MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Februari 22, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Sepotong Cerita Yesni Luik Melihat Aceh dari Dekat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
20 September 2024
in Cerita
0
Sepotong Cerita Yesni Luik Melihat Aceh dari Dekat

Pelatih dan sejumlah atlet kempo PON di Aceh. | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pelatih cabang olahraga kempo asal kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT) Yesni Luik tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menginjakkan kaki di bumi Serambi Mekkah. Pasalnya keindahan Aceh dan keramah-tamahan masyarakat meninggalkan kenangan yang luar biasa.

Sebelum ke Aceh, Luik merasakan kekhawatiran terhadap kondisi Aceh yang menerapkan kearifan lokal dan nuansa agamanya begitu kental. Baginya kondisi ini menjadi hal baru lantaran adanya perbedaan di wilayah Indonesia bagian timur.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

“Aceh menjadi wilayah penerapan syariat yang kental, itu menjadi kekhawatiran kami, karena jujur, cara berpakaian, tingkah laku, dan lain-lain kami di Indonesia timur sangat berbeda,” katanya dalam konferensi pers di Media Center PON XXI wilayah Aceh, Banda Aceh, Jumat (20/9/2024).

Namun, kata Yesni Luik, begitu tiba di Aceh, stigma tersebut terbantahkan. Ia merasakan sendiri bagaimana sambutan luar biasa dari masyarakat Aceh, tanpa melihat suku, ras, dan agama.

Sambutan masyarakat Aceh, kata dia membawa semangat baru untuk para tamu luar Aceh. Tak memandang sebagai orang asing menjadi tempat ternyaman bagi mereka untuk bertanding.

“Sehingga sampai hari ini kami bisa bertanding dengan aman dan nyaman tanpa gesekan apa pun,” ucapnya.

Yesni Luik turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Aceh atas sambutannya di event olahraga empat tahunan tersebut.

Yesni menekankan bahwa slogan “Peumulia Jamee” yang digaungkan Aceh bukan sekadar kata-kata, tetapi nyata dalam setiap interaksi yang ia alami.

“Slogan atau tagline untuk memuliakan tamu ternyata bukan hanya slogan; itu terbukti,” tutur Yesni Luik.

Ia berharap apa yang telah dipelajari selama di Aceh dapat diterapkan untuk menjadikan PON 2028 lebih baik, terutama karena NTT bersama NTB bakal menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut.

“Ini PR bagi kami NTT dan mewakili teman-teman kami di NTB, semoga apa yang sudah kami dapat di sini, bisa kami laksanakan agar PON 2028 nanti lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.

Tags: acehNTTPON Aceh-Sumut 2024PON XXI Aceh-SumutYesni Luik
Previous Post

UUI Sambut Hangat Mahasiswa dan Dosen UCMI Malaysia

Next Post

Jabar Tambah Emas dari Cabor Shorinji Kempo

Related Posts

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Waspada, Potensi Angin Kencang Ancam Aceh hingga Agustus

Cuaca Aceh Hari Ini Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

by Aininadhirah
2 Februari 2026
0

MASAKINI. CO - Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Senin, 2 Februari 2026, berpotensi didominasi hujan dengan intensitas sedang...

Next Post
Kempo Aceh Kantongi Dua Medali Emas dan Medali Perunggu

Jabar Tambah Emas dari Cabor Shorinji Kempo

Pertarungan Angkat Berat

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co