena dapat kuahnya dan dapat dagingnya. Nyaman banget ketika dimakan,” katanya.

Meski lahir di tanah Pasundan, Vieri mengaku kuliner Aceh cocok dimulutnya. Dia telah mencoba canai, nasi goreng dan tak lupa kuliner yang telah menjadi ikonik di tanah rencong yakni mi Aceh. “semuanya enak-enak,” ungkap Vieri.

Kuliner Aceh Halal dan Enak

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari, mengatakan masyarakat Aceh memang terkenal sangat ramah perihal menyambut tamu.

Menurutnya, hal itu merupakan pegangan masyarakat yang telah lama melekat dalam adat-istiadat Aceh, yaitu ‘Peumulia Jamee Adat Geutanyoe’.

“Begitu adanya adat-istiadat di Aceh memuliakan tamu. Kemudian masyarakat Aceh sangat sopan, sangat moderat dalam hal menerima tamu dan menyesuaikan diri dengan perkembangan adat budaya,” kata Azhari.

Sedangkan soal kuliner, tutur Azhari, Aceh telah terkenal ke seantero negeri. Makanannya kaya akan rempah dan dijamin halal.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari. (foto: masakini.co/Alfath)

Kendati demikian, jauh sebelum ajang PON dihelat, Kanwil Kemenag Aceh juga sudah mendorong agar pelaku UMKM, warung kopi, dan terkhusus usaha yang memiliki produk makanan agar mengurus sertifikasi halal. Azhari mengatakan langkah ini dilakukan untuk menjamin agar warga maupun tamu yang datang tak ragu mencicipi ragam kuliner Aceh.

“Tapi perlu kami sampaikan bahwa semua makanan yang dijual di Aceh itu dijamin halal,” ujarnya.

“Selamat menikmati kuliner-kuliner di Aceh, karena di Aceh hanya ada makanan yang enak dan enak sekali,” pungkas Azhari.

Tags: acehAtlet AnggarChristian VieriCulture ShockKuliner Acehnon muslimPON Aceh-Sumut 2024PON XXI Aceh-SumutToleransi di Aceh
Previous Post

Sulawesi Utara Puji Layanan Transportasi PON XXI Aceh-Sumut

Next Post

Pesona Renang Indah di Selayang

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Waspada, Potensi Angin Kencang Ancam Aceh hingga Agustus

Cuaca Aceh Hari Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI. CO - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Senin, 2 Februari 2026, berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang...

Next Post

Pesona Renang Indah di Selayang

Sanggar Seni hingga Artis Lokal Aceh Tengah Tampil di Event Semarak PON

Sanggar Seni hingga Artis Lokal Aceh Tengah Tampil di Event Semarak PON

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...