MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 19, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Sepotong Cerita Yesni Luik Melihat Aceh dari Dekat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
20 September 2024
in Cerita
0
Sepotong Cerita Yesni Luik Melihat Aceh dari Dekat

Pelatih dan sejumlah atlet kempo PON di Aceh. | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pelatih cabang olahraga kempo asal kontingen Nusa Tenggara Timur (NTT) Yesni Luik tak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menginjakkan kaki di bumi Serambi Mekkah. Pasalnya keindahan Aceh dan keramah-tamahan masyarakat meninggalkan kenangan yang luar biasa.

Sebelum ke Aceh, Luik merasakan kekhawatiran terhadap kondisi Aceh yang menerapkan kearifan lokal dan nuansa agamanya begitu kental. Baginya kondisi ini menjadi hal baru lantaran adanya perbedaan di wilayah Indonesia bagian timur.

RelatedPosts

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

“Aceh menjadi wilayah penerapan syariat yang kental, itu menjadi kekhawatiran kami, karena jujur, cara berpakaian, tingkah laku, dan lain-lain kami di Indonesia timur sangat berbeda,” katanya dalam konferensi pers di Media Center PON XXI wilayah Aceh, Banda Aceh, Jumat (20/9/2024).

Namun, kata Yesni Luik, begitu tiba di Aceh, stigma tersebut terbantahkan. Ia merasakan sendiri bagaimana sambutan luar biasa dari masyarakat Aceh, tanpa melihat suku, ras, dan agama.

Sambutan masyarakat Aceh, kata dia membawa semangat baru untuk para tamu luar Aceh. Tak memandang sebagai orang asing menjadi tempat ternyaman bagi mereka untuk bertanding.

“Sehingga sampai hari ini kami bisa bertanding dengan aman dan nyaman tanpa gesekan apa pun,” ucapnya.

Yesni Luik turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh masyarakat Aceh atas sambutannya di event olahraga empat tahunan tersebut.

Yesni menekankan bahwa slogan “Peumulia Jamee” yang digaungkan Aceh bukan sekadar kata-kata, tetapi nyata dalam setiap interaksi yang ia alami.

“Slogan atau tagline untuk memuliakan tamu ternyata bukan hanya slogan; itu terbukti,” tutur Yesni Luik.

Ia berharap apa yang telah dipelajari selama di Aceh dapat diterapkan untuk menjadikan PON 2028 lebih baik, terutama karena NTT bersama NTB bakal menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut.

“Ini PR bagi kami NTT dan mewakili teman-teman kami di NTB, semoga apa yang sudah kami dapat di sini, bisa kami laksanakan agar PON 2028 nanti lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.

Tags: acehNTTPON Aceh-Sumut 2024PON XXI Aceh-SumutYesni Luik
Previous Post

UUI Sambut Hangat Mahasiswa dan Dosen UCMI Malaysia

Next Post

Jabar Tambah Emas dari Cabor Shorinji Kempo

Related Posts

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

253 Sekolah di Flores Terdampak Gempa M7,7, Kemendikdasmen Siapkan Kelas Darurat

by Riska Zulfira
17 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Flores pada 15 Agustus 2026 berdampak pada ratusan fasilitas pendidikan di...

Next Post
Kempo Aceh Kantongi Dua Medali Emas dan Medali Perunggu

Jabar Tambah Emas dari Cabor Shorinji Kempo

Pertarungan Angkat Berat

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co