MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Februari 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Internasional

Illiza Gaungkan Kembali Banda Aceh sebagai Jalur Sutra Maritim Asia Tenggara

Redaksi by Redaksi
20 November 2025
in Internasional
0

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal menjadi salah satu pembicara pada ajang Maritime Silk Road Conference di Provinsi Zhejiang, China, Kamis, 20 November 2025. | Foto : Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memenuhi undangan khusus dari Kantor Cabang Zhejiang Kantor Berita Xinhua dan Pemerintah Rakyat Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, China, untuk menjadi salah satu pembicara pada ajang Maritime Silk Road Conference.

Di forum internasional yang berfokus pada kerja sama pariwisata budaya, perdagangan, dan sektor terkait tersebut, Illiza melalui presentasinya, menggaungkan kembali Banda Aceh sebagai bagian penting dari “jalur sutra” maritim dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

RelatedPosts

Banglades Gelar Pemilu Pertama Sejak Pemberontakan Generasi Z

Museum Edo-Tokyo Kembali Dibuka Bulan Depan Setelah Renovasi Besar-besaran

Kuda-kuda Langka Meriahkan Imlek di Taiwan Tahun Ini

Menurutnya, Banda Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia adalah titik awal Jalur Sutra Maritim di Asia Tenggara. “Sejak abad ke-15, pelabuhan kami telah menjadi tempat persinggahan kapal dari Tiongkok, Arab, dan India, membawa rempah, sutra, ilmu, dan nilai-nilai peradaban,” ungkapnya.

Hal itu diungkapkan Illiza di hadapan perwakilan Unesco dan World Tourism Alliance, pejabat pemerintah dari berbagai kota di sepanjang jalur sutra maritim, kota-kota pariwisata terkemuka dunia, termasuk perwakilan senior berbagai platform sosial dan pariwisata terkemuka seperti TikTok, Tripadvisor, Trip.com, dan Fliggy, Kamis, 20 November 2025, waktu setempat.

“Kami dikenal sebagai Serambi Mekkah, bukan sekadar karena religiusitasnya, tapi karena keterbukaannya terhadap dunia. Banda Aceh adalah pusat peradaban Islam tertua di Asia Tenggara. Warisan Kesultanan Aceh Darussalam masih hidup hingga kini, mulai dari keagungan Masjid Raya Baiturrahman, hingga jejak sejarah di Gunongan,” ujarnya.

Nilai yang dirinya pegang dalam pembangunan kota sederhana namun bermakna Faith, Culture, and Harmony dan dibungkus dalam satu visi besar, yaitu “Banda Aceh Kota Kolaborasi”. “Di mana kami menekankan kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat  untuk menciptakan kota yang modern, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Dalam semangat itu pula, Illiza memperkenalkan brand pariwisata “Charming Banda Aceh”. Sebuah identitas yang merepresentasikan lima pesona: wisata budaya dan seni, tsunami dan ketangguhan, religi dan sejarah Islam, kuliner, dan wisata bahari melalui sinergi Basajan : Banda Aceh, Sabang, dan Jantho.

Selain pariwisata, Banda Aceh kini tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif. Melalui identitas baru Banda Aceh, Kota Parfum Indonesia, pihaknya mengembangkan potensi tanaman aromatik lokal seperti nilam, kenanga, dan melati.

Belum lama ini, bersama Universitas Syiah Kuala dan pelaku UMKM, Banda Aceh berhasil mengekspor 1 ton minyak nilam ke Prancis senilai Rp1,5 miliar. “Kami ingin aroma Banda Aceh bukan hanya tercium di pasar dunia, tapi juga menjadi simbol kreativitas dan kemandirian ekonomi yang berakar pada nilai Islam,” ungkapnya.

Selanjutnya, Illiza mengupas hubungan Banda Aceh dan Tiongkok yang telah terjalin sejak masa Dinasti Ming. Catatan sejarah menyebutkan bahwa pada 1602, Sultan Alauddin Riayat Syah mengirim utusan ke Kaisar Wanli, membawa rempah dan kapur barus sebagai tanda persahabatan.

“Diplomasi itu berlanjut di masa Sultan Iskandar Muda. Dan hingga kini, artefak keramik Dinasti Ming masih ditemukan di Gampong Pande dan Lamreh. Hal ini adalah bukti nyata hubungan damai antara Aceh dan Tiongkok,” ujarnya.

Menurut Illiza, dewasa ini di abad ke-21, para pihak tidak lagi berlayar dengan kapal dagang, tapi dengan kapal persahabatan dan kerja sama. Ia pun menawarkan peluang kolaborasi baru berupa promosi wisata lintas negara From Wenzhou to Banda Aceh: The Maritime Silk Route Experience.

Tawaran dimaksud juga meliputi investasi pariwisata halal dan waterfront city, pertukaran SDM untuk pelatihan pariwisata, hospitality, dan teknologi digital, dan Smart Tourism Collaboration: integrasi data destinasi dan promosi berbasis AI.

“Kami juga membuka sektor pendukung kolaborasi: pengembangan rute penerbangan Banda Aceh-Kuala Lumpur-Wenzhou/Guangzhou, Kolaborasi media digital melalui TikTok/Douyin, Trip.com, Fliggy, dan WeChat, serta dukungan logistik dan branding lintas negara untuk promosi wisata, UMKM, dan event budaya,” sebutnya.

Menutup presentasinya, Illiza mengungkapkan Banda Aceh kota kecil di ujung barat Indonesia, tapi semangatnya besar, semangat untuk menjaga warisan, membangun kolaborasi, dan menebar kedamaian.

“Melalui Jalur Sutra Maritim, kami ingin mengirim pesan sederhana kepada dunia: bahwa dari sejarah, kita belajar tentang kebersamaan. Dari budaya, kita belajar tentang kemanusiaan. Dan dari kolaborasi, kita menumbuhkan masa depan yang damai dan berkeadilan. May our partnership sail together  for peace, prosperity, and shared humanity,” tutup Illiza.

Tags: Maritime Silk Road ConferenceWali Kota Banda AcehWenzhou-China
Previous Post

5 Pejabat BPKD Aceh Barat Jadi Tersangka Korupsi Insentif Pajak

Next Post

209 Keuchik di Aceh Besar Dilantik Hari Ini

Related Posts

Program Profiling Guru Berdaya Resmi Dibuka, Ini Harapan Illiza

Program Profiling Guru Berdaya Resmi Dibuka, Ini Harapan Illiza

by Riska Zulfira
10 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka secara resmi Profiling Guru dalam Program Guru Berdaya, di Hotel...

33 Keuchik di Banda Aceh Dilantik, Illiza Tekankan Amanah dan Pelayanan

by Riska Zulfira
8 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal melantik dan mengambil sumpah jabatan 33 keuchik terpilih hasil Pemilihan Keuchik...

Tujuh Ketua TP-PKK Kecamatan di Banda Aceh Resmi Dilantik

by Aininadhirah
6 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak tujuh ketua Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan di Kota Banda Aceh resmi dilantik pada Jumat pagi, (6/2/2026),...

Next Post

209 Keuchik di Aceh Besar Dilantik Hari Ini

Palmer Patah Jempol Usai Menabrak Pintu

Discussion about this post

CERITA

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

4 Februari 2026

Ramadan di Tenda: Harapan Pengungsi Kalasegi untuk Rumah yang Terlambat Datang

3 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co