MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Ceramah di Tabligh Akbar Banda Aceh, UAS Tegaskan Perempuan Boleh Pimpin Daerah

Redaksi by Redaksi
18 November 2024
in News
0

Ustadz Abdul Somad memberi tausiah di tabligh akbar diselenggarakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza-Afdhal.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ustadz Abdul Somad (UAS) menegaskan bahwa perempuan boleh memimpin suatu daerah. Hal ini disampaikan dai kondang tersebut saat mengisi Tabligh Akbar di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (17/11/2024) malam.

“Memang betul haram pemimpin dari kalangan perempuan itu, yaitu pemimpin amirul mukminin, pemimpin seluruh dunia, atau disebut juga khalifah. Itu yang haram ketika dipimpin oleh perempuan,” kata UAS dalam tausiyahnya.

RelatedPosts

Aceh Gelap Gulita, Gangguan Suplai Kembali Terjadi

Satpol PP-WH Banda Aceh Proses 457 Pelanggaran Ketertiban Umum Hingga Mei 2026

Satpol PP-WH Banda Aceh Intensifkan Patroli Syariat di Kawasan Lamnyong dan Flyover Surabaya

UAS menjelaskan, berdasarkan literatur yang ia baca, perempuan diperbolehkan memimpin lembaga atau daerah selama kekuasaan mereka tidak bersifat absolut dan dapat dilengserkan.

“Kepala dinas, wali kota, gubernur, menurut ulama itu boleh dijabat oleh perempuan, karena kekuasaannya tidak absolut dan bisa dijatuhkan,” ujarnya.

Ia juga mengisahkan tentang perang Jamal pada masa Nabi Muhammad SAW, dimana Aisyah, menjadi salah satu panglima perang tersebut. “Pada masa Nabi ada perang Jamal yang salah satu panglima perangnya adalah Aisyah. Aisyah itu perempuan,” ungkapnya.

Selain itu, UAS mencontohkan kepemimpinan Umar bin Khattab yang pernah mengangkat Syifa, seorang perempuan, sebagai kepala polisi untuk patroli di pasar Madinah.

UAS menegaskan, pendapat bahwa perempuan boleh menjadi pemimpin bukanlah pandangannya semata, melainkan merujuk pada pendapat ulama besar seperti Imam Thabari yang dikutip oleh Imam Ibnu Rusd.

Lebih jauh, ia mengingatkan sejarah Aceh yang pernah dipimpin oleh empat sultanah. “Aceh punya sejarah dipimpin oleh perempuan. Tercatat empat nama sultanah yang memimpin Kerajaan Aceh: Sultanah Safiatuddin Tajul Alam, Sultanah Nurul Alam Naqiatuddin, Sultanah Zakiyatuddin, dan Sultanah Kamalat Shah,” sebutnya.

Menurutnya, keberadaan para ulama besar sebagai Qadhi Malikul Adil di Kerajaan Aceh yang mendukung kepemimpinan tersebut menunjukkan bahwa keputusan itu sudah sesuai dengan syariat.

“Tidak mungkin mereka (ulama) keliru berpuluh-puluh tahun membiarkan pemimpin perempuan berkuasa di Aceh,” tutupnya.

Tabligh Akbar tersebut dihadiri ribuan masyarakat Banda Aceh dan sekitarnya. Turut hadir pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah Mukhlis, serta para alumni Timur Tengah yang merupakan sahabat UAS.

Tags: Pemimpin PerempuanTabligh Akbar Banda AcehUASUstadz Abdul Somad
Previous Post

Debat Terakhir Calon Walkot Banda Aceh, Bahas Pembangunan Ekonomi dan Nilai Syariah di Era Digital

Next Post

450 Prajurit TNI dari Aceh Berangkat ke Papua, Ini Tugasnya

Related Posts

Pentingnya Menjaga Silaturrahmi di Bulan Ramadan

by Aininadhirah
10 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Menjaga silaturrahmi menjadi salah satu amalan penting yang perlu diperhatikan umat Muslim, terutama di bulan suci Ramadan. Selain...

Wagub Aceh: Dampak Banjir Bandang dan Longsor Lebih Luas dari Tsunami 2004

by Aininadhirah
26 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyebut bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh sejak akhir November...

Minim Anggaran, Perhatian terhadap Perempuan di Aceh Masih Rendah

by Riska Zulfira
14 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Aktivis perempuan, Suraiya Kamaruzzaman, menyoroti minimnya perhatian terhadap isu perempuan di Aceh pasca MoU Helsinki. Meskipun sejumlah kebijakan...

Next Post
450 Prajurit TNI dari Aceh Berangkat ke Papua, Ini Tugasnya

450 Prajurit TNI dari Aceh Berangkat ke Papua, Ini Tugasnya

Peran AgenBRILink Dekatkan Akses Perbankan bagi Masyarakat di Rejang Bengkulu

Peran AgenBRILink Dekatkan Akses Perbankan bagi Masyarakat di Rejang Bengkulu

Discussion about this post

CERITA

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co