MASAKINI.CO – Satu tahun sudah berlalu sejak perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, namun hingga kini bonus yang dijanjikan Pemerintah Aceh bagi para atlet berprestasi belum juga cair. Hal ini memicu kekecewaan mendalam dari para atlet, termasuk Hurairah, atlet cabang olahraga hHapkido peraih medali perak.
“Sangat kecewa pastinya, karena dari dulu tidak ada tanggal pasti kapan bonus ini diberikan. Setiap ditanya, jawabannya selalu dalam waktu dekat. Bahkan sekarang sudah genap satu tahun, masih saja dijawab dalam waktu dekat,” kata Hurairah kepada masakini.co, Senin (15/9/2025).
Hurairah mengungkapkan, keterlambatan pencairan bonus membuat para atlet kesulitan memenuhi kebutuhan dasar untuk menunjang latihan. Bahkan kondisi ini juga membuat semangat atlet perlahan terkikis.
“Kendala utama itu ya untuk bensin kendaraan. Bagaimana mau pergi latihan kalau minyak motor tidak ada?” keluhnya.
Menurutnya, jika pemerintah tidak segera berbenah untuk fasilitas olahraga ke depan, banyak atlet yang akan kehilangan motivasi. Lebih jauh, ia mengaku bahwa bonus tersebut sudah menjadi harapan untuk menutup kebutuhan pribadi, bahkan utang.
“Yang paling mendesak bagi saya pribadi itu utang. Dulu pengharapannya memang pada bonus ini. Apalagi utangnya pakai emas, emas makin naik tentu saat kami terima bonus utang akan lebih besar,” katanya.
Selain itu, Hurairah menyampaikan bahwa sejumlah atlet luar yang turut membela Aceh saat PON lalu mengaku jera. “Atlet luar yang bela Aceh kemarin katanya ini pertama dan terakhir bela Aceh ya, udah kapok mereka,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Aceh memastikan bonus bagi atlet peraih medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 segera dicairkan. Anggaran lebih dari Rp72 miliar telah diusulkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh Perubahan (APBA-P) 2025 dan tinggal menunggu pengesahan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
“Insya Allah dalam waktu dekat akan segera cair. Sesuai komitmen bersama, bonus para atlet pasti dibayar sesuai yang telah dijanjikan pemerintah,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman alias Ampon Man, di Banda Aceh.
Meski begitu, para atlet berharap kali ini bukan sekadar janji. “Kami hanya ingin kepastian. Jangan lagi selalu bilang ‘dalam waktu dekat’, tapi tidak ada tanggal. Kalau seperti ini terus, latihan saja sudah hilang gairah,” pungkas Hurairah.









Discussion about this post