MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Djoek Fa Setia Merawat Warisan Leluhur

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 Maret 2025
in Cerita
0
Djoek Fa Setia Merawat Warisan Leluhur

Djoek Fa (67 tahun) pemilik pabrik cincau di Kampung Laksana, Kota Banda Aceh. (foto: Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Aroma segar daun cincau baru direbus menyebar di ruangan pabrik sederhana di Gampong Laksana, Kota Banda Aceh.

Di tengah kepulan uap hangat, seorang pria dengan tangan cekatan mengaduk cairan hitam pekat di dalam wadah besar.

RelatedPosts

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Peluh bercucuran. Di sana ada lima pria lainnya. Ada yang membungkus daun cincau, merebusnya, dan ada yang tengah mencetak cincau dalam kaleng.

Seorang pria muda tampak bersemangat mengaduk rebusan air berwarna kehitaman yang merupakan bahan dasar pembuatan cincau hingga mencapai titik didih.

Setiap kali buih muncul di permukaan, ia sigap membuangnya ke tangki lain. Berkali-kali ia harus menghadapi hawa panas yang menyengat demi memastikan rebusan tetap bersih.

Setelah air mendidih, ampas daun cincau dipisah dari rebusannya. Cairan yang tersaring kemudian dipindahkan ke kukusan lain untuk dimasak kembali hingga mendidih.

Daun cincau yang akan direbus untuk menghasilkan cincau di pabrik milik Djoek Fa. (foto: Riska Zulfira/masakini.co)

Proses penyaringan pun diulang, memastikan tak ada sisa ampas yang tersisa. Kemudian dicampurkan dengan tepung kanji untuk merubah cairan itu menjadi cincau yang dapat dinikmati.

Usaha cincau milik Djoek Fa (67 tahun) bukan usaha baru. Usaha ini telah berkelindan menjadi sejarah perjalanan warisan keluarga yang mengakar lebih dari setengah abad.

Pria Tionghoa yang lahir dan besar di Tanah Rencong ini menjadi generasi ketiga dalam usaha pengolahan agar-agar hitam itu.

Usaha ini bermula dari tangan sang kakek di Gampong Baro, Pasar Aceh. Dinamai “Cincau Gampong Baroe”, merek itu masih melekat hingga kini, meski lokasi produksi telah berpindah ke Gampong Laksana.

Saat mengambil alih usaha dari sang ayah, Djoek Fa membawa pabriknya ke tempat yang lebih luas agar produksi bisa berkembang.

“Karena di Kampung Baro hanya ruko sempit, tahun 1997 sudah mulai saya urus,” katanya, Selasa (4/3/2025).

Dalam mengelola usaha warisan ini ia dibantu oleh putranya, Suwanto, serta enam pekerja lain. Ia terus memproduksi cincau yang telah menjadi bagian dari kuliner khas di Aceh meski badai ekonomi kerap menghampiri.

Cincau yang diproduksi Djoek Fa adalah warisan kuliner dari daratan Tiongkok yang telah beradaptasi dengan lidah masyarakat Aceh.

Di usianya yang tak lagi muda, Djoek Fa masih setia mengawasi setiap proses produksi. Baginya, cincau bukan sekadar bisnis, melainkan warisan yang harus terus dijaga.

Di bulan Ramadan, permintaan cincau Djoek Fa meningkat. Biasanya mereka hanya memproduksi 40 kaleng, tapi saat bulan suci itu tiba produksi mencapai hingga 400 kaleng.

“Naik drastis tapi harga tetap sama,” ucapnya.

Cincau menjadi makanan favorit yang kerap dicari masyarakat Aceh. Teksturnya kenyal dan lembut, warna hitam legam dan rasanya yang menyegarkan apalagi saat disajikan dalam es campur atau minuman manis berbasis santan.

Cincau serupa dengan agar-agar tapi ini dihasilkan dari ekstrak daun dari tanaman yang dikenal dengan ilmiah Mesona Chinensis.

Daun cincau yang dipakai Djoek Fa dibawa langsung dari Pulau Jawa. Sekali pembelian mencapai 1 ton daun.

“1 ton daun cincau tak bisa dipastikan sampai berapa lama, tergantung produksi cincau,” jelasnya.

Dengan harga jual Rp25 ribu per kaleng, cincau buatannya telah merambah pasar di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Para pedagang minuman, restoran, hingga warung kecil menjadi pelanggan setia Djoek Fa. Bahkan juga tak sedikit masyarakat yang sengaja datang langsung ke pabrik untuk membeli cincau dalam jumlah besar.

“Apalagi saat Ramadan seperti ini, para pedagang yang datang ke kita yang kemudian mereka jual kembali,” ungkapnya.

Olahan daun cincau di pabrik milik Djoek Fa di Kampung Laksana, Kota Banda Aceh. (foto: Riska Zulfira/masakini.co)

Namun dibalik kesuksesan membangun bisnis turun temurun warisan leluhur yang sudah ia geluti 20 tahun lebih, ekonomi masyarakat yang menurun menjadi kegalauan bagi pria ini.

Bagaimana tidak, bahan-bahan pembuatan cincau mengalami kenaikan di pasaran.

Katanya, kenaikan harga barang dalam sebulan terakhir ini semakin memperburuk kondisi.

Kendati demikian, Djoek Fa mengaku tidak buru-buru menaikkan harga jualannya. Selama Ramadan masih tetap mempertahankan harga semula.

Meski dia harus menyiasati dengan cara sedikit mengurangi ketebalan cincau untuk mengantisipasi menaikkan harga jual.

“Harapannya minat masyarakat untuk cincau ini selalu ada dan terus meningkat,” pungkasnya.

Tags: acehcincauDjoek FaGampong LaksanaKota Banda AcehRamadanRamadan 2025Tionghoa
Previous Post

BRI Kembali Gelar Program Desa BRILian 2025, Wujud Dukung Asta Cita Pemerintah

Next Post

Real Madrid Ungguli Atletico Madrid di Leg Pertama Liga Champions

Related Posts

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Next Post

Real Madrid Ungguli Atletico Madrid di Leg Pertama Liga Champions

Kronologis Petugas Avsec SIM Tangkap Pria Mau Bawa Sabu ke Kendari

Kronologis Petugas Avsec SIM Tangkap Pria Mau Bawa Sabu ke Kendari

Discussion about this post

CERITA

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...