MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Maret 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Di Balik Gencatan Senjata, Asa dan Air Mata Anak-Anak Gaza

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
28 Oktober 2025
in Cerita
0

Anak-anak Gaza menyelamatkan diri dari serangan Israel. I Foto: via telegrafi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Meskipun gencatan senjata telah disepakati, kondisi kesehatan di Gaza tetap memprihatinkan, terutama bagi anak-anak. Banyak nyawa terancam akibat keterbatasan akses ke perawatan medis yang memadai.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 15.000 pasien di Gaza memerlukan evakuasi medis segera. Di antara mereka terdapat anak-anak dengan kondisi serius yang membutuhkan penanganan khusus di luar Gaza.

RelatedPosts

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

Amar Abu Said, seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, mengalami kelumpuhan akibat tembakan drone Israel. Keluarga Amar mengungkapkan bahwa peluru mengenai tenda mereka di Gaza selatan dan menyebabkan cedera parah pada tulang belakangnya. “Amar membutuhkan operasi mendesak yang kompleks, dan fasilitas di Gaza tidak memadai,” ujar pihak keluarga.

Selain Amar, ada juga Ahmed al-Jadd, juga berusia 10 tahun, yang menderita tumor otak. Kakak Ahmed, Shahd, menceritakan bahwa adiknya adalah sumber kekuatan bagi keluarga selama masa sulit. “Dia bahkan rela berjualan air untuk membantu memenuhi kebutuhan kami,” kenang Shahd.

Beberapa bulan lalu, Ahmed mulai menunjukkan gejala penyakit. “Mulutnya mulai miring, dan dia sering mengeluh sakit kepala. Kemudian, tangan kanannya tidak bisa digerakkan,” jelas Shahd. Keluarga berharap Ahmed dapat segera menjalani operasi pengangkatan tumor di luar negeri. “Kami tidak bisa kehilangan dia. Kami sudah kehilangan ayah, rumah, dan impian kami,” tambahnya dengan nada sedih, mengutip telegrafi, Selasa (28/10/2025).

WHO telah berupaya meningkatkan jumlah evakuasi medis. Pada hari Rabu, mereka berhasil mengoordinasi konvoi medis pertama sejak gencatan senjata dimulai pada 10 Oktober. Konvoi tersebut memindahkan 41 pasien dan 145 pengasuh ke rumah sakit di Yordania melalui perbatasan Kerem Shalom.

Namun, jumlah ini masih jauh dari cukup untuk mengatasi kebutuhan yang mendesak. WHO mendesak agar lebih banyak pasien dievakuasi melalui perbatasan Rafah dengan Mesir. Sayangnya, Israel masih menutup perbatasan tersebut sejak Mei 2024, dengan alasan keamanan hingga Hamas memenuhi persyaratan gencatan senjata dengan memulangkan jenazah sandera.

Kepala WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa solusi paling efektif adalah jika Israel mengizinkan pasien dari Gaza untuk dirawat di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, seperti yang terjadi sebelum konflik. Uni Eropa dan lebih dari 20 negara lainnya telah menawarkan bantuan finansial, tenaga medis, dan peralatan untuk mendukung upaya ini.

Di tengah krisis ini, sebuah pemakaman diadakan untuk Saadi Abu Taha, seorang anak berusia delapan tahun yang meninggal karena kanker perut. Dr. Fadi Atrash, Direktur Eksekutif Rumah Sakit Augusta Victoria di Yerusalem, menyatakan bahwa banyak pasien dapat dirawat dengan cepat dan efektif jika akses ke jaringan rumah sakit di Yerusalem Timur dan Tepi Barat dibuka kembali. “Kami dapat merawat setidaknya 50 pasien per hari untuk kemoterapi dan radiasi, dan rumah sakit lain dapat melakukan banyak operasi,” tambahnya.

Tags: GazaGencatan SenjataGenosidaKekejaman IsraelKrisis KesehatanPalestina
Previous Post

Kejati Aceh Selidiki Dana Beasiswa Rp420 Miliar Diduga Bocor

Next Post

Breaking News: Gempa Bumi Guncang Pidie Jaya, Pagi Ini

Related Posts

Sepekan, Sudah 1.084 Rohingya Masuk Aceh

Usai Dilaporkan Gambia, ICJ Mendengar Kasus Genosida Dialami Rohingya

by Ahmad Mufti
13 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pengadilan Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, sedang mendengar kasus penting yang diajukan Gambia pada tahun 2019. Negara Afrika...

Juru bicara militer baru Brigade Al-Quds, Abu Hamza.

Juru bicara militer baru Brigade Al-Quds, Abu Hamza.

by Ahmad Mufti
23 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Abu Hamza, juru bicara Al-Quds Brigades, menyampaikan pidato duka cita yang penuh semangat, menegaskan kembali tekad kelompok tersebut...

Israel Kembalikan 135 Jenazah Warga Palestina dalam Kondisi Mutilasi

by Ahmad Mufti
22 Oktober 2025
0

MASAKINI.CO – Sebuah laporan dari Al-Mayadeen TV English mengindikasikan bahwa Israel telah mengembalikan 135 jenazah warga Palestina dalam keadaan termutilasi....

Next Post

Breaking News: Gempa Bumi Guncang Pidie Jaya, Pagi Ini

Sergio Ramos dan Pilar Rubio Resmi Jual Rumah Mewah di Madrid

Discussion about this post

CERITA

Menunggu Lebaran di Tenda Pengungsian

12 Maret 2026

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co