MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Februari 18, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Menenun Tradisi, Menggenggam Masa Depan: Mutiara Songket dalam Kilau Meuseuraya

Riska Zulfira by Riska Zulfira
30 September 2025
in Cerita
0
Menenun Tradisi, Menggenggam Masa Depan: Mutiara Songket dalam Kilau Meuseuraya

Owner Mutiara Songket, Ira Mutiara saat memamerkan karya tenunnya di Meuseuraya Festival 2025. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Lintasan benang demi benang di tangan Ira Mutiara seolah tak hanya melahirkan selembar kain, tetapi juga menghadirkan cerita panjang tentang warisan, ketekunan, dan harapan baru bagi songket Aceh.

Dalam Meuseuraya Festival 2025 yang digelar di Balee Meuseuraya, Banda Aceh, pemilik Mutiara Songket itu tak hanya memamerkan hasil tenunannya, tapi juga secara eksklusif memperlihatkan langsung proses pembuatan songket di hadapan pengunjung.

RelatedPosts

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

Setiap hari selama festival, Ira duduk di balik alat tenun tradisionalnya. Jemarinya yang lincah memindahkan benang, menciptakan motif demi motif yang rumit. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri, karena jarang pengunjung bisa menyaksikan langsung proses lahirnya kain songket Aceh yang bernilai jutaan rupiah.

“Saya ingin orang tahu bahwa menenun itu butuh kesabaran, ketekunan, dan cinta. Ini cara saya menjaga warisan agar tidak hilang,” ujar Ira, Kamis (25/9/2025).

Mutiara Songket lahir dari tradisi keluarga. Ira menceritakan, awal mula Mutiara Songket tidaklah mudah. Sang ibu, yang belajar menenun di Songket Nyak Mu, sempat meneruskan tradisi ini seorang diri.

Namun, seiring waktu, usaha itu sempat vakum. Titik balik hadir ketika Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bersama Bank Indonesia (BI) turun tangan pada 2019. Mereka memberikan pelatihan, alat tenun, bahan baku, hingga merenovasi gedung produksi.

“Dulu kami hanya punya satu alat tenun. Setelah BI datang, kami diberi pembinaan sampai fasilitas yang lengkap. Mereka ingin memastikan Songket Aceh tidak punah. Saya sebagai generasi ketiga merasa terpanggil untuk melanjutkan ini,” ujar Ira.

Sejak itu, karya-karya Mutiara Songket tak hanya dikenal di Aceh, tapi juga dipakai artis nasional seperti Ariel Tatum, Aurelie Moeremans, hingga Putri Indonesia. Pesanan pun datang dari berbagai daerah, termasuk Jakarta dan Kalimantan Barat.

Selain untuk konsumen individu, Mutiara Songket juga menerima permintaan desain untuk pembeli kolektif. Kain songket Aceh yang dihasilkan memiliki motif khas floral, seperti motif pucok reubong, Pinto Aceh, motif bungong pula, motif bungong lawang, motif bungong geulima, dan lainnya.

Keikutsertaan Ira di Meuseuraya Festival 2025 bukan sekadar pameran, tetapi juga ajang untuk membuktikan daya tarik kain wastra Aceh. Selama lima hari festival, ia berhasil menjual lima lembar songket dengan nilai lebih dari Rp5 juta.

“Alhamdulillah, banyak yang tertarik. Mayoritas pembeli dari masyarakat lokal dan Jakarta,” kata Ira.

Pameran proses menenun yang ia tampilkan juga mendapat perhatian besar. Banyak pengunjung berhenti, mengabadikan momen, bahkan menanyakan detail tentang cara menenun. “Itu membanggakan. Artinya, ada ketertarikan anak muda dan masyarakat terhadap tradisi kita,” ujarnya.

Bagi Ira, keikutsertaan di festival ini memberi energi baru untuk terus berkarya. Ia berharap songket Aceh bisa semakin dikenal, tak hanya di tingkat nasional, tapi juga internasional.

Gallery kriya dan wastra di Meuseuraya Festival 2025. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

“Terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah men-support kami dari awal. Semoga songket Aceh makin mendunia, jadi kebanggaan sekaligus sumber ekonomi masyarakat,” ucapnya penuh harap.

Festival Meuseuraya Kolaborasi untuk UMKM

Festival yang digelar Bank Indonesia Aceh ini menghadirkan lebih dari 17 agenda utama, mulai expo UMKM yang salah satunya wastra, business matching, forum, kompetisi kreatif hingga fun walk yang diikuti ribuan peserta.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, melaporkan kesuksesan Meuseuraya Festival 2025 terlihat dari capaian yang luar biasa. Selama lima hari penyelenggaraan mulai 24 hingga 28 September, lebih dari 11 ribu orang hadir meramaikan acara. Sebanyak 744 peserta, baik tim maupun individu, ikut dalam berbagai perlombaan.

Transaksi UMKM pun mencatat angka hampir Rp2,5 miliar dengan lebih dari 70 ribu transaksi, sebagian besar dilakukan secara non-tunai melalui QRIS.

Tak hanya itu, business matching berhasil menyalurkan pembiayaan perbankan kepada UMKM senilai Rp1,45 miliar, dan melalui program Pojok Berkah terkumpul wakaf produktif sebesar Rp44,45 juta. Capaian ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat Aceh sekaligus bukti nyata peran Festival Meuseuraya dalam mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi syariah di Aceh.

Agus menegaskan bahwa keberhasilan festival adalah buah kolaborasi semua pihak. “Semangat meuseuraya atau gotong royong harus terus dirawat. Festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mengangkat budaya Aceh sebagai kekuatan ekonomi kreatif,” kata saat menutup acara, Minggu (28/9/2025).

Tak heran jika #MeuseurayaFestival2025 selalu dinanti masyarakat Aceh. Bukan hanya sebagai surga kuliner dan pusat belanja produk UMKM lokal, festival ini juga menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan budaya, termasuk kekayaan wastra khas Aceh.

Tags: Bank Indonesia Perwakilan AcehMeuseuraya Festival 2025Tenun AcehUMKM Aceh
Previous Post

Tekanan Meningkat pada Ruben Amorim di Manchester United

Next Post

Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Beasiswa Pendidikan S3 Dalam Negeri

Related Posts

Krisis LPG Bikin Usaha Warga Terhambat

by Redaksi
13 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Kelangkaan gas elpiji pasca banjir dan longsor di Aceh berdampak langsung pada aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan...

Korban Banjir dan Longsor Bisa Tukar Uang Rusak di BI dan Bank Terdekat

by Riska Zulfira
10 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Bank Indonesia menyampaikan warga Aceh yang menjadi korban banjir dan longsor tetap dapat menukarkan uang rusak mereka. Layanan...

Dapur Rumah Jadi Garda Terdepan Kendalikan Inflasi

by Riska Zulfira
20 November 2025
0

MASAKINI.CO - Di tengah tingginya inflasi pangan di Aceh yang kini mencapai 3,6 persen, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh menegaskan...

Next Post
Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Beasiswa Pendidikan S3 Dalam Negeri

Kemenag Buka Pendaftaran Bantuan Beasiswa Pendidikan S3 Dalam Negeri

Sebagian Wilayah Aceh Sudah Kembali Teraliri Listrik, PLN: Pemulihan Bertahap

Sebagian Wilayah Aceh Sudah Kembali Teraliri Listrik, PLN: Pemulihan Bertahap

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...