MASAKINI.CO – Bangladesh menggelar pemilu pertama pada Kamis, sejak pemberontakan Generasi Z menggulingkan Hasina, seorang otokrat yang sudah lanjut usia pada musim panas tahun 2024.
Dua orang kandidat muncul dalam pemilu kali ini, yang satu adalah pewaris berusia 60 tahun dari dinasti politik, yang telah mendominasi politik Bangladesh selama beberapa dekade.
Seorang lainnya adalah seorang pemimpin Islamis berusia 67 tahun yang partainya tidak mencalonkan kandidat perempuan dalam pemilihan umum.
“Kami memimpikan sebuah negara di mana semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama akan memiliki kesempatan yang sama,” kata mantan demonstran yang ikut serta dalam protes untuk menggulingkan Hasina, Sadman Mujtaba Rafid, dikutip dari CNN, Kamis (12/2/2026).
Menurut matan demonstran lainnya, Shakil, pemungutan suara pada Kamis tersebut, banyak orang sebagai pemilihan umum pertama yang bebas dan adil dalam lebih dari satu dekade.
Di jalan-jalan Dhaka, suasana yang dominan adalah suasana penuh antisipasi. “Pemilu ini bisa membawa sesuatu yang baru,” kata Shakil.










Discussion about this post