MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Februari 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Film Take Lawe Diputar di Banda Aceh, Membawa Suara Kluet ke Tengah Kota

Riska Zulfira by Riska Zulfira
18 Mei 2025
in News
0

Pemutaran film Take Lawe di Gampong Laksana, Banda Aceh | Foto: Ahmad Mufti/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Yayasan Winaya Inspirasi Nusantara memutarkan sebuah film dokumenter berjudul Take Lawe di Lapangan Voli Gampong Laksana, Banda Aceh, Sabtu (17/5/2025) malam.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama terhadap pentingnya pelestarian tradisi dan nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat modern serta memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Kluet, Aceh Selatan kepada masyarakat luas.

RelatedPosts

Manfaat Konsumsi Kolang Kaling Bagi Tubuh

Pria Diduga Sebar Ujaran Kebencian di TikTok Ditangkap

57 dari 104 Hunian Tetap Korban Banjir Aceh Utara Rampung Dibangun

Sutradara film, Andri Saputra, menyampaikan bahwa Take Lawe bukan hanya menceritakan aktivitas pertanian, namun juga mengangkat tradisi kenduri sawah yang memiliki kekhasan tersendiri di wilayah Kluet.

Menurutnya, kenduri sawah di Kluet memiliki prosesi ritual unik sehingga menjadi pembeda dengan daerah lain.

“Tradisi ini bukan hanya dilaksanakan setahun sekali, tapi bisa beberapa kali dalam satu musim. Hal ini yang membuat kami tertarik mengangkatnya ke dalam dokumenter,” ungkap Andri.

Pemutaran film ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Kluet yang hadir di Banda Aceh.

Seperti yang diakui, Junnatan Amin, warga Kluet yang berdomisili di Banda Aceh. Ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana edukasi lintas generasi.

Sebagai masyarakat daerah, pemutaran film yang mengangkat kisah Take Lawe ini menjadi film terbaik karena memperkenalkan kembali kearifan lokal yang mulai hilang ditelan masa.

“Maka dengan film ini memberi kami pemahaman lebih dalam tentang sejarah dan adat istiadat kami sendiri. Ini penting agar generasi muda mengenal akar budaya mereka,” ujarnya.

Selain itu, aparatur desa dari Krueng Kluet, Zulhatta juga menyampaikan apresiasinya terhadap pemutaran film ini. Ia menilai film Take Lawe telah menjadi media perkenalan budaya yang mulai jarang diperhatikan.

“Kami sangat berterima kasih. Masyarakat kami hidup di pedalaman dan jarang terekspos. Karya ini adalah bentuk pengakuan dan pengingat akan pentingnya gotong royong serta nilai-nilai adat kami,” katanya.

Sementara itu, Rahmat, perwakilan warga Gampong Laksana, mengucapkan terima kasih karena desanya dipercaya sebagai lokasi pemutaran film.

Baginya ini bukan sekadar tontonan, tapi pembelajaran tentang keunikan adat Kluet dan memberikan informasi mendalam tentang adat istiadat masyarakat Kluet.

“Harapannya kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.

Kegiatan pemutaran film ini juga dilanjutkan dengan diskusi terbuka bersama pembuat film, tokoh adat, dan warga. Diskusi membahas pentingnya pelestarian tradisi lokal dan peran media visual dalam memperkenalkan budaya kepada generasi muda.

Melalui film Take Lawe, masyarakat di Banda Aceh diajak untuk mengenal dan menghargai keberagaman adat istiadat di Aceh, serta mendukung upaya pelestarian budaya lokal melalui karya-karya kreatif.

Tags: budaya Krueng KluetFilm DokumenterTake LaweYayasan Winaya Inspirasi Nusantara
Previous Post

Ingin Jabat Tangan Guardiola, Henderson Malah Diomelin

Next Post

Ratusan Peserta Meriahkan Banda Aceh Run 8,20K

Related Posts

Diskusi Manajemen Lembaga, Winaya Dorong Generasi Muda Lebih Siap Kelola Organisasi

Diskusi Manajemen Lembaga, Winaya Dorong Generasi Muda Lebih Siap Kelola Organisasi

by Riska Zulfira
19 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Yayasan Winaya Inspirasi Nusantara, menggelar diskusi peningkatan kapasitas manajemen lembaga sebagai bentuk ikhtiar untuk memperkuat tata kelola organisasi,...

Kemenag Ajak Sekolah dan Madrasah Ikut Majukan Perfilman di Aceh

Kemenag Ajak Sekolah dan Madrasah Ikut Majukan Perfilman di Aceh

by Alfath Asmunda
8 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, mengajak para kepala sekolah dan madrasah ikut andil memajukan perfilman...

Yuk ke Peukan Dokumenter, Film Karya Sineas Aceh akan Diputar

Yuk ke Peukan Dokumenter, Film Karya Sineas Aceh akan Diputar

by Alfath Asmunda
29 Oktober 2022
0

MASAKINI.CO - Aceh Documentary mengadakan pemutaran film-film dokumenter yang telah diproduksi selama sembilan tahun. Pemutara itu akan dihelat pada 29...

Next Post

Ratusan Peserta Meriahkan Banda Aceh Run 8,20K

Serangan Israel Tewaskan 153 Orang Sehari, Sekjend PBB: Sangat Kejam

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co