MASAKINI.CO – Mural yang didedikasikan untuk Trent Alexander-Arnold di dekat Anfield menjadi sasaran vandalisme menjelang laga penting Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid. Insiden ini terjadi bersamaan dengan kembalinya sang pemain ke Anfield sejak kepindahannya ke Real Madrid.
Aksi vandalisme tersebut menargetkan nomor punggung ikonik “66” dengan semprotan cat putih. Pesan inspiratif yang menyertai mural, “Saya hanya seorang anak normal dari Liverpool yang mimpinya menjadi kenyataan,” juga tak luput dari aksi vandalisme tersebut, mengutip laporan dailystar, Sabtu (8/11/2025).
Lebih jauh lagi, kata “tikus” ditulis dengan huruf besar di bawah kutipan tersebut, mengindikasikan pesan kebencian yang jelas ditujukan kepada sang pemain.
Para pekerja segera dikerahkan untuk membersihkan coretan tersebut, menunjukkan respons cepat dari pihak berwenang untuk mengatasi aksi vandalisme tersebut.
Perusakan mural ini terjadi pada momen sensitif, yaitu kembalinya Alexander-Arnold ke Anfield setelah meninggalkan klub pada bulan Juni. Keputusan pemain berusia 27 tahun untuk mengakhiri karirnya selama dua dekade dengan Liverpool mengejutkan banyak pihak.
Meskipun sempat dicemooh oleh sebagian penggemar setelah keputusannya, Alexander-Arnold menerima sambutan yang lebih hangat di pertandingan terakhirnya bersama klub. Mural yang merayakan prestasinya di Liverpool diresmikan pada tahun 2019 sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya.
Alexander-Arnold, yang bergabung dengan Liverpool sejak usia enam tahun, telah mencatatkan 354 penampilan dan meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk dua gelar Liga Premier dan Liga Champions. Terlepas dari kontroversi seputar kepergiannya, ia menegaskan bahwa cintanya kepada Liverpool tidak akan pernah pudar.










Discussion about this post