MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, April 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Internasional

Illiza Gaungkan Kembali Banda Aceh sebagai Jalur Sutra Maritim Asia Tenggara

Redaksi by Redaksi
20 November 2025
in Internasional
0

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal menjadi salah satu pembicara pada ajang Maritime Silk Road Conference di Provinsi Zhejiang, China, Kamis, 20 November 2025. | Foto : Pemko Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memenuhi undangan khusus dari Kantor Cabang Zhejiang Kantor Berita Xinhua dan Pemerintah Rakyat Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, China, untuk menjadi salah satu pembicara pada ajang Maritime Silk Road Conference.

Di forum internasional yang berfokus pada kerja sama pariwisata budaya, perdagangan, dan sektor terkait tersebut, Illiza melalui presentasinya, menggaungkan kembali Banda Aceh sebagai bagian penting dari “jalur sutra” maritim dunia, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

RelatedPosts

Iran Ajukan Permintaan Baru untuk Akhiri Perang, Berpotensi Hasilkan Triliunan

2.528 WNI Eks Sindikat Penipuan Daring Difasilitasi Pulang ke Tanah Air

You Jianxia Wanita Pemecah Rekor Bulu Mata Terpanjang di Dunia

Menurutnya, Banda Aceh yang terletak di ujung barat Indonesia adalah titik awal Jalur Sutra Maritim di Asia Tenggara. “Sejak abad ke-15, pelabuhan kami telah menjadi tempat persinggahan kapal dari Tiongkok, Arab, dan India, membawa rempah, sutra, ilmu, dan nilai-nilai peradaban,” ungkapnya.

Hal itu diungkapkan Illiza di hadapan perwakilan Unesco dan World Tourism Alliance, pejabat pemerintah dari berbagai kota di sepanjang jalur sutra maritim, kota-kota pariwisata terkemuka dunia, termasuk perwakilan senior berbagai platform sosial dan pariwisata terkemuka seperti TikTok, Tripadvisor, Trip.com, dan Fliggy, Kamis, 20 November 2025, waktu setempat.

“Kami dikenal sebagai Serambi Mekkah, bukan sekadar karena religiusitasnya, tapi karena keterbukaannya terhadap dunia. Banda Aceh adalah pusat peradaban Islam tertua di Asia Tenggara. Warisan Kesultanan Aceh Darussalam masih hidup hingga kini, mulai dari keagungan Masjid Raya Baiturrahman, hingga jejak sejarah di Gunongan,” ujarnya.

Nilai yang dirinya pegang dalam pembangunan kota sederhana namun bermakna Faith, Culture, and Harmony dan dibungkus dalam satu visi besar, yaitu “Banda Aceh Kota Kolaborasi”. “Di mana kami menekankan kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat  untuk menciptakan kota yang modern, inklusif, dan berdaya saing,” tambahnya.

Dalam semangat itu pula, Illiza memperkenalkan brand pariwisata “Charming Banda Aceh”. Sebuah identitas yang merepresentasikan lima pesona: wisata budaya dan seni, tsunami dan ketangguhan, religi dan sejarah Islam, kuliner, dan wisata bahari melalui sinergi Basajan : Banda Aceh, Sabang, dan Jantho.

Selain pariwisata, Banda Aceh kini tumbuh sebagai pusat ekonomi kreatif. Melalui identitas baru Banda Aceh, Kota Parfum Indonesia, pihaknya mengembangkan potensi tanaman aromatik lokal seperti nilam, kenanga, dan melati.

Belum lama ini, bersama Universitas Syiah Kuala dan pelaku UMKM, Banda Aceh berhasil mengekspor 1 ton minyak nilam ke Prancis senilai Rp1,5 miliar. “Kami ingin aroma Banda Aceh bukan hanya tercium di pasar dunia, tapi juga menjadi simbol kreativitas dan kemandirian ekonomi yang berakar pada nilai Islam,” ungkapnya.

Selanjutnya, Illiza mengupas hubungan Banda Aceh dan Tiongkok yang telah terjalin sejak masa Dinasti Ming. Catatan sejarah menyebutkan bahwa pada 1602, Sultan Alauddin Riayat Syah mengirim utusan ke Kaisar Wanli, membawa rempah dan kapur barus sebagai tanda persahabatan.

“Diplomasi itu berlanjut di masa Sultan Iskandar Muda. Dan hingga kini, artefak keramik Dinasti Ming masih ditemukan di Gampong Pande dan Lamreh. Hal ini adalah bukti nyata hubungan damai antara Aceh dan Tiongkok,” ujarnya.

Menurut Illiza, dewasa ini di abad ke-21, para pihak tidak lagi berlayar dengan kapal dagang, tapi dengan kapal persahabatan dan kerja sama. Ia pun menawarkan peluang kolaborasi baru berupa promosi wisata lintas negara From Wenzhou to Banda Aceh: The Maritime Silk Route Experience.

Tawaran dimaksud juga meliputi investasi pariwisata halal dan waterfront city, pertukaran SDM untuk pelatihan pariwisata, hospitality, dan teknologi digital, dan Smart Tourism Collaboration: integrasi data destinasi dan promosi berbasis AI.

“Kami juga membuka sektor pendukung kolaborasi: pengembangan rute penerbangan Banda Aceh-Kuala Lumpur-Wenzhou/Guangzhou, Kolaborasi media digital melalui TikTok/Douyin, Trip.com, Fliggy, dan WeChat, serta dukungan logistik dan branding lintas negara untuk promosi wisata, UMKM, dan event budaya,” sebutnya.

Menutup presentasinya, Illiza mengungkapkan Banda Aceh kota kecil di ujung barat Indonesia, tapi semangatnya besar, semangat untuk menjaga warisan, membangun kolaborasi, dan menebar kedamaian.

“Melalui Jalur Sutra Maritim, kami ingin mengirim pesan sederhana kepada dunia: bahwa dari sejarah, kita belajar tentang kebersamaan. Dari budaya, kita belajar tentang kemanusiaan. Dan dari kolaborasi, kita menumbuhkan masa depan yang damai dan berkeadilan. May our partnership sail together  for peace, prosperity, and shared humanity,” tutup Illiza.

Tags: Maritime Silk Road ConferenceWali Kota Banda AcehWenzhou-China
Previous Post

5 Pejabat BPKD Aceh Barat Jadi Tersangka Korupsi Insentif Pajak

Next Post

209 Keuchik di Aceh Besar Dilantik Hari Ini

Related Posts

Wali Kota Banda Aceh Tinjau Terminal Batoh, Pastikan Keamanan Pemudik Jelang Lebaran

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau langsung posko pemantauan arus mudik di Terminal Tipe A Batoh,...

Wali Kota Banda Aceh Buka BSI Fest Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman

by Riska Zulfira
13 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, secara resmi membuka kegiatan BSI Fest Ramadhan 1447 H yang digelar...

Pemko Banda Aceh Ajak 171 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Pasar Aceh

by Riska Zulfira
13 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mengajak 171 anak yatim dari Kecamatan Jaya Baru berbelanja kebutuhan Hari Raya di Pasar...

Next Post

209 Keuchik di Aceh Besar Dilantik Hari Ini

Palmer Patah Jempol Usai Menabrak Pintu

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co