MASAKINI.CO – Perum Bulog Kanwil Aceh memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil di angka Rp6.500 per kilogram. Untuk menjaganya, Bulog turun langsung ke lapangan menyerap gabah petani di sejumlah wilayah yang sedang panen.
Kemarin Bulog melakukan penyerapan di Desa Tereubeh, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.
Kepala Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan langkah ini sebagai upaya pengamanan harga agar petani tidak dirugikan saat musim panen raya. Ia menyebut, penyerapan gabah musim gadu telah dimulai sejak pertengahan September dan terus berlangsung.
“Kami turun ke lapangan untuk memastikan harga gabah tidak jatuh. Pemerintah sudah menetapkan harga Rp6.500 per kilogram, dan kami ingin petani benar-benar bisa menikmati harga itu,” kata Ihsan, Senin (3/11/2025).
Hingga kini, Bulog Aceh telah menyerap 176.000 ton Gabah kering panen (GKP), 300.000 ton gabah Kering Giling, dan 6.000 ton beras medium, dari target nasional 102.000 ton setara beras.
“Kita sudah capai sekitar 95.000 ton setara beras,” sebutnya.
Menurut Ihsan, harga gabah sempat meningkat di awal September karena panen masih terbatas. Namun, seiring meningkatnya hasil panen pada Oktober, harga mulai stabil di kisaran Rp6.500.
“Sekarang harga di lapangan relatif aman. Tapi kami tetap siaga supaya tidak turun di bawah Rp6.500. Karena itu kami perintahkan seluruh kepala cabang Bulog di Aceh untuk segera bergerak jika harga mulai melemah,” ujarnya.
Ihsan juga meminta para petani melapor jika ada tengkulak yang membeli gabah di bawah harga acuan pemerintah.
“Kalau ada yang beli di bawah Rp6.500, segera laporkan ke Bulog. Kami akan langsung turun bersama Perpadi untuk menyerap gabahnya,” tegasnya.










Discussion about this post