MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Bunga Kopi Mekar, Senyum Laskar Pemetik Kopi Pun Merekah

Syah Antoni by Syah Antoni
28 Mei 2025
in Cerita
0
Bunga Kopi Mekar, Senyum Laskar Pemetik Kopi Pun Merekah

Pemetik kopi arabika Gayo di Bener Meriah. (foto: dok masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di bawah rindang naungan tanaman kopi, Zulaiha tampak asik mondar-mandir dari satu pohon kopi ke pohon kopi lainnya. Buah kopi merah yang mulai jarang di tangkai ia petik satu persatu. Saat ini kopi arabika kebanggaan masyarakat Gayo sedang di akhir masa panen.

Tak segesit biasanya, jemari Zulaiha tampak sangat hati-hati. Sejak kemarin, bunga-bunga kopi arabika di kebun petani mulai bermekaran.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Baginya, menjaga bunga-bunga kopi sama dengan menjaga asa. Kelak bunga-bunga akan berubah menjadi buah. Buah-buah kopi menjadi perantara rezeki baginya.

Zulaiha adalah satu dari sekian banyak “laskar” pemetik kopi di Bener Meriah. Tenaga buruh ini sangat dibutuhkan para pemilik kebun kopi. Tanpa mereka, proses pemanenan di kebun-kebun kopi akan terhambat.

Sebaliknya, kebun petani bagi Zulaiha adalah “kantor”, tempat ia mendulang cuan.

“Syukur, di penghujung masa panen tahun ini, bunga kopi bermekaran lagi. Jumlahnya pun lebih banyak dibanding musim sebelumnya. Ini perlu kita syukuri bersama,” katanya, Rabu (28/5/2025).

Seperti biasanya, pada bunga-bunga kopi Zulaiha sematkan harapan. Ia bermunajat, bunga akan menjadi buah-buah kopi yang mengalirkan rezeki untuk dirinya juga keluarga.

Menurutnya, bila persentase bunga menjadi buah tinggi, maka hasil panen kopi akan meningkat. Hal tersebut berkah untuknya. Ia bisa menghasilkan pendapatan yang cukup.

Zulaiha mampu memetik kopi mulai lima sampai enam kaleng kopi merah setiap harinya.

Bunga kopi arabika Gayo. (foto: dok masakini.co)

Untuk upah, dia mendapat dua bambu per kaleng yang dipetik. Bila dapat lima kaleng saja, Zulaiha meraup upah di atas dua ratus ribu rupiah per hari, dengan kalkulasi sembilan belas ribu rupiah per bambu.

“Bila panen raya, upah memetik kopi di kebun petani mampu mencukupi kebutuhan hidup. Bahkan bisa sedikit ditabung untuk menghadapi pasca panen,” ujarnya.

Produktivitas Kopi Arabika Menurun

Belakangan ini, hasil panen kebun petani kopi di Bener Meriah mulai menurun. Persentase bunga yang berhasil menjadi buah diakui Zulaiha tidak setinggi dua tahun belakang.

“Musim ini, hasil panen di kebun petani turun. Hal tersebut dirasakan oleh kami buruh pemetik kopi. Biasanya, panen berkali-kali pun buah kopi tidak langsung habis. Musim ini, satu atau dua kali panen besar saja, buah kopi berkurang drastis,” katanya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, hasil panen musim ini merupakan efek kurang berhasilnya transformasi bunga kopi menjadi buah di tahun 2023 lalu.

Parahnya lagi, kejadian serupa terjadi lagi di musim selanjutnya, mekarnya bunga kopi berkali-kali sebagian gagal menjadi buah. Hal tersebut cukup terasa di tahun 2025. Momok bagi Zulaiha dan kawan-kawan, para buruh pemetik kopi.

“Bila terus-terusan begini, mungkin ke depan pendapatan kami sebagai buruh pemetik kopi pasti menurun. Meski begitu, harus tetap bersyukur sembari berdoa supaya hasil panen ke depannya meningkat lagi seperti sebelumnya. Supaya, mekarnya senyum kami, semekar putih bunga kopi lagi,” ucap Zulaiha.

Tags: Bener MeriahkopiKopi Arabika Gayo
Previous Post

Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah

Next Post

Indonesia dan China Targetkan Bangun 1.000 Dapur untuk Program MBG

Related Posts

Polres Bener Meriah Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Pasutri di Blang Tampu

by Riska Zulfira
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kepolisian Resor Bener Meriah menggelar rekonstruksi kasus perampokan yang berujung pembunuhan terhadap pasangan suami istri di Desa Blang...

Disdukcapil Bener Meriah Pulihkan Kembali Dokumen Korban Bencana

by Aininadhirah
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bener Meriah telah memulihkan kembali dokumen warga yang terdampak bencana alam...

53 Sekolah di Aceh Tengah dan Bener Meriah Rampung Direvitalisasi Anggaran 2025

by Riska Zulfira
29 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 53 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah telah selesai direvitalisasi melalui anggaran tahun 2025 dan...

Next Post
Indonesia dan China Targetkan Bangun 1.000 Dapur untuk Program MBG

Indonesia dan China Targetkan Bangun 1.000 Dapur untuk Program MBG

Tersapu Ombak Saat Memancing, Remaja Jatuh dari Tebing Ujung Pancu

Tersapu Ombak Saat Memancing, Remaja Jatuh dari Tebing Ujung Pancu

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...