MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Tom Lembong dan Polemik Impor Gula: Tudingan, Fakta, dan Penegasan Sikap

Redaksi by Redaksi
4 Agustus 2025
in News
0
Tom Lembong dan Polemik Impor Gula: Tudingan, Fakta, dan Penegasan Sikap

Tom Lembong keluar dari Lapas Cipinang. | Foto : Kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Isu keterlibatan mantan Kepala BKPM, Thomas Lembong, dalam kebijakan impor gula kembali mencuat setelah Menteri Perdagangan menyebut adanya izin impor bermasalah dari era lalu. Polemik ini menjadi perhatian publik karena menyangkut tata kelola pangan nasional dan keadilan terhadap petani.

Kasus impor gula yang mencuat ke publik tahun 2024 menyeret nama Tom Lembong, yang menjabat sebagai Kepala BKPM tahun 2016–2019. Dalam klarifikasinya, Tom membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa ia tidak pernah mengeluarkan izin impor secara langsung.

RelatedPosts

BMKG Keluarkan Peringatan Siaga Bencana Hidrometeorologi di Aceh

39 Gempa Guncang Aceh Sepekan, Mayoritas Dangkal dan Tak Dirasakan

Data Tak Sinkron, Warga Miskin Malah Masuk Desil Tinggi dan Terbebani Iuran BPJS

Berdasarkan laporan dari Tempo, Kompas, dan Katadata, isu ini bermula dari pernyataan Mendag Zulkifli Hasan yang mengaitkan kelangkaan gula saat ini dengan kebijakan impor pada masa lalu. Sementara itu, data menunjukkan adanya kelebihan stok gula rafinasi di dalam negeri, yang menyebabkan harga jatuh dan petani dirugikan.

Tom Lembong melalui akun Twitter/X menyampaikan bahwa kebijakan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tidak bersifat teknis terhadap perizinan impor. Ia juga menyatakan bahwa tudingan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat, meskipun terus bergulir di ruang publik.

Dari sudut pandang mahasiswa, kasus ini tidak hanya menyangkut individu, tetapi menunjukkan bagaimana kebijakan publik bisa menimbulkan polemik bila tidak dikelola secara transparan. Pemerintah harus mengevaluasi sistem tata niaga impor, mengutamakan keberpihakan kepada petani, dan menghindari tuduhan tanpa dasar yang berpotensi merusak reputasi pejabat publik.

Kami, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, menyuarakan bahwa kejelasan informasi, keterbukaan data, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat kecil adalah nilai yang harus dijunjung dalam setiap kebijakan. Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus kritis dan partisipatif.

Referensi:

  • Kompas.com – Klarifikasi Tom Lembong (2024)
  • Tempo.co – Polemik Gula dan Izin Impor
  • Katadata.co.id – Kelebihan Stok Gula dan Dampaknya
  • CNN Indonesia – Pernyataan Zulkifli Hasan
  • CNBC Indonesia – Harga Gula di Pasar Domestik

*Tulisan ini dibuat sebagai bagian dari tugas akhir mata kuliah Ekonomi Politik, Prodi Ekonomi Pembangunan, Universitas Malikussaleh (Kelompok 3: Elisa Firta Amelia, Dahliana Putri, Dinda Dwi Saputri, Tiara Husni)

Tags: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)Kasus impor gulamahasiswaTom LembongTugas AkhirUniversitas Malikussaleh
Previous Post

Pemerintah Aceh Lepas Peserta Pawai Tahun Baru Islam 1447 H

Next Post

Sekda Aceh Taekwondo Championship, Ajang Asah Kemampuan dan Mencari Bibit Atlet

Related Posts

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

by Ulfah
23 Februari 2026
0

MASAKINI.CO — Sebanyak 842 mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak banjir dan longsor di Aceh telah menerima pembayaran Uang Kuliah Tunggal...

Menag Salurkan Bantuan untuk 4.119 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir

by Ulfah
20 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Kementerian Agama Republik Indonesia menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada 4.119 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh...

Penelitian Tertahan, Mahasiswa Berburu Sinyal hingga ke Jembatan

by Redaksi
12 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sudah 17 hari sejak banjir dan longsor melanda Aceh, kini muncul fenomena baru di Banda Aceh dan Aceh...

Next Post
Sekda Aceh Taekwondo Championship, Ajang Asah Kemampuan dan Mencari Bibit Atlet

Sekda Aceh Taekwondo Championship, Ajang Asah Kemampuan dan Mencari Bibit Atlet

Gerald Vannenburg Belum Puas Walau Cukur Brunei 8-0

Indonesia dan Vietnam Siap Bersaing di SEA Games, Ini Bocoran Media Vietnam

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co