MASAKINI.CO – Abu Hamza, juru bicara Al-Quds Brigades, menyampaikan pidato duka cita yang penuh semangat, menegaskan kembali tekad kelompok tersebut untuk melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Israel. Pidato tersebut disampaikan untuk mengenang para komandan dan pejuang yang gugur, termasuk pendahulunya, dan untuk menekankan persatuan dengan faksi perlawanan Palestina lainnya.
Dalam pidatonya, Abu Hamza menggambarkan situasi yang dihadapi rakyat Palestina sebagai masa kritis dan sulit, seraya menyerukan persatuan dan perlawanan yang berkelanjutan. Ia menuduh Israel melakukan kejahatan berkelanjutan di Al-Quds dan Tepi Barat, serta melakukan serangan mematikan di Gaza.
Abu Hamza menegaskan bahwa Al-Quds Brigades telah menjadi bagian integral dari Operasi Badai Al-Aqsa sejak awal, dan bahwa mereka siap menghadapi musuh dengan segala kekuatan yang mereka miliki. Ia juga menuduh Israel melancarkan perang pemusnahan terhadap rakyat Palestina, yang didukung oleh Amerika Serikat.
Lebih lanjut, Abu Hamza menggambarkan tentara Israel sebagai kekuatan yang rasis dan brutal, yang tidak memiliki kemanusiaan dan nilai-nilai. Ia menyatakan bahwa Al-Quds Brigades menyadari beratnya perjuangan yang mereka hadapi, dan bahwa mereka berjuang bersama saudara-saudara mereka di Lebanon, Yaman, dan Iran.
Dalam pidatonya, Abu Hamza mengkonfirmasi, “gugurnya ratusan pejuang, personel, dan rekanan Al-Quds Brigades, termasuk anggota Dewan Militer dan mantan juru bicara, Naji Maher Abu Seif,” mengutip laporan thepalestinechronicle, Kamis (23/10/2025). “Ia menegaskan bahwa Al-Quds Brigades tidak akan pernah menyerah dan akan terus melawan musuh di tanah Palestina, berapa pun lamanya.”
Abu Hamza juga menekankan bahwa hubungan antara Al-Quds Brigades dan Al-Qassam Brigades, sayap militer Hamas, tidak pernah putus. Ia menegaskan kembali komitmen Al-Quds Brigades terhadap gencatan senjata di Gaza, sambil memperingatkan bahwa mereka akan memantau dengan cermat kepatuhan Israel terhadap ketentuan-ketentuannya.
Pidato Abu Hamza mencerminkan tekad Al-Quds Brigades untuk melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Israel, dan untuk memperkuat persatuan dengan faksi perlawanan Palestina lainnya. Pidato tersebut juga menyoroti penderitaan rakyat Palestina dan tuduhan kejahatan yang dilakukan oleh Israel.










Discussion about this post