MMASAKINI.CO – Harga emas di Banda Aceh kembali mengalami kenaikan di penghujung Oktober 2025. Hari ini, harga jual emas mencapai Rp6.900.000 per mayam belum ongkos atau naik sekitar Rp50.000 dibandingkan sehari sebelumnya.
Pedagang emas di Banda Aceh, Daffa Shabirah, mengatakan tren kenaikan ini dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang memangkas suku bunga acuannya, sehingga investor global kembali memborong emas sebagai aset lindung nilai.
“Setelah suku bunga bank sentral Amerika diturunkan, banyak investor asing mulai membeli emas lagi. Permintaan meningkat, harga pun ikut terdorong naik,” kata Daffa, Jumat (31/10/2025).
Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi yang menembus Rp7,7 juta. Kemudian sepekan ini sempat mengalami penurunan hingga Rp6.750.000 hingga Rp6.850.000 per mayam.
Menurut Daffa, tren penurunan tersebut hanya bersifat sementara. Ia memprediksi harga emas berpeluang kembali menembus angka Rp7 juta per mayam dalam waktu dekat.
“Kenaikan ini sudah terlihat stabil, dan kemungkinan besar harga akan kembali ke level tujuh juta lagi,” ujarnya.
Selain faktor global, Daffa menyebut peningkatan permintaan emas di India turut mendorong harga di pasar internasional. Tradisi pernikahan yang meningkat di negara tersebut membuat kebutuhan emas melonjak drastis.
“Daya beli emas di India saat musim pernikahan sangat besar. Itu juga ikut menggerakkan harga emas dunia,” jelasnya.
Di Banda Aceh sendiri, kata Daffa, daya beli masyarakat masih cukup tinggi meski harga terus berfluktuasi. Sekitar 70 persen konsumen tercatat membeli emas, sementara 30 persen lainnya menjual kembali.
“Masyarakat kita sudah paham, harga emas ini meskipun naik-turun cepat, tapi trennya selalu ke atas. Jadi tetap banyak yang membeli untuk investasi,” ujarnya.
Untuk kategori lainnya, harga emas Antam dijual di kisaran Rp2.960.000 per gram, sedangkan emas 16 karat berada di Rp1.700.000, dan emas 17 karat di Rp1.800.000 per gram.










Discussion about this post