MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, April 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

BKKBN Dampingi 38.004 Keluarga Berisiko Stunting di Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
12 November 2025
in News
0

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim. | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan strategi baru yang berfokus pada pendampingan keluarga berisiko.

Tahun ini, sebanyak 38.004 keluarga di Aceh tercatat berisiko stunting dan menjadi prioritas pendampingan intensif yang terbagi di kabupaten/kota.

RelatedPosts

Stok Darah PMI Banda Aceh Menipis, Permintaan Melonjak Tajam

Aceh Berpotensi Hujan Lebat, Umumnya Terjadi Sore Hari

Harga Emas Kembali Turun

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, menjelaskan bahwa pendampingan tersebut difokuskan pada periode seribu hari pertama kehidupan (HPK) mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga anak berusia di bawah dua tahun (baduta).

“Seribu hari pertama kehidupan adalah periode emas. Pertumbuhan dan perkembangan anak harus sesuai dengan umur,” kata Safrina, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, pendampingan dilakukan secara terpadu melalui Posyandu dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2K) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Setiap desa memiliki satu tim pendamping keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan desa, kader KB, dan anggota PKK.

“Tim inilah yang secara langsung mendampingi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di lapangan. Mereka memantau gizi, memastikan ibu mendapatkan layanan kesehatan, dan mengedukasi keluarga tentang pentingnya sanitasi serta air bersih,” tambahnya.

Jika sejak awal kehamilan keluarga sudah mendapat pendampingan, bayi yang baru lahir dipastikan sehat dan tidak menambah angka stunting.

“Jadi, fokus kita bukan hanya menurunkan angka yang sudah ada, tapi juga mencegah lahirnya anak stunting baru,” tegasnya.

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digagas oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemenduk Bangga) ini yang bertujuan mengurangi risiko stunting melalui pendekatan berbasis komunitas.

“Program GENTING tidak menggunakan dana pemerintah. Kita menggandeng CSR perusahaan dan donasi masyarakat untuk membantu keluarga berisiko, terutama dalam penyediaan makanan bergizi, perbaikan sanitasi, dan akses air bersih,” jelas Safrina.

Menurut data terakhir, angka prevalensi stunting di Aceh berada di kisaran 28,06 persen. Meski angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 1,5 persen dari survei sebelumnya, BKKBN menilai penurunan masih harus diperkuat agar tidak muncul kasus baru.

“Penurunan angka memang ada, tapi di saat bersamaan lahir pula anak-anak stunting baru. Karena itu, strategi pendampingan keluarga berisiko adalah langkah paling efektif,” ujar Safrina.

Ia menegaskan, semua data keluarga berisiko telah dikumpulkan secara by name, by address, sehingga pendampingan bisa lebih tepat sasaran. Pendekatan berbasis data ini juga memudahkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Tags: BKKBN AcehProgram GentingStunting
Previous Post

Agam Faiz dan Inong Syarifah Raih Gelar Duta Wisata Pendidikan Indonesia 2025

Next Post

Pemkab Aceh Besar Tata Ulang Pedagang Pasar Induk Lambaro

Related Posts

Toga di Usia Senja

by Riska Zulfira
28 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Di usia ketika kebanyakan orang memilih lebih banyak duduk dan beristirahat, Ernawati justru melangkah ke panggung dengan kepala...

1.193 Lansia Aceh Besar Diwisuda, Wisudawan Tertua Berusia 90 Tahun

by Riska Zulfira
24 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 1.193 lansia mengikuti wisuda Sekolah Lansia Standar 1 (S1) di Kabupaten Aceh Besar. Para peserta berasal dari...

250 Anak Korban Banjir di Bireuen dan Pidie Jaya Jalani Pemulihan Trauma

by Riska Zulfira
10 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Sekitar 250 anak korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bireuen serta dua lokasi pengungsian di Pidie Jaya...

Next Post
Pemkab Aceh Besar Tata Ulang Pedagang Pasar Induk Lambaro

Pemkab Aceh Besar Tata Ulang Pedagang Pasar Induk Lambaro

Baru 40 Persen Kendaraan di Aceh Taat Pajak, Pemutihan Resmi Dimulai Hari Ini

Baru 40 Persen Kendaraan di Aceh Taat Pajak, Pemutihan Resmi Dimulai Hari Ini

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co